Woah, Ternyata Ini Alasan Kenapa Anda Lebih Kecanduan Alkohol daripada Minuman Sehat!

Kecanduan Alkohol? Ini Alasan Kenapa Otak Lebih Memilih Alkohol Dibanding Minuman Sehat Lain
Sumber: Caribbean360

Kecanduan alkohol adalah sebuah masalah serius yang banyak dihadapi oleh generasi sekarang. Ada banyak keluarga yag menderita tiap harinya karena salah satu orang dekat mengalami kecanduan terhadap alkohol. Terlepas dari fakta bahwa alkohol dapat merusak tubuh, namun otak kita cenderung untuk memilih alkohol daripada alternatif minuman lain yang lebih sehat. Mengapa hal tersebut terjadi?

Ini yang Terjadi pada Otak saat Seseorang Mengalami Kecanduan Alkohol

kecanduan alkohol
sumber: alodokter

Anda mungkin pernah melihat bila pembungkus alkohol seringkali memiliki catatan di bagian atas yang menyatakan bila minuman ini dapat merugikan kesehatan. Namun demikian, orang-orang masih memilih mengonsumsi alkohol untuk bersantai dan menghibur diri. Orang-orang juga sering mengabaikan fakta bagaimana kebiasaan ini dapat merusak organ dalam.

Para ilmuwan telah mengeksplorasi kecanduan terhadap alkohol dan keluar dengan fakta-fakta serta data sebagai alasan kenapa otak cenderung dan lebih suka memilih alkohol dibandingkan dan minuman lain. Seseorang cenderung menyerah pada kecanduan meskipun sadar bahwa minum alkohol akan membahayakan tubuh dalam waktu jangka panjang dan bisa berakibat kematian.

Faktanya adalah, ilmuwan telah mengindentifikasi perilaku kecanduan alkohol yang dikaitkan pada bagaimana otak kita terhubung. Sebuah mekanisme tertentu di otak harus disalahkan untuk perilaku kecanduan ini. Hasil penelitian membuktikan bahwa mekanisme otak melakukan hal sedemikian rupa yang membuat seseorang ingin tetap minum alkohol.

Baca Juga: Ini yang Terjadi pada Diri Anda Jika Anda Berhenti Mengonsumsi Alkohol

Sebuah studi menggunakan tikus yang dilakukan oleh peneliti dari Linkoping University di Swedia untuk memahami fenomena di balik kenapa otak memilih alkohol. Peneltian ini melibatkan sejumlah tikus yang diberi sedikit dosis alkohol. Ini terjadi bila tikus mau menoleransi denyut syok berdurasi pendek yang sedikit menyakitkan.

Mereka kemudian dilatih untuk mengambil alkohol sebanyak yang mereka inginkan dan kemudian menawarkan alternatif. Altenatifnya adalah seperti kapan pun saat tuas kecil ditarik dan tikus akan diberi air pemanis, namun tanpa menerima bentuk kejutan. Ditemukan bila hampir semua tikus bergerak menjauh dari alkohol untuk bisa masuk pada air berpemanis. Namun, jumlah kecil sekitar 15 persen tikus lebih suka alkohol meskipun harus menerima denyut syok.

Saat dibandingkan dengan manusia, peneliti mengatakan bahwa ada proporsi pecandu alkohol yang mirip di antara manusia. Tikus lebih suka alkohol daripada air berpemanis meskipun mereka harus menanggung syok untuk mendapatkannya. Begitu juga dengan perilaku yang sama pada manusia yang mengalami kecanduan alkohol. Atribut ini masuk pada kecenderungan untuk melanjutkan mengonsumsi alkohol (zat adiktif) meskipun tahu konsekuensi negatif bila melakukannya.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Markus Heilig, seorang profesior di Department of Clinical and Experimental Medicine dan direktur dari Center for Social and Effective Neuroscience, ada sesuatu yang salah dengan kontrol motivasi pada manusia yang memaksa mereka memilih alkohol dalam bentuk kecanduan, meskipun ia tahu bahwa keputusan tersebut punya potensi membunuh dirinya.

Untuk memahami mekanisme di balik kecanduan alkohol, peneliti melakukan studi menyeluruh untuk mengetahui alasan sebenarnya kenapa sebagian tikus memilih alkohol dan bukannya air berpemanis. Ekspresi ratusan gen dalam 5 area berbeda yang menjadi kunci otak tikus yang diukur oleh ilmuwan.

Laporan yang diberikan oleh ilmuwan menyatakan bahwa ada perbedaan besar antara otak normal dan otak yang mengalami kecanduan yang diidentifikasi pada area yang disebut dengan amygdale pada otak. Ini adalah bagian otak yang dikait-kaitkan dengan respon emosional.

Percobaan ini pun dapat membantu ilmuwan untuk mengidentifikasi penyusunan ulang molekul dalam otak. Inilah yang menjadi penyebab kecanduan impulsif dan merusak diri sendiri. Setidaknya sekarang kita tahu bahwa orang yang mengalami kecanduan alkohol memiliki struktur otak berbeda pada area tertentu dibandingkan dengan orang normal lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here