Terkesan Sepele, Ini 5 Alasan Pasangan Memilih Putus daripada Harus Bertahan

pasangan memilih putus
sumber: Wattpad

Menjalin hubungan asmara bukan sekadar dibangun atas sayang atau cinta. Komitmen juga sangat dibutuhkan saat dua orang serius berpacaran. Sayangnya, tidak semua orang memiliki landasan yang kuat dalam berpacaran. Jadi, jangan heran jika drama putus-nyambung sering sekali ditemui di dalam pasangan. Drama ini bahkan sering terjadi bagi pasangan muda. Banyak alasan yang membuat pasangan memilih putus daripada melanjutkan hubungan. Meski terasa sakit, keputusan untuk berpisah biasanya dianggap sebagai solusi terbaik dalam suatu hubungan. Berikut adalah beberapa alasan pasangan memilih putus daripada bertahan.

Pasangan Memilih Putus saat Merasa Sudah Tidak Ada Kecocokan

sumber: perspectivesoftroy.com

Meski tidak ada pasangan yang sempurna, kecocokan menjadi kunci penting dalam suatu hubungan. Memang benar bahwa tidak semua hal harus dipaksakan untuk cocok. Namun, kerendahan hati untuk menyamakan frekuensi dan kebiasaan dengan pasangan harus menjadi titik perhatian. Membiarkan ketidakcocokan tanpa ada pembicaraan hanya akan menimbulkan sakit hati bagi salah satu pihak. Jadi, sah-sah saja jika putus karena ketidakcocokan, bukan?

Baca Juga: Sering Cemburu pada Pasangan? Cobalah Hilangkan dengan Tips Ini!

Pertengkaran yang Sering Terjadi Membuat Keputusan Putus Harus Dibuat

sumber: shutterstock

Ketidakcocokan yang terus dipertahankan lama-lama bisa menjadi bom waktu. Buktinya, banyak sekali pasangan yang selalu mewarnai hari dengan pertengkaran. Baik pertengkaran kecil maupun pertengkaran besar, semuanya bisa membuat hubungan renggang. Belum lagi jika frekuensi perselisihan tersebut cukup sering dilakukan. Banyak kok pasangan memilih putus karena lelah bertengkar. Lebih baik putus daripada memaksakan diri untuk terus bersama.

Kurangnya Waktu untuk Bersama Membuat Pasangan Memilih Putus

sumber: iStock

Komunikasi juga menjadi poin penting dalam hubungan berpacaran. Bayangkan saja jika suatu hubungan tidak memiliki komunikasi yang baik. Alih-alih romantis, yang ada justru hanya rasa curiga. Quality time untuk bersama juga penting lho. Baik itu hanya sekadar lewat telepon atau bertemu langsung. Jika pasangan jarang meluangkan waktu untuk bertemu, bisa jadi hubungan menjadi hambar karena hanya sebatas status.

Alasan Paling Klise, Tetapi Paling Banyak Dialami: Bosan

sumber: Huffington Post

Jangan pernah remehkan rasa bosan dalam suatu hubungan. Banyak hal yang memicu munculnya rasa bosan. Entah itu terlalu sering bertemu, hubungan yang terlalu datar, hingga merasa perasaan untuk pasangan sudah hilang. Memang terdengar sangat klise ya. Namun, ternyata banyak juga lho pasangan memilih putus hanya gara-gara bosan. Untuk itulah sangat perlu memiliki komitmen dalam berpacaran bukan?

Ketika Ada Cinta Lain yang Hadir, Wajar Jika Putus Menjadi Solusi

sumber: Wattpad

Selain bosan, alasan paling realistis kenapa harus putus adalah hadirnya cinta yang lain. Kejadian semacam ini bukan sekadar cerita drama yang sering ada di televisi lho. Ketika suatu hubungan mulai sedikit hambar, maka kehadiran sosok lain bisa mengubah perasaan seseorang. Jatuh cinta  kembali ketika sudah berpacaran dengan seseorang pasti pernah dialami banyak orang. Lagi-lagi ini menjadi alasan pasangan memilih putus. Buat apa bertahan pada sebuah perasaan yang jelas-jelas sudah berubah?

Dari beberapa alasan pasangan memilih putus tadi, adakah yang pernah kamu alami? Sekali lagi, putus dan nyambung adalah dua hal yang wajar dalam suatu hubungan. Namun, kamu perlu ingat bahwa belajar memiliki komitmen dalam berpacaran juga sangat dibutuhkan agar kejadian serupa tidak terulang.

Beri komentar Anda tentang artikel ini