5 Cara Unik Merekrut Karyawan Baru, Berani Mencoba?

Merekrut karyawan tidak semudah yang dibayangkan. Karena, ada beberapa tantangan yang harus bisa dilalui oleh perusahaan. Dalam hal ini tentunya pihak Human Resource Department (HRD) perusahaan. Efektifitas hasil perekrutan juga tidak terlepas dari cara perekrutan yang dilakukan.

Salah satu tantangan yang harus bisa dihadapi, yaitu sulitnya mendapatkan jumlah kandidat karyawan yang cukup untuk bisa melanjutkan proses seleksi. Menemukan kandidat yang potensial juga bukan urusan yang mudah.

Selain itu, seringkali HRD harus bisa melakukan perekrutan dengan cost per hire atau bujet perekrutan yang terbatas. Padahal perusahaan harus bersaing dengan perusahaan besar untuk mendapatkan kandidat. Oleh karenanya, pihak HRD harus tepat dalam memilih cara perekrutan yang digunakan.

Tapi tahukah kamu, ada beberapa cara unik dalam merekrut karyawan yang mungkin bisa dicoba. Siapa tahu, beberapa tantangan di atas bisa diatasi dengan menggunakan cara-cara tersebut.

Mendatangi Kegiatan Lokal

Kalau biasanya perusahaan memasang iklan lowongan pekerjaan dan menunggu kiriman CV dari kandidat karyawan, kenapa tidak mencoba menjemput bola? Maksudnya, kamu keluar dari kantor dan mendatangi kandidat karyawan. Untuk lokasinya, kamu bisa mendatangi beragam kegiatan lokal.

Semisal, jika perusahaan membuka lowongan teknisi IT, kamu bisa mendatangi pameran komputer. Contoh lainnya, jika yang dibutuhkan barista, kamu bisa mendatangi pameran kopi nasional.

Mulailah percakapan dengan pengunjung dan tanyakan ketertarikan mereka. Siapa tahu, di antara pengunjung ada yang bisa kamu pertimbangkan untuk menjadi kandidat karyawan potensial.

Baca Juga: Tren Rekrutmen Karyawan di Masa Pandemi Covid-19, Kayak Apa Ya?

Merekrut Karyawan Baru dengan Menggelar Kegiatan di Kantor

Tidak bisa keluar kantor? Jangan khawatir, kamu juga bisa mengadakan kegiatan di kantor dengan berbagai tema. Semisal, “mengintip ruang produksi” atau “membedah keuangan perusahaan”. Kamu juga bisa menggelar kegiatan dengan tema lebih santai, seperti “brunch bersama designer”, atau “tea party bersama marketer”.

Undanglah para kandidat untuk mendatangi kegiatan-kegiatan tersebut, lalu cari tahu kandidat mana yang sekiranya bisa kamu pertimbangkan untuk mengisi posisi yang ditawarkan.

Membuat Video Rekrutmen

Selain media mainstream, media sosial juga menjadi tempat bagi kandidat karyawan untuk mencari informasi lowongan pekerjaan. Nah, alih-alih membuat iklan lowongan pekerjaan yang kebanyakan berbentuk teks, pernahkah kamu mempertimbangkan untuk membuat video lowongan pekerjaan?

Dengan cara unik merekrut kandidat karyawan yang seperti ini, diharapkan semakin banyak kandidat karyawan terjaring. Kamu juga lebih mudah mendapatkan kandidat potensial.

Meminta Kandidat Membuat Video

Sebaliknya, kamu bisa meminta kandidat karyawan untuk mengirimkan videonya. Konten video bisa berisikan kandidat yang menceritakan pengalaman kerjanya, kemampuan yang dimilikinya, serta alasan mengapa mereka melamar untuk posisi yang ditawarkan.

Untuk posisi tertentu, tidak ada salahnya kamu mengajukan permintaan khusus. Semisal, menunjukkan portofolio pekerjaan, menunjukkan kemampuan melayani komplain pelanggan atau membuat program komputer.

Iklan Lowongan Kerja di Facebook

Banyak perusahaan yang melupakan kemampuan Facebook dalam menjaring kandidat karyawan. Padahal, lewat kemampuannya melakukan segmentasi, Facebook mampu menyasar target kandidat potensial dengan lebih baik. Selain itu jangkauan Facebook juga cukup luas. Sehingga kamu bisa menjaring banyak kandidat.

Saat ini beriklan di Facebook cukup mudah dilakukan. Keuntungan lainnya, kamu bisa mengurangi biaya perekrutan.

Tentu saja tidak semua cara di atas bisa diterapkan. Kamu tetap harus menyesuaikan dengan industri perusahaan, bujet perekrutan, posisi yang ditawarkan dan beberapa hal lain.

Tapi harapannya, dengan salah satu cara di atas kamu bisa merekrut karyawan dengan cara yang berbeda dari yang sudah-sudah. Siapa tahu, beberapa cara tersebut justru lebih efektif dibandingkan cara-cara yang pernah dilakukan. Selain itu, lebih bisa memperkuat brand perusahaan di mata kandidat karyawan. Berani mencoba?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here