Rekruiter, Hindari 4 Kesalahan Fatal Ini Saat Wawancara Kandidat

Wawancara kerja adalah proses untuk mengetahui keahlian kandidat dan kecocokannya dengan budaya perusahaan. Namun, bukan hanya kandidat saja yang harus berusaha keras untuk tidak membuat kesalahan. Pun HRD sebagai rekruiter agar tidak berujung pada kegagalan mengukur kemampuan dan kecocokan kandidat.

Atau, lebih parahnya lagi, melakukan kesalahan yang memberikan kesan buruk kepada kandidat. Jika ini terjadi, bukan tak mungkin kandidat justru melarikan diri.

Apa saja kesalahan fatal pewawancara yang bisa membuat kesan buruk di mata kandidat?

Kesalahan Fatal Pewawancara Ini Bisa Membuat Kandidat Kabur

Salam yang Tidak Dijawab

Mungkin terdengar remeh, tapi sikap tidak membalas salam kandidat merupakan kesalahan fatal rekruiter. Kandidat akan berpikir buruk terhadap perusahaan. Tak peduli seberapa lelahnya Anda, jangan memberikan aura negatif yang menunjukkan perusahaan tidak peduli dengan karyawannya.

Kandidat akan merasa nyaman jika manajer HR memulai wawancara dengan nada yang casual atau akrab. Atmosfer yang ramah ini akan mendorong mereka untuk lebih terbuka dan memberikan kesan bahwa perusahaan Anda tertarik mengetahui apa saja yang ditawarkan oleh sang kandidat.

Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh yang Buruk

Satu kesalahan fatal pewawancara yang membuat proses tersebut menjadi kaku, tegang, atau tidak menyenangkan adalah bahasa tubuh yang menandakan ketidakramahan. Sikap sederhana seperti tersenyum bisa menunjukkan keramahan yang akan mengubah suasana wawancara. Senyum bukan hanya berperan sebagai salam yang hangat. Namun, bisa mengubah segalanya. Misalnya, senyuman Anda bisa diartikan kandidat bahwa Anda memahami maksud yang ia utarakan.

Namun, menunjukkan ekspresi dan gerakan tubuh yang berlebihan, seperti mengetukkan jari, menggerak-gerakkan anggota tubuh dengan tidak sabar, atau mengerutkan alis secara berlebihan adalah kesalahan fatal pewawancara yang harus dihindari. Perhatikan baik-baik bagaimana bahasa tubuh Anda agar tetap profesional.

Kurang Persiapan

Kandidat yang Anda wawancarai bukan hanya satu-satunya pihak yang harus siap  menjalani wawancara. Sebagai rekruiter, Anda juga harus melakukan hal yang sama. Sayangnya, salah satu kesalahan fatal pewawancara adalah tidak mempersiapkan materi dan bahan yang dibutuhkan sebelum proses itu dimulai. Padahal, pewawancara harus membaca resume kandidat dan dokumen-dokumen lain sebelum memulai mewawancarai kandidatnya.

Luangkan waktu untuk memilih informasi yang paling menarik dari kandidat dan identifikasi pertanyaan yang paling cocok sesuai dengan posisi kandidat. Misalnya, posisi IT, maka Anda harus menyesuaikan dengan tipe tantangan yang ada dalam dunia tersebut. Anda juga bisa menggunakan latar belakang kandidat untuk membuat skenario yang akan membantu Anda untuk mengecek kemampuan problem solving kandidat yang Anda wawancarai.

Respon Buruk terhadap Pertanyaan Kandidat

Selain ditanya dan menjelaskan dirinya, kandidat juga akan belajar mengenai pekerjaan, perusahaan, dan nilai-nilai lain yang relevan lewat wawancara tersebut. Karena itu, kandidat juga butuh bertanya. Jika Anda hanya memberikan jawaban yang generik atau malah menjauh dari topik, Anda malah akan merusak hubungan dan dinamika dalam wawancara tersebut. Jujurlah dan profesional dalam menjawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here