Kenapa Perusahaan Masih Menyimpan CV Para Pelamar Kerja?

Perusahaan biasanya masih menyimpan CV para pelamar kerja untuk jangka waktu tertentu. Entah itu pelamar kerja yang diterima maupun ditolak, semua CV masih didokumentasikan dengan rapi sebagai arsip. Dokumentasi tersebut bisa dalam bentuk database atau pun hard file.

Jika proses rekrutmen dilakukan secara digital, otomatis data pelamar dan CV masuk ke dalam sebuah sistem bernama Applicant Tracking System (ATS). Sistem ini mempermudah rekruter untuk mengecek kembali semua data pelamar kerja yang pernah masuk.

Lalu, mengapa perusahaan menyimpan semua CV tersebut? Bukankah proses rekrutmen yang sudah selesai seharusnya juga termasuk merapikan semua CV masuk? Berikut beberapa alasannya!

Memudahkan Proses Audit Internal Perusahaan

HR biasanya memiliki target kerja atau KPI tersendiri dalam bekerja. Saat ada audit internal perusahaan, HR menyimpan semua database pelamar kerja sebagai bukti dari proses rekrutmen. Database itulah yang kemudian akan mempermudah auditor dalam menilai kinerja HR.

Tiap perusahaan biasanya memiliki kebijakan tersendiri untuk menentukan rentang waktu pembaharuan penyimpanan CV. Biasanya perusahaan menyimpan CV yang masuk antara satu hingga lima tahun. Setelah lewat batas itu, CV para pelamar kerja pun akan dihancurkan lalu dibuang.

Mempercepat Proses Rekrutmen Karyawan Baru

Bagi perusahaan yang memiliki turn over tinggi, database pelamar kerja lama biasanya sangat dibutuhkan. Apalagi jika ada kasus karyawan resign cukup mendadak. Itu sebabnya, perusahaan memilih menyimpan CV pelamar kerja yang dinilai cukup potensial saat proses rekrutmen.

Data-data para pelamar lama bisa menjadi jalan pertama untuk dihubungi perusahaan. Andaikan perusahaan beruntung, bukan tidak mungkin kandidat potensial bisa lebih cepat didapat. Para pelamar kerja berkualifikasi cukup baik biasanya akan ditempatkan di dokumen tersendiri oleh HR.

Baca Juga: Awas, Rekruter Sekarang Mulai Kepo dengan Media Sosial Pelamar Kerja!

Perusahaan Hendak Merekrut untuk Posisi dan Waktu Berbeda

Namun, ada kalanya juga perusahaan mendapati seorang kandidat bagus yang sayangnya belum bisa direkrut saat itu juga. Dalam kasus ini, perusahaan langsung menyimpan CV kandidat tersebut untuk menghubunginya lagi di lain waktu. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kandidat itu justru akan ditawari posisi lain.

Perekrutan kandidat potensial yang tertunda ini sangat sering terjadi. Ada kalanya perusahaan sengaja menunggu waktu yang tepat untuk memasukkan orang tersebut. Misalnya, dengan menawari posisi lain dengan penawaran gaji lebih baik.

Keputusan perusahaan menyimpan CV para pelamar kerja dalam rentang waktu tertentu ternyata bukan hanya sebagai bahan database saja. Sering kali dokumen-dokumen tersebut dibaca ulang untuk merekrut karyawan baru di waktu berbeda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here