Ini Alasan Kenapa Karyawan Resign Meski Tanpa Pekerjaan Pengganti

Fenomena karyawan resign tanpa memiliki pekerjaan pengganti sepertinya semakin sering terjadi. Tidak jarang sebagian kecil orang merasa yang terpenting adalah keluar dari perusahaan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah mencari pekerjaan kembali di masa menganggur.

Resign tanpa pekerjaan pengganti jelas sangat mengandung risiko. Terutama buat mereka yang kondisi finansialnya masih kurang sehat. Berbagai kebutuhan untuk sehari-hari jelas harus dipenuhi dan hanya dapat dilukakan dengan bekerja.

Lalu, kenapa masih ada juga karyawan yang nekat resign meski belum punya rencana bekerja lagi? Setidaknya ada tiga alasan besar berikut ini yang melatarbelakanginya.

Burnout Semakin Parah

Tekanan kerja berlebihan, jam kerja gila-gilaan, hingga rasa jenuh berkepanjangan dapat membuat stres. Hal ini dapat berujung pada burnout kerja yang semakin parah. Alhasil, karyawan merasa sudah tak bisa lagi berbahagia atau pun menikmati pekerjaan yang dijalaninya.

Inilah penyebab utama karyawan resign tanpa memikirkan pekerjaan pengganti. Kondisi kesehatan mental menurun jelas menjadi alasannya. Apalagi jika ternyata kondisi buruk ini berlangsung bertahun-tahun tanpa sempat punya waktu untuk meredakan gejalanya.

Lingkungan Kerja Tidak Sehat

Selanjutnya, ini bukan hanya tentang beban kerja tinggi. Beberapa karyawan nekat resign tanpa pekerjaan pengganti karena sudah tidak tahan dengan orang-orang kantor. Lingkungan kerja yang tidak sehat sering kali membuat karyawan kehilangan kenyamanan dalam bekerja.

Bentuk dari lingkungan kerja yang tidak baik pun beragam. Mulai dari kebiasaan bergosip yang parah, sifat atasan yang toxic, hingga budaya kerja yang kotor. Sehebat apa pun kemampuan seorang karyawan, niscaya dia lama-lama akan tenggelam di lingkungan kantor yang tidak sehat.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Memilih Lingkungan Kerja yang Salah, Duh!

Membutuhkan Work Life Balance

Pada akhirnya, dua alasan sebelumnya membawa karyawan sadar akan pentingnya work life balance. Kehidupan pekerjaan sudah terlalu jauh menyita waktu dan perasaan. Sampai-sampai banyak karyawan kehilangan waktu untuk kehidupan pribadi, entah itu sekadar “me time” atau waktu dengan keluarga.

Resign tanpa pekerjaan pengganti bukanlah menjadi masalah besar jika karyawan tersebut lebih mementingkan work life balance. Nantinya dia akan mencari pekerjaan dengan mengutamakan poin ini. Di zaman sekarang, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan kebutuhan akan memiliki pekerjaan.

Tidak semua orang berani ambil risiko memilih resign tanpa pekerjaan pengganti. Namun, andai kesehatan mental sudah mulai menurun, pilihan tersebut layak dilakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here