3 Mitos Generasi Milenial di Lingkungan Kerja yang Tak Selalu Benar

Sumber: businessnewsdaily

Saat ini, generasi milenial di lingkungan kerja memang sudah bukan hal yang baru atau pun asing lagi. Malah tak berlebihan bila dikatakan bahwa generasi milenial-lah yang saat ini merajai industri dan dunia kerja. Namun sayangnya, meski ada banyak sekali pekerja di generasi milenial saat ini, ada lebih banyak lagi mitos salah tentang generasi satu ini.

Mitos salah tentang generasi milenial di lingkungan kerja memang tak sepenuhnya hal baru. Sebaliknya malah, mitos tersebut sudah ada dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih setelah sudah semakin banyak generasi milenial yang memenuhi industri dan dunia kerja. Mitos yang akhirnya banyak memengaruhi hubungan kerja saat ini, termasuk juga dengan bagaimana anggapan dari generasi sebelumnya untuk generasi ini.

3 Mitos Salah Mengenai Generasi Milenial di Lingkungan Kerja

1. Mereka Narsis dan Terlalu Percaya Diri

Sumber: hipwee

 

Ada banyak sekali pandangan bahwa mereka yang berada di generasi milenial ini memiliki pandangan yang terlalu tinggi mengenai diri mereka. Mereka merasa bisa meraih banyak sekali hal, yang akhirnya memberikan kesan narsistik. Padahal, tidak selalu begitu.

“Saya pikir itu berasal dari beberapa sumber,” kata Charu Sharma, pendiri Go Against the Flow. “Kami tumbuh dengan internet, pada saat orang-orang lebih terhubung dari pada manusia sebelumnya, kami telah menempuh perjalanan lebih dari generasi sebelumnya. Dari sudut pandang kami, ambisi kami untuk meraih bintang lebih masuk akal daripada terlalu percaya diri, tapi tidak selalu ditafsirkan seperti itu.”

Tumbuh di era berbeda memang menjadikan generasi milenial dan generasi sebelumnya terasa berjarak. Terlebih dengan pandangan generasi milenial yang merasa bisa melakukan segala hal. Di mana hal tersebut berhubungan dengan bagaimana mereka tumbuh dengan banyak kemudahan.

2. Bergantung pada Teknologi

Sumber: nmpilondon

Hidup dan tumbuh berkembang dengan teknologi memang menjadikan milenial mau tak mau bergantung dengan teknologi. Daripada menulis apa yang ada di meeting, mereka akan memilih untuk merekam pembicaraan ketika rapat. Atau bahkan berharap atasan mengirimkan laporan dari rapat tersebut ke email mereka. Ketergantungan pada teknologi ini akhirnya memang membuat pekerjaan untuk mereka seharusnya bisa selesai dalam waktu yang lebih cepat.

Meskipun di banyak segi lain, ketergantungan pada teknologi ini tak memberikan hasil yang selalu baik pula. Hingga banyak dari milenial yang sudah mulai berusaha lepas dari teknologi dan melakukan segala sesuatu ala mereka sendiri.

3. Mereka Pemalas

siklus menstruasi
Sumber: blogspot

Satu mitos yang saat ini sedang banyak menjadi pembicaraan mengenai betapa malasnya seorang generasi milenial. Padahal sekali lagi, generasi ini tidak malas sama sekali. Mereka hanya bergantung pada banyak hal yang nantinya membantu mereka dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Salah satunya, teknologi. Jadi sulit mengatakan milenial sebagai mereka yang pemalas, tidak ketika mereka mencari hal lain yang lebih mudah dalam menyelesaikan pekerjaan.

Baca Juga : Cara Praktis Tingkatkan Gaji Melalui Kerja Sampingan bagi Generasi Milenial