Ternyata Ini 5 Penyebab Perusahaan Tidak Disukai Karyawan

Semua perusahaan pasti melakukan proses seleksi yang cukup ketat saat memilih karyawan. Di sisi lain, karyawan juga berhak memilih perusahaan yang akan menjadi tempat bekerja. Ada hal-hal tertentu yang bisa membuat perusahaan tidak disukai karyawan sehingga turn over karyawan menjadi tinggi.

Beberapa penyebab perusahaan tidak disukai karyawan berikut ini patut dijadikan bahan evaluasi supaya perusahaan bisa memperbaiki kualitasnya secara berkesinambungan:

Kurang Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan

Penyebab perusahaan tidak disukai karyawan yang paling sering terjadi adalah kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan karyawan. Jika ingin karyawan memberikan kontribusi terbaik, maka perusahaan mesti memfasilitasi kesejahteraan melalui berbagai hal.

Misalnya, gaji sesuai beban kerja, fasilitas yang memadai, serta benefit lainnya. Sehingga kondisi kepuasan kerja karyawan dapat tercapai dan karyawan tergerak untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan.

Baca Juga: Info Penting bagi Atasan: 5 Tanda Karyawan Merasa Overwork

Komunikasi Tidak Berlangsung Lancar

Komunikasi merupakan salah satu elemen penting untuk mencapai tujuan perusahaan. Seluruh pihak yang terlibat di perusahaan harus berkomunikasi secara lancar supaya pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Sayangnya, tidak semua perusahaan berhasil mewujudkan komunikasi yang lancar antar pihak yang terlibat di dalamnya.

Akibatnya, banyak kesalahpahaman yang mengganggu operasional bisnis. Hal inilah yang membuat perusahaan tidak disukai karyawan bahkan memicu peningkatan turn over karyawan.

Politik Tak Sehat di Lingkungan Kerja

Tak dapat dipungkiri bahwa politik tak sehat di lingkungan kerja juga membuat perusahaan tidak disukai karyawan. Biasanya politik tak sehat membuat karyawan saling menjatuhkan demi mendapatkan kepercayaan atasan atau meraih jabatan yang lebih tinggi.

Lebih parahnya lagi, politik tak sehat tersebut juga kerap menyebabkan perang dingin dan saling curiga sehingga suasana kerja jadi tidak kondusif. Alhasil, konflik kepentingan antar karyawan pun tak dapat dihindari.

Menghalangi Kemajuan Karier Karyawan

Faktanya, tak sedikit perusahaan yang menghalangi kemajuan karier karyawan. Para karyawan potensial tidak mendapatkan kesempatan promosi jabatan karena perusahaan memprioritaskan karyawan yang lebih senior atau memiliki koneksi kuat dengan atasan.

Akibatnya, perusahaan tidak disukai karyawan potensial dan para karyawan tersebut memutuskan resign demi jenjang karier yang lebih baik di perusahaan lain.

Menetapkan Target yang Tidak Realistis

Semua bisnis memang harus memiliki target supaya dapat mencapai tujuan tepat waktu. Namun, tak sedikit perusahaan menetapkan target yang tidak realistis bagi karyawannya. Bahkan, perusahaan tak segan memotong gaji karyawan secara terus-menerus bila target tidak tercapai. Jika hal tersebut terjadi terus-menerus, perusahaan tidak disukai karyawan dan memiliki tingkat turnover tinggi karena karyawan tidak betah bekerja di perusahaan tersebut.

Perusahaan yang tidak disukai karyawan harus melakukan evaluasi secara berkala agar dapat memperbaiki kesalahan. Semoga kamu termasuk karyawan beruntung karena bisa bekerja di perusahaan yang menghargai kontribusi karyawannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here