High Performer: Ini Alasan Perusahaan Lebih Menyukainya

Setiap perusahaan mendambakan memiliki karyawan yang produktif, serta mampu membawa perusahaan menuju visi dan misi yang sudah ditetapkan. Namun di sisi lain, perusahaan sebenarnya memilih memiliki karyawan yang high performer ketimbang overachiever lho. Mengapa?

Karyawan overachiever memang selalu bisa menyelesaikan tugas dan pekerjaannya. Namun, seringkali ia melakukannya dengan cara kerja yang berbeda. Tidak jarang ia menyalahi aturan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Oleh karenanya, overachiever dianggap berpotensi menyabotase perusahaan atau rekan kerjanya. Selain itu, overachiever juga ingin diperlakukan berbeda dengan karyawan lainnya. Meski demikian, ia lebih cepat burnout dibandingkan karyawan lain.

Bagaimana dengan high performer? High performer atau karyawan berkinerja tinggi bukan hanya memiliki produktivitas yang tinggi. Lebih dari itu, karyawan seperti ini punya kelebihan lain yang membuat perusahaan menyukainya. Apa alasannya? Bagaimana pula caranya agar bisa menjadi karyawan berkinerja tinggi?

Kenapa Sih Perusahaan Menyukai High Performer?

Seperti juga overachiever, karyawan high performer bisa menyelesaikan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Namun, bagi karyawan yang seperti ini, kesuksesan juga diukur dari seberapa banyak masalah bisa diselesaikan, serta seberapa efisien ia bisa bekerja. Selain itu, ia tidak lupa mengembangkan kemampuan dan memperluas jaringan kerja saat menyelesaikan tugas dan pekerjaannya.

Di sisi lain, high performer gemar membantu rekan kerjanya. Di sela-sela pekerjaannya ia juga tidak lupa untuk berlibur dan menyalurkan hobinya.

Baca Juga: Sering Mengalami Tanda-Tanda Ini? Mungkin Kamu Sosok Overachiever!

Agar Menjadi Karyawan Berkinerja Tinggi, Lakukan Ini

Untuk menjadi karyawan berkinerja tinggi, tentu saja kamu harus rajin dalam bekerja. Dengan rajin bekerja kamu akan memiliki produktivitas yang tinggi. Lebih dari itu, kamu harus selalu mengembangkan skill dan kemampuan. Baik hard skill maupun soft skill.

Agar menjadi karyawan berkinerja tinggi, hindari menyelesaikan pekerjaan karena itu merupakan kewajibanmu. Sebaliknya, berfokuslah pada proses dan kualitas hasil kerja. Ingat, setiap pekerjaan memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. Dengan berfokus pada proses dan hasil kerja, kemampuan dan pengalamanmu akan bisa berkembang.

Saat mengalami kegagalan, cobalah mencari tahu penyebab kegagalan tersebut. Kamu juga harus terbuka untuk saran yang diberikan oleh atasan atau rekan kerja. Bahkan kamu harus selalu berusaha mendapatkan saran. Selain agar kamu bisa melakukan perbaikan, saran juga membuatmu bekerja dengan lebih baik.

Karyawan yang berkinerja tinggi juga memiliki dua kemampuan yang membedakannya dengan karyawan lain. Yaitu, kemampuan untuk mengidentifikasi masalah dan kemampuan untuk mengambil keputusan. Cobalah untuk selalu mengembangkan kemampuan tersebut.

Terakhir, kamu harus belajar mengelola stres dan burnout. Caranya dengan menerapkan work-life balance.

Dengan menjadi high performer kamu bisa terus membantu perusahaan mencapai visi dan misinya. Di sisi lain, menjadi high performer menjadikanmu bisa merintis karier dengan lebih baik dan mudah mencapai tujuan yang sudah direncanakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here