HRD Membuka Lowongan Kerja, Apa Saja Sih Alasannya?

Kamu pasti tahu, jika HRD membuka lowongan kerja, perusahaan yang bersangkutan pasti ingin merekrut karyawan baru. Tapi, benarkah itu alasan satu-satunya HRD membuka lowongan kerja?

Sebagian dari kamu mungkin ada yang pernah mengirimkan CV tapi setelah berminggu-minggu lamanya, barulah HRD menghubungi untuk melakukan wawancara kerja.

Sebagian dari kamu juga mungkin pernah melihat iklan lowongan kerja untuk posisi yang sama, dari perusahaan yang sama, diiklankan berkali-kali. Seolah perusahaan tersebut tidak pernah menemukan karyawan yang cocok untuk mengisi posisi yang diiklankan.

Nah, mengapa situasi diatas sering kali ditemui?. Untuk itu, ada baiknya kamu mengetahui apa saja alasan HRD membuka lowongan kerja di berbagai media. Baik media online maupun offline.

Membuka Lowongan Kerja karena Kebutuhan yang Mendesak

Alasan ini seringkali digunakan HRD untuk membuka lowongan kerja. Yaitu, mendadak karyawan di salah satu posisi mengajukan resign. Bisa juga karyawan tersebut dipromosikan atau dipecat. HRD tentu harus mencari penggantinya.

Jika segala sesuatunya berjalan lancar, umumnya proses mendapatkan kandidat potensial hanya akan memakan waktu dua hingga empat minggu. Bahkan bisa kurang dari itu.

Namun, proses rekrutmen juga bisa berjalan lambat. Salah satu alasannya, HRD sulit menemukan kandidat yang diinginkannya. Bisa jadi karena posisi yang diiklankan membutuhkan kemampuan khusus. Akibatnya, kandidat juga lama mendapatkan informasi dari HRD.

Lamanya pemberitahuan bisa juga disebabkan karena user perusahaan menganggap kandidat yang ada belum cocok untuk mengisi posisi yang diiklankan.

Baca Juga: Segera Kirim CV Kamu, Perusahaan Layak Dilamar Kalau Punya Ini

Rencana Bisnis Perusahaan

Perusahaan yang performanya baik tentunya bisa mengambil keputusan untuk mengembangkan business plan yang dimilikinya. Salah satu langkah yang diambil yaitu dengan membuka lini usaha baru atau cabang baru. Untuk itu, diperlukan karyawan yang bisa mengisi berbagai posisi di lini usaha atau cabang baru tersebut.

Umumnya, jika alasannya karena perusahaan mengembangkan business plan-nya, HRD sudah mengetahui jumlah kandidat yang bakalan diterima sedari jauh-jauh hari sebelumnya. Demikian pula dengan berbagai tenggat waktunya.

Mengisi Database Perusahaan

Alasan mengisi database juga kerap digunakan HRD jika membuka lowongan kerja. Dalam hal ini, posisi yang diiklankan sebenarnya tidak kosong. Hanya saja, HRD menyadari posisi tersebut merupakan posisi yang memiliki tingkat turnover tinggi, alias cukup sering mengalami pergantian karyawan. Bisa juga karena posisi tersebut merupakan posisi idaman di berbagai perusahaan.

Dalam hal ini, HRD akan menerima CV yang masuk lalu mendatanya. Jika suatu saat posisi tersebut kosong, kandidat yang memenuhi kriteria akan dipanggil.

Nah, itulah berbagai alasan mengapa HRD membuka lowongan kerjanya. Karenanya, kamu bisa mendapatkan pemberitahuan dengan cepat. Sebaliknya, bisa saja kamu harus menunggu lama untuk mendapatkan pemberitahuan.

Oleh karenanya, ada baiknya jika merasa HRD terlalu lama memberikan informasi susulan, kamu bisa mencoba untuk mengajukan lamaran ke perusahaan lain. Apalagi jika kamu merasa kamu merasa kebutuhan untuk mendapatkan pekerjaan tidak bisa ditunda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here