Awas, Rekruter Sekarang Mulai Kepo dengan Media Sosial Pelamar Kerja!

Pelamar kerja sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Pasalnya, rekruter kini mulai mendalami karakter para pencari kerja dari akun media sosial yang dimilikinya. Di era serba canggih ini, begitu mudah mendapatkan informasi mengenai seseorang bukan?

Tanpa sadar, penggunaan media sosial secara tidak langsung bisa mencerminkan kepribadian si pemilik akun. Jadi, jangan heran ya kalau rekruter kemudian memilih berselancar di dunia maya demi mengenal para kandidatnya secara lebih jelas. Bagaimana ya cara kerja media sosial para pelamar kerja bisa menentukan keputusan rekruter?

Keseharian Pelamar Kerja Terlihat dari Media Sosial

Bagi pelamar kerja yang mencantumkan media sosial di CV, maka rekruter pasti tertarik mengintip akun tersebut. Kita tidak bisa memungkiri kalau sekarang hampir semua gerak-gerik dan keseharian kita bisa terekam di media sosial. Hal inilah yang kemudian menjadi minat para rekruter.

Apa yang tercantum di CV bisa dibuktikan sekaligus diverifikasi di media sosial. Tidak jarang juga beberapa rekruter memilih menolak sebagian kandidat hanya karena tidak sreg dengan sosoknya di media sosial. Keseharian pelamar kerja dapat mencerminkan attitude sebenarnya yang kemudian jadi perhatian bagi rekruter.

Attitude dalam Bermedia Sosial Juga Jadi Sorotan

Jangan salah, cara para pelamar kerja menggunakan media sosial juga menjadi sorotan. Hal ini bisa dilihat dari komentar yang ditinggalkan di berbagai unggahannya. Jenis konten yang diunggah sendiri dapat mencerminkan kepribadian pelamar kerja.

Di zaman sekarang, menjaga attitude di media sosial tidaklah mudah. Sudah banyak sekali orang yang menggunakan media sosial dengan sangat tidak sehat. Misalnya, melemparkan komentar penuh kebencian, menyebarkan konten tak bermanfaat, dan lain-lain.

Baca Juga: Pahami Etika Mencari Lowongan Kerja Ini Saat Menggunakan Media Sosial

Pelamar Kerja Sebaiknya Bijak Mengunggah Konten

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan para pelamar kerja pada media sosial yang dimilikinya? Jawabannya hanya satu, yaitu bijaklah dalam mengunggah konten. Media sosial pribadi jelas akan ditelusuri mendalam oleh rekruter, jadi hindari melakukan hal-hal tak pantas di sana.

Jangan sampai segala kemampuan dan keterampilan yang dimiliki seketika tak dipandang rekruter hanya karena attitude di media sosial tidak benar. Menelusuri jejak kandidat karyawan sendiri sudah mulai sering dan banyak digunakan para rekruter. Jadi, berhati-hatilah mencantumkan info media sosial di CV jika tidak ingin kena batunya.

Mari kita cek ke diri masing-masing, sudahkah penggunaan media sosial kita aman untuk ditelusuri oleh rekruter? Yuk, mulai belajar bijak bermedia sosial!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here