3.000 Orang Lebih Meninggal Akibat Bencana Alam Selama 2018

Tsunami Selat Sunda salah satu bencana alam yang terjadi pada 2018
Tsunami Selat Sunda salah satu bencana alam yang terjadi pada 2018. (dok BNPB)

Sejumlah bencana alam menghantam Tanah Air selama 2018. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 30 Desember 2018, telah terjadi 2.564 bencana alam di Indonesia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banjir, longsor dan puting beliung masih mendominasi bencana pada tahun anjing tanah ini.

Jumlah bencana alam tersebut lebih sedikit dibandingkan musibah yang terjadi pada 2017. Pada saat itu, terjadi 2.862 bencana alam.

Namun, jumlah korban jiwa akibat bencana pada 2018 lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Pada 2018, BNPB mencatat 3.349 orang meninggal. Selain itu, 1.432 orang hilang, 21.064 orang luka-luka, 10,2 juta orang mengungsi dan terdampak, serta 319.527 unit rumah rusak.

“Dilihat dari jumlah korbannya, jadi selang 2007-2018, tahun ini adalah tahun yang terbesar bencananya yang menimbulkan korban meninggal dunia paling banyak. Kerugian ekonominya juga paling besar. Jadi 2018 ini bisa saya katakan sebagai tahun bencana ditinjau dari jumlah korban dari kerugian ditimbulkannya,” ujar Sutopo dalam konferensi persnya, Jakarta, Senin (31/12/2018).

Menurut dia, dari 2.564 bencana, 96,8 persennya merupakan bencana hidrometeorologi, dan 3,2 persen bencana geologi. Tetapi, bencana geologi menyebabkan dampak bencana yang lebih besar, khususnya gempa bumi dan tsunami.

Dari 23 kali gempa bumi yang merusak, telah menyebabkan 572 orang meninggal dunia, 2.001 orang luka-luka, 483.399 orang mengungsi dan terdampak, serta 226.667 unit rumah rusak.

“Gempa bumi diikuti tsunami dan likuefaksi terjadi hanya 1 kali. Namun menyebabkan 3.475 orang meninggal dan hilang, 4.438 orang luka-luka, 221.450 orang mengungsi dan terdampak, dan 68.451 unit rumah rusak berat,” tutur Sutopo.

Begitu pula dengan bencana tsunami Selat Sunda yang hanya terjadi sekali, tapi menyebabkan 453 meninggal dan hilang, 14.059 luka-luka, 41.132 mengungsi dan terdampak, serta 2.259 rumah rusak.

Sutopo menyebut wilayah paling banyak kena bencana adalah Pulau Jawa.

“Ini dari jumlah kejadiannya, mengapa paling banyak selalu Jawa? Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur karena penduduknya paling banyak di sana. Mereka tinggal di daerah daerah rawan bencana. Lima kabupaten terbanyak ada di Jawa Tengah, yaitu Cilacap, Wonogiri, dan Tangerang, satu di Jawa Barat adalah di Kabupaten Bogor satu lagi di Provinsi Banten, yaitu di Kabupaten Serang,” tutur Sutopo.

Sementara, pada tahun 2017 tidak ada kejadian gempa bumi dan tsunami yang berskala besar yang menimbulkan dampak bencana yang besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here