Nggak Perlu Gila Jabatan Kalau Mau Karier Cemerlang di Masa Depan

Ambisi yang terlalu tinggi dalam berkarir bisa berubah menjadi sikap gila jabatan. Karyawan yang gila jabatan bukan hanya merugikan perusahaan, tapi juga merugikan dirinya sendiri.

Gila jabatan bisa terjadi di perusahaan yang tingkat persaingannya tinggi. Alias, untuk menempati posisi tertentu, seorang karyawan harus bersaing dengan rekan kerjanya. Bahkan bersaing dengan bawahannya.

Selain karena tingkat persaingan yang tinggi, ambisi pribadi yang terlalu tinggi juga bisa menjadi penyebab seorang karyawan menjadi gila jabatan. Jika kamu punya kecenderungan untuk gila jabatan, berikut ini beberapa hal yang harus kamu pahami.

Gila Jabatan Merusak Karier

Orang yang gila jabatan umumnya melakukan segala cara agar jabatan yang dipegangnya tidak diambil orang lain. Ia juga bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan jabatan yang lebih tinggi. Tidak jarang cara-cara yang dilakukannya merugikan rekan kerja, atau bahkan merugikan perusahaan. Sehingga ia menjadi tidak profesional. Bahkan menjadi toxic bagi lingkungan kerjanya.

Kalau kamu kamu punya keinginan atau ambisi seperti di atas, sadarilah bahwa atasan dan perusahaan selalu menilai semua yang kamu lakukan. Bukan hanya hasil pekerjaan saja tapi juga kelakuan dan perbuatan. Jika penilaian itu negatif, alih-alih jadi mulus, kariermu justru bisa mentok di tengah jalan. Bahkan kamu bisa dipecat karenanya.

Baca Juga: Stuck! Ini Tanda-Tanda Karier Kamu Mandek di Tengah Jalan

Berikan Manfaat untuk Orang Lain

Jabatan atau posisi di perusahaan memang penting, tapi, itu bukan hal yang terpenting. Yang terpenting adalah bagaimana kamu bisa bermanfaat bagi perusahaan dan rekan-rekan kerjamu. Alias, janganlah sekedar menjadi manajer. Tapi cobalah untuk menjadi king maker.

Salah satu caranya, yaitu dengan berbagi informasi, kemampuan dan pengalaman pada rekan kerja. Kalau rekan kerjamu dan perusahaan bisa berkembang, manfaatnya akan dirasakan oleh semua orang. Salah satu yang merasakan manfaatnya tentu dirimu sendiri.

Jabatan Hanya Sementara Lho

Kalau kamu sekarang berada di posisi yang penting atau bergengsi, sadarilah bahwa suatu saat nanti kamu akan berganti posisi. Kamu bisa dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi karena prestasi yang kamu berikan. Mendapat kesempatan seperti itu tentu menyenangkan. Tapi, kamu harus belajar banyak di posisi yang sekarang lho.

Sebaliknya, kamu bisa juga ditempatkan di posisi yang tidak lagi bergengsi, atau bahkan ke posisi yang jauh lebih buruk. Oleh karenanya, hindari sikap gila jabatan. Cobalah untuk selalu memberikan manfaat pada orang lain selagi kamu bisa.

Selain itu, perlakukanlah rekan kerja seperti kamu ingin diperlakukan oleh mereka. Kamu bisa menjadi profesional, sambil tetap menghargai rekan kerja kok. Ingat, dukungan dan bantuan dari rekan kerja akan kamu perlukan dimana saja kamu ditempatkan.

Posisi Penting Hanya Ada di Perusahaan

Di kantor atau perusahaan kamu memang memegang peranan penting. Tapi, posisi atau jabatan yang kamu pegang hanya berlaku di kantor lho. Di luar kantor, posisi kamu setara dengan orang lain. Oleh karenanya, hindari bersikap semena-mena atau tidak adil pada orang lain. Bukankah semua orang punya martabat dan hak yang sama?

Selain itu, seperti juga di kantor, dukungan dan bantuan dari orang lain akan kamu perlukan. Semisal, jika ingin membangun bisnis, kamu tentu membutuhkan bantuan dan dukungan dari orang-orang di sekitarmu. Demikian pula jika kamu memiliki keperluan atau kepentingan yang lainnya.

Ambisi yang terlalu tinggi, apalagi sampai gila jabatan, hanya akan mendatangkan penderitaan. Karirmu bisa terancam karenanya. Karier orang lain juga bisa kena dampaknya. Untuk itu, cobalah untuk menghindarinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here