Cek Dulu Kualitas Pemimpin yang Optimis Ini, Kamu Sudah Punya?

Pemimpin yang optimis menjadi harapan dari setiap perusahaan karena bisa membawa pengaruh baik di dalam tim. Secara alami, orang-orang akan lebih tertarik bekerja sama dengan seorang pemimpin yang melihat dunia dengan energi positif.

Bisa kamu bayangkan jika seorang pemimpin selalu menghindari risiko karena merasa tidak percaya diri untuk melakukan hal yang menantang. Tentu saja masa depan tim menjadi taruhannya ketika pemimpinnya tidak melakukan banyak improvisasi demi kemajuan dengan alasan menghindari kegagalan.

Berikut ini ada 3 kualitas yang hanya dimiliki oleh pemimpin yang optimis:

Menikmati Antisipasi dari Kebahagiaan

Saat di bangku sekolah kamu mungkin selalu menghitung jumlah hari di semester baru hingga waktu liburan sekolah. Jika kamu menikmati satu demi satu hari yang dilalui hingga akhirnya waktu libur tiba, maka kamu bisa menikmati setiap hari yang sudah dijalani.

Sama halnya dalam pekerjaan, jika kamu selalu menikmati antisipasi dari setiap kesempatan yang menggembirakan maka kamu termasuk seseorang yang optimis.

Para pemimpin sukses tidak memikirkan seberapa berat tantangan yang harus dihadapi setiap harinya. Tapi mereka menggunakan hari penuh tantangan tersebut untuk mengantisipasi peluang menarik yang akan datang.

Baca Juga: Skill People Management Ini Wajib Dimiliki Para Pemimpin

Tak Pernah Lupa untuk Bersyukur

Pemimpin yang optimis tidak akan pernah lupa untuk  bersyukur, sekali pun hasil kerja tim tidak sesuai dengan ekspektasi. Rasa syukur ini menandakan jika masih ada rasa optimis yang tersisa untuk memerbaiki kegagalan tersebut.

Memiliki pemimpin yang selalu optimis akan membangun sebuah tim yang kuat dan tidak mudah menyerah. Karena pemimpinnya tidak pernah memberikan energi negatif dan membuat anggota tim tersebut merasa rendah diri hingga akhirnya putus asa.

Berekspektasi untuk Menang

Pemimpin yang optimis paham betul jika tidak selamanya mereka bisa menang. Namun pola pikir pemimpin yang optimis selalu mencoba untuk yakin jika kemenangan tersebut selalu dalam jangkauan.

Lebih baik kecewa karena kalah daripada kamu berekspektasi akan gagal tanpa memulai apapun. Meskipun tidak selalu menang, mereka selalu puas dengan hasil yang didapatkan sekali pun tidak sesuai dengan keinginannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here