3 Bencana Alam Paling Dahsyat di Indonesia Selama 2018

Tsunami Selat Sunda merupakan salah satu bencana alam terdahsyat pada 2018
Tsunami Selat Sunda merupakan salah satu bencana alam terdahsyat pada 2018. (dok BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 30 Desember 2018, telah terjadi 2.564 bencana alam di Tanah Air. Namun, dalam catatan mereka, ada tiga bencana paling dahsyat karena menimbulkan korban jiwa yang berjumlah ribuan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan ketiga bencana itu antara lain gempa bumi Lombok dan Sumbawa, NTB; serta gempa bumi yang disusul tsunami dan likuefaksi di Donggala, Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah.

“Serta tsunami Selat Sunda. Ini adalah penyebab kenaikan dampak bencana pada 2018,” kata Sutopo dalam konferensi persnya di kantor BNPB, Jakarta, Senin (31/12/2018).

Berikut ini ulasan tentang ketiga bencana alam itu yang dihimpun Job-Like.com:

1. Gempa, Tsunami, dan Likuefaksi di Palu-Donggala-Sigi

Sutopo menyebut, gempa yang disusul tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah merupakan bencana terbesar di antara ketiganya. Bencana ini menyebabkan 2.101 orang meninggal, 1.373 orang hilang dengan kerugian ekonomi mencapai Rp 18,47 triliun.

“Gempa memicu tsunami yang tiba sangat cepat hanya dalam waktu empat menit lalu terjadi likuifaksi yang merupakan peristiwa terbesar di dunia,” kata Sutopo beberapa waktu lalu.

BNPB mengonfirmasi, tinggi tsunami Palu hampir 6 meter saat mencapai daratan.

2. Gempa Lombok dan Sumbawa

Bencana terdahsyat kedua adalah gempa bumi beruntun di Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di Lombok dan Sumbawa. Bencana tersebut menyebabkan 546 orang meninggal, 1.886 orang luka-luka dan kerugian ekonomi sebesar Rp 17,13 triliun.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menuturkan, rentetan gempa ini disebabkan oleh sumber gempa bumi berasosiasi dengan zona pensesaran naik (Flores back- arc Thrust) yang berarah relatif barat-timur.

Selain itu, pusat gempa bumi berada di darat. Padahal, mayoritas daerah itu tersusun dari batuan sedimen dan batuan metamorf berumur Pra-Tersier hingga Tersier.

3. Tsunami Selat Sunda

Tsunami menyapu pesisir Lampung dan Banten, Sabtu 22 Desember 2018 malam. Dia datang dengan senyap. Tak ada gempa. Air laut pun tak surut.

Yang ada hanya letusan Gunung Anak Krakatau yang berada puluhan kilometer dari Pandeglang, Banten.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), PVMBG serta sejumlah pihak berwenang menyimpulkan, tsunami tersebut disebabkan oleh longsor tebing Gunung Anak Krakatau setelah erupsi pada hari itu.

Gunung Anak Krakatau memang sedang dalam masa pertumbuhan. Dia terus erupsi untuk bertambah besar.

Hingga pukul 17.00 WIB, Minggu (30/12/2018), BNPB mencatat 437 orang meninggal dunia, 16 orang hilang, 14.059 orang luka-luka dan 33.719 orang mengungsi akibat bencana alam tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here