Situasi di Tempat Kerja Berubah? Cegah Stres dengan Melakukan Ini

Situasi di kantor atau tempat kerja bisa berubah kapan saja. Saat ada perubahan, karyawan umumnya mengalami ketidaknyamanan. Bahkan tidak jarang menjadi stres karenanya.

Perubahan situasi kerja bisa disebabkan oleh banyak hal. Di antaranya, mendapatkan atasan baru, rekan kerja dipromosikan, penyesuaian aturan perusahaan, atau permintaan pelanggan yang berubah.

Berbagai perubahan diatas akan berpengaruh pula pada perubahan rencana dan proses kerja. Karena kedua perubahan itu, karyawan sering menjadi stres karenanya. Nah, untuk menghindarinya, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

Mengelola Emosi Saat Situasi Kerja Berubah

Saat ada perubahan situasi kerja ada banyak emosi yang dirasakan karyawan. Di antaranya marah, serba salah, dan panik. Agar bisa tetap nyaman bekerja, kamu harus mengelola semua emosi yang muncul. Namun bukan berarti kamu tidak boleh menyalurkan emosi tersebut. Kalau ingin memarahi rekan kerja lakukan dengan bijak tanpa menyakiti perasaannya.

Kalau rencana kerja berubah, kamu juga bisa berhenti sejenak melanjutkan pekerjaan. Tenangkan diri lalu kembali lanjutkan bekerja. Yang terpenting, berfokuslah pada solusi dan bukan pada masalah yang ada.

Baca Juga: Cerdas Kelola Emosi! Resep Halau Stres di Tempat Kerja

Mengidentifikasi Penyebab Ketidaknyamanan

Agar lebih mudah dalam mengelola emosi kamu harus bisa mengidentifikasi penyebab emosi. Semisal, apakah situasi dan rencana kerja berubah karena rekan kerja dimutasi? Apakah karena perusahaan memangkas biaya operasional? Atau karena adanya kenaikan target penjualan?

Selanjutnya, cobalah untuk mengetahui apakah perubahan situasi ini menyebabkan terjadinya resiko atau kerugian. Jika ya, maka kamu harus meminimalkan kerugian tersebut. Agar, perubahan yang ada tidak menyebabkan efek negatif yang berkepanjangan.

Fleksibel Saat Ada Perubahan di Tempat Kerja

Perubahan situasi atau rencana kerja bisa terjadi karena adanya perubahan tujuan, perubahan situasi atau perubahan kebijakan perusahaan. Dalam hal ini kamu harus fleksibel dalam menyikapinya. Terimalah keadaan dengan lapang dada.

Selanjutnya, berfokuslah pada apa yang bisa dikontrol. Mencurahkan pikiran untuk hal-hal yang tidak mampu dikontrol hanya akan membuatmu menjadi tidak nyaman. Bahkan kamu bisa menjadi stres karenanya.

Berkomunikasi dan Berkoordinasi

Agar perubahan situasi atau rencana kerja tidak menyebabkan masalah yang lebih besar, kamu dan rekan kerja harus terus berkomunikasi. Hilangnya koordinasi akan menyebabkan kamu dan rekan kerjamu kesulitan menjalani masa transisi. Bahkan bisa membuatmu tidak mampu menghasilkan produk atau layanan yang diinginkan pelanggan. Kamu tentunya tidak menginginkan hal ini terjadi bukan?

Meski bisa bikin kamu tidak nyaman dan stres, perubahan situasi kerja akan terus berlangsung. Yang harus dipahami, perubahan umumnya akan membuat proses kerja semakin baik. Sehingga produk atau layanan yang dihasilkan juga semakin baik kualitasnya. Yang terpenting, kamu harus tahu bagaimana menyikapi dan beradaptasi dengan perubahan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here