Setelah Singapura, Antler Siap Gelar Startup Generator di Indonesia

Antler telah melahirkan empat startup Indonesia melalui program startup generator enam bulan. (Foto: Job-Like Magazine)

Ada tiga kesalahan umum yang dilakukan founder perusahaan rintisan, menurut Jussi Salovaara, salah satu pendiri dan Managing Partner Antler, startup generator asal Singapura. Pertama, kebanyakan founder melakukan kesalahan dalam memilih rekan kerja atau tim bisnisnya.

Padahal, rekan kerja merupakan faktor vital dalam membangun sebuah bisnis, terutama untuk bisnis yang baru merangkak. Kecocokan dalam pola berpikir dan bertindak diperlukan dalam melakukan kerja sama.

Kesalahan kedua, yaitu, founder gagal memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Alhasil, produk atau servis yang ditawarkan tidak menarik minat konsumen. Terakhir, kesalahan dalam mencari pendanaan.

Tiga kesalahan umum yang menimpa para entrepreneur ini mendorong kelahiran Antler pada 2017 silam. Antler berperan sebagai startup generator yang fokus membantu calon entrepreneur untuk membangun bisnisnya sejak fase awal.

Baca Juga: Founder Passpod Ungkap Alasan Kenapa Banyak Startup Gulung Tikar

Berbeda dengan startup incubator ataupun startup accelerator, Antler menekankan fokus mereka untuk menjaring individu-individu yang berkeinginan terjun ke dunia bisnis, namun belum memiliki tim dan kematangan model bisnis. 

“Kebanyakan individu sudah memiliki ide tetapi belum tahu harus memulai dari mana. Kami membantu mereka untuk memoles dan mengembangkan idenya, lalu mempertemukan dengan rekan bisnis atau timnya, kemudian membantu dalam pendanaan,” bilang Jussi dalam konferensi pers kemarin.

Antler Targetkan Investasi 20 Startup Indonesia per Tahunnya

Sejak didirikan di Singapura, Antler telah menggelar dua program generator. Kini Antler membidik pasar Indonesia yang disebut Jussi memiliki potensi besar namun masih minim ekosistem bagi calon-calon entrepreneur untuk mengembangkan idenya.

Melalui Antler, calon-calon entrepreneur berkesempatan menjalani pelatihan selama enam bulan untuk mematangkan ide bisnisnya. Antler sendiri telah melahirkan empat startup asal Indonesia melalui program generator yang digelar di Singapura. Yaitu, startup Sampingan, Base, Robin, dan Bubays.

“Indonesia spesial buat kami karena beberapa perusahaan menarik yang telah muncul berasal dari Indonesia. Setelah melihat beberapa aksi superstar, kami memutuskan untuk datang ke Indonesia,” jelas Jussi.

Kami ingin menemukan calon pebisnis potensial di Indonesia dan membantu lebih banyak founder untuk mewujudkan mimpi mereka dan membangun bisnis mereka dengan sukses,” lanjutnya.

Antler menargetkan untuk berinvestasi dan melahirkan setidaknya 20 startup Indonesia setiap tahunnya. Program generator selama enam bulan untuk pasar Indonesia akan digelar Antler perdana di Jakarta pada paruh pertama tahun 2020.

Lalu, bagaimana tahapan program generator enam bulan yang ditawarkan Antler?

  1. Antler membantu founder menemukan co-founder yang tepat sehingga timnya akan kuat.
  2. Tahap memvalidasi masalah dan ide. Founder harus mengetes ide-ide produknya.
  3. Keputusan investasi. Founder melakukan pitching di hadapan komite investasi Antler.
  4. Tahap menciptakan produk dan mulai menarik perhatian konsumen.
  5. Melakukan demo untuk mendapatkan investasi dari Angel Investor dan Venture Capital.
  6. Tim dan penasehat Antler terus memberikan dukungannya kepada startup rintisannya, termasuk dukungan dari para founder alumni Antler.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here