Inilah Alasan Mengapa Perbaikan Diri Tidak Selalu Baik

Perbaikan diri atau lebih dikenal dengan self-improvement memang selalu terdengar positif. Selain itu, mengembangkan diri menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan nilai atau value dan perubahan yang signifikan. Sisi ambisius kamu juga menjadi ciri khas dari seberapa sering kamu melakukan self-improvement dalam hidupmu. Namun tahukah kamu jika melakukan perbaikan diri secara terus menerus terkadang menjadi buruk?

Saat memerbaiki sesuatu, itu artinya ada yang salah. Kemudian muncul pemikiran negatif ketika kamu terus menerus melakukan improvisasi. Selalu ada yang salah dengan dirimu, maka kamu terus menerus ingin melakukan perubahan.

Jika kamu berhenti melakukan self-improvement, maka kamu tidak lagi memiliki nilai. Mindset ini akhirnya tidak lagi positif, tapi malah menyebabkan insecurities atau rasa tidak aman. Berikut ini beberapa alasan yang membuat self-improvement secara konstan tidak selalu baik:

Kita Semua Berpotensi, Tapi Kita Tidak Sempurna

Bagi kamu yang berusaha meningkatkan nilai dalam diri hanya karena tidak percaya diri, kamu keliru. Mengembangkan diri dilakukan untuk menambah nilai, bukan karena rasa tidak aman. Kamu memiliki kontrol penuh untuk melakukan improvisasi dalam diri, karena kamu memiliki potensi.

Jika tujuan perbaikan diri positif, maka lakukanlah. Melakukan improvisasi terus menerus bisa jadi membuat kamu tidak menerima dirimu sendiri, dan ini buruk!

Baca Juga: 4 Kegiatan Self Improvement yang Bisa Kamu Lakukan Selepas Bekerja

Perbaikan Diri akan Gagal bila Terjebak dalam Tujuan yang Tidak Realistis

Ungkapan tidak ada yang tidak mungkin selama kamu mau berubah seringkali menjadi keliru. Mengubah impossible to possible memerlukan strategi dan perencanaan yang matang. Melakukan improvisasi berkelanjutan untuk mencapai tujuan yang tidak realistis sangat berbahaya jika kamu gegabah.

Ini bisa menjebak kamu dan menyebabkan salah sasaran. Jangan mencoba menjalani gaya hidup yang tidak mungkin tercapai.

Lupa Bersyukur dan Tidak Menerima Diri Sendiri

Saat kamu melakukan perbaikan diri karena merasa di luar sana ada yang jauh lebih baik, maka ini tidak baik. Melakukan improvisasi tidak bisa dilakukan dengan membandingkan apa yang ada di dalam diri kamu dengan milik orang lain. Setiap orang memiliki kelabihan dan kekurangan masing-masing.

Yang menjadi masalah adalah apakah kamu bersyukur dan menerima itu atau tidak. Jika kamu gagal untuk menerima dirimu sendiri, sebanyak apapun kamu melakukan improvisasi, maka tidak akan pernah merasa puas dengan kualitas dan nilai dalam dirimu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here