4 Masalah Finansial Generasi Milenial yang Paling Sering Muncul

Finansial para generasi milenial kerap menjadi sorotan karena dianggap lebih banyak bersenang-senang dalam menggunakan uang. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Di masa krisis selama pandemi ini, tidak sedikit pula milenial yang tak siap dengan dana darurat.

Masalah finansial generasi milenial apa saja yang kerap ditemukan? Berikut beberapa fenomena yang sering terjadi di kalangan milenial. Siapa tahu kamu juga mengalami salah satu di antaranya.

Kurang Melek pada Literasi Keuangan

Sebagian generasi milenial ternyata masih belum begitu paham akan literasi keuangan. Meski banyak milenial sudah membiasakan diri menabung, pemahaman akan pentingnya investasi masih minim. Bahkan, banyaknya saldo tabungan tidak menjamin milenial tersebut tahu tujuan keuangannya.

Kurangnya literasi keuangan menjadi masalah finansial generasi milenial. Untungnya zaman sekarang informasi tentang keuangan cukup mudah didapatkan, terutama melalui media sosial. Setidaknya generasi milenial butuh mengikuti beberapa kelas finansial untuk meningkatkan literasi keuangan.

Gaya Hidup Belanja Kurang Terkontrol

Dibandingkan para generasi pendahulu, generasi milenial memang cenderung lebih loyal menggunakan uang untuk berbelanja. Entah itu belanja untuk kesenangan atau untuk memenuhi hobi. Sayangnya, kontrol akan gaya hidup belanja ini agak kurang.

Banyak milenial yang tidak menyadari bahwa biaya untuk kebiasaan kecil minum kopi dapat dialihkan untuk dana investasi. Ya, belanja ala milenial memang sedikit-sedikit tapi nilainya tak terduga setelah diakumulasikan. Hal inilah yang kemudian menjadi masalah finansial generasi milenial.

Baca Juga: #ILoveYou10K, Rencanakan Investasi Finansial Kamu dari Rp10 Ribu

Kurang Memahami Pentingnya Dana Pensiun

Selain kurang paham akan tujuan keuangan, generasi milenial bahkan ada yang lupa akan pentingnya dana pensiun. Padahal, dana pensiun jauh lebih baik dipersiapkan sejak awal bekerja. Namun, tidak jarang sebagian milenial baru memikirkan dana pensiun di pertengahan usia 30-an.

Dana pensiun sendiri sebenarnya bisa tercukupi lewat investasi jangka panjang, misalnya di saham atau reksa dana saham. Generasi milenial harus paham dulu berapa kebutuhan dana pensiun sebelum memutuskan rutin berinvestasi tiap bulannya.

Sering Kali Menunda Pembelian Rumah

Masalah finansial generasi milenial yang terakhir ini cukup sering ditemui. Sebagian milenial sering menunda keputusan untuk membeli rumah. Padahal, memiliki tempat tinggal merupakan salah satu indikator keuangan sehat.

Sama halnya seperti dana pensiun, menyiapkan dana pembelian rumah juga bagus dimulai sejak dini. Sayangnya, masih banyak milenial yang merasa tidak perlu memiliki tempat tinggal terburu-buru. Alhasil, saat sudah berkeluarga pun lebih memilih opsi mengontrak.

Apakah masalah finansial generasi milenial di atas juga kamu miliki? Selagi masih muda, tidak ada salahnya kamu mulai mengevaluasi kondisi keuanganmu saat ini. Pelan-pelan belajar literasi keuangan demi masa depan lebih baik!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here