4 Cara Mengatasi Turnover Karyawan Tinggi

Sumber: teambonding

Sebagai seorang HRD, untuk merekrut karyawan yang berkompeten dalam bekerja bukanlah perkara mudah. Tapi ternyata, ada hal lain yang lebih sulit dilakukan ketimbang merekrut karyawan, yaitu mempertahankannya.

Bekerjasama dengan seluruh jajaran manajemen yang lainnya, HRD memiliki tanggung jawab untuk mengatasi tingginya turnover karyawan atau arus keluar masuk karyawan. Lantaran, saat satu per satu karyawan keluar dari perusahaan, bukan tak mungkin karyawan yang masih bekerja di perusahaan akan terkena imbasnya dan ikut terpengaruh.

Lalu, bagaimana caranya perusahaan bisa mengatasi isu turnover karyawan supaya tak makin berkepanjangan?

Cara Mengatasi Turnover Karyawan Tinggi

Lakukan Introspeksi Diri

Masalah internal perusahaan bisa menjadi pemicu tingginya turnover karyawan. Hal ini nyatanya benar, dan tak bisa disangkal oleh perusahaan. Oleh karena itu, sangat perlu perusahaan melakukan introspeksi diri dan temukan sumber masalahnya. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Apa yang menyebabkan karyawan tak betah bekerja di perusahaan? Apakah hal ini terjadi karena terbatasnya kesempatan berkarier, insentif yang kecil, atau gaya kepemimpianan atasan yang kurang baik?

Mungkin melakukan introspeksi diri tak mudah dan membutuhkan proses. Namun salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membaca review para karyawan yang ada di Job-like.com. Perusahaan pun bisa mengetahui keinginan dan harapan karyawan. Dari sini, perusahaan bisa lebih cepat berbenah diri untuk menekan angka turnover karyawan yang tinggi.

Menunjukkan Apresiasi Pada Karyawan

Tak sedikit karyawan yang memutuskan untuk resign karena merasa kerja kerasnya tak dihargai oleh perusahaan. Anda mungkin merasa sudah memberikan gaji yang sesuai dengan pekerjaan karyawan tersebut, namun ternyata materi tak selalu cukup untuk mempertahankan karyawan di perusahaan. Malah terkadang, hal-hal sederha, misalnya pujian atau pun ucapan terima kasih lebih berarti di mata karyawan dibandingkan materi.

Tak hanya itu saja, melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan pun merupakan bentuk apresiasi yang sangat tepat. Selain menunjukkan bukti bahwa suara mereka didengarkan, karyawan pun merasa memiliki peran penting untuk kelangsungan perusahaan.

Coba Dekati Karyawan

Menyadari situasi perusahaan yang secara perlahan-lahan ditinggalkan oleh karyawan-karyawan terbaiknya, seringkali memberikan dampak tekanan bagi karyawan lain. Alih-alih merasa bersemangat dalam bekerja, mereka malah makin terdorong untuk mengikuti jejak karyawan lain meninggalkan perusahaan. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk memberikan motivasi pada karyawan agar mereka betah di perusahaan?

Melakukan pendekatan secara emosional bisa menjadi solusi terbaik, seperti dengan mengadakan sesi one-on-one antara atasan dan karyawannya. Selain tiap karyawan merasa diperhatikan, kegiatan ini pun bisa mengumpulkan masukan dari karyawan yang bisa digunakan untuk menekan isu trunover.

Mengatakan Team Building

Saat motivasi karyawan untuk bekerja sedang menurun karena banyak sekali rekan kerja yang memutuskan untuk resign, salah besar apabila perusahaan menambah beban kerja mereka. Sebaiknya, perusahaan merencanakan kegiatan yang positif dan bisa menghibur seperti team building untuk memberikan motivasi pada karyawan.

Tak hanya bisa melepas penat bekerja, kegiatan team building pun bisa mempererat keakraban antara atasan dan karyawannya. Apabila kegiatan ini berhasil, secara perlahan isu turnover pun tak akan lebih berpengaruh pada karyawan lain sehingga mereka tak akan memutuskan untuk meninggalkan perusahaan.

Beberapa cara di atas bisa digunakan untuk mengatasi angka turnover yang tinggi. Selain bisa mengganggu kenyamanan karyawan, turnover karyawan tinggi pun bisa berpengaruh pada hasil kerja karena lagi-lagi karyawan lama harus beradaptasi dengan karyawan baru yang tentu saja belum terlalu paham tentang pekerjaan di perusahaan tersebut.