Apa Sebenarnya Alasan Karyawan Teladan Keluar? Pahami 3 di Antaranya

alasan karyawan teladan keluar
Sumber : asaecenter

Meskipun Anda tak mau mengakuinya, kemungkinan besar Anda tidak terlalu paham dan memiliki hubungan yang dekat dengan para karyawan Anda. Karena itu, berdasarkan statistik, setiap tahun perusahaan rata-rata kehilangan sepertiga karyawan terbaik mereka. Ini adalah PR besar bagi manajer dan staf departemen HR mana pun. Kini, karyawan memiliki standar yang berbeda sehingga Anda harus pintar-pintar memutar otak untuk membuat mereka betah bekerja di perusahaan Anda. Apa sebenarnya kebanyakan alasan karyawan teladan keluar dari sebuah perusahaan?

Gaya manajemen yang baik adalah kontributor terbesar dari suksesnya sebuah tempat kerja. Sayangnya, masih banyak model kepemimpinan dan pengelolaan ketinggalan zaman yang masih digunakan di tempat kerja. Inilah yang menjadikan berbagai alasan karyawan teladan keluar begitu cepat. Spesifiknya, hal-hal berikut inilah penyebabnya.

Inilah Alasan Karyawan Teladan Keluar dan Cara untuk Menghindarinya

Kurangnya Penghargaan

atasan lebih muda
Sumber: globalnews

Para karyawan paling top, suka maupun tidak suka, pada akhirnya harus selalu membereskan kemalasan atau ketidakpiawaian rekan-rekan kerja atau bahkan atasan langsung mereka. Dan ini mungkin bukanlah hal yang begitu buruk seandainya kontribusi mereka diperhatikan dan dihargai. Sayang, bukannya malah mendapat pengakuan dan penghargaan, yang terjadi malah para karyawan terbaik ini memang dari awal “diharapkan” mau bekerja keras dan mengisi kekurangan anggota tim lain. Dan bisa jadi tak ada imbalan apa pun yang diberikan, bahkan sekadar pujian dan ungkapan terima kasih pun. Tak heran, ini jadi alasan karyawan teladan keluar dari pekerjaannya.

Tak menghargai karyawan yang berkontribusi lebih bisa membuat sang karyawan di dalam hati membenci pekerjaan mereka. Dan jika rasa tidak puas ini berlarut-larut, maka akan jadi alasan karyawan teladan keluar setelah ia mendapat kesempatan baru yang lebih menjanjikan di luar sana.

Baca Juga: Mengapa Resign Setelah Lebaran adalah Keputusan yang Tepat? Ini Alasannya!

Atasan yang Dingin

tidak setuju dengan atasan
Sumber: quickanddirtytips

Para karyawan yang merasakan sebuah kesetiaan atau loyalitas kepada rekan kerja, atasan, pekerjaan, dan perusahaan akan selalu menjaga integritasnya di tempat kerja. Mereka juga akan lebih mungkin bertahan di tempat kerja lebih lama dibandingkan mereka yang tak punya rasa setia. Alasannya pun sederhana, karena pada dasarnya, manusia memang ingin merasa diterima dan punya “rumah”. Nah, jika Anda dan para manajer memperlakukan para karyawan dengan baik, menganggap mereka bagian dari tim, mereka akan merasa menjadi bagian pula dan jadi enggan pindah-pindah. Sebaliknya, jangankan bersikap kasar, jika para atasan memperlakukan karyawan dengan dingin saja, maka ini akan jadi alasan karyawan teladan keluar.

Karyawan bukanlah sekadar tenaga untuk mengerjakan berbagai tugas di perusahaan, mereka adalah orang-orang dengan hidup dan kepribadian yang harus dihormati. Karena itu, cobalah misalnya mengizinkan karyawan cuti liburan, tidak kasar saat mengoreksi kesalahan, dan bersikap simpatis terhadap tantangan yang tak bisa diprediksi.

Memberi Beban Kerja Terlalu Banyak

stres akibat pekerjaan
sumber: vebma

Bekerja terlalu keras dan apalagi sering lembur bisa membuat karyawan merasa kelelahan dan pada akhirnya muak dengan pekerjaan mereka. Ini akan jadi alasan karyawan teladan keluar apalagi karena merekalah yang paling mungkin mendapat pekerjaan lain yang lebih baik di luar sana.

Sebenarnya, memberi beban terlalu besar biasanya adalah akibat dari berbagai hal, termasuk kurangnya staf, beban kerja yang tak dibagi adil, tidak sadar betapa beban karyawan sudah terlalu berat, mengejar profit tanpa mempertimbangkan sisi kemanusiaan karyawan, dan malasnya karyawan lain.

Semua ini bisa dihindari jika para manajer lebih sadar dan sering mengevaluasi diri serta pola kerjanya. Karena itu, ciptakan program untuk saling memeriksa pola manajemen di mana para manajer saling terbuka. Agar tak menjadi alasan karyawan teladan keluar, jadwalkan rapat rutin di mana setiap orang bisa dengan jujur mengungkapkan pendapatnya mengenai beban kerja dan solusi yang disukai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here