Apakah Cover Letter Benar-Benar Dibaca oleh Rekruter?

Seringkali sejumlah pencari kerja bertanya pada saya, apakah fungsi sebenarnya dari Cover Letter, atau “kata pengantar” dalam sebuah surat lamaran kerja/CV?

Jika kita merujuk pada fungsi Cover Letter yang umum, maka sebenarnya fungsi utamanya adalah semacam “sopan santun” kepada rekruter, bahwa kita memang dalam posisi mau melamar lowongan kerja. 

Cover Letter adalah norma/kebiasaan yang sebenarnya berasal dari tata-cara lamaran kerja di era Boomer dan Gen X, yang memang terbukti masih baik adanya untuk kita lakukan di era modern ini, malah seharusnya kita pertahankan sebagai bentuk penghormatan kita akan etika komunikasi.

Namun faktanya, mayoritas rekruter tidak punya cukup banyak waktu untuk membaca satu per satu CV dengan durasi lama, karena tekanan target pekerjaan. Rekruter perusahaan besar multinasional bahkan hanya punya waktu kurang dari 10 detik untuk membaca per satu CV.

Sehingga timbul pertanyaan, apakah Cover Letter kita benar-benar dibaca oleh rekruter? 

Maka saya akan merangkum sejumlah pertanyaan dan jawaban yang berhubungan dengan Cover Letter.

Pertanyaan 1: Seberapa pentingkah fungsi Cover Letter bagi rekruter?

Jawab: Kita tidak dapat secara pasti menentukan rekruter mana yang mementingkan dan membaca Cover Letter, dan rekruter mana yang tidak mementingkan dan tidak membaca Cover Letter.

Baca Juga: Tak Perlu Panjang, Ini Cover Letter untuk Mencuri Perhatian HRD

Tidak ada jaminan bahwa perusahaan berskala besar/multinasional, atau perusahaan startup/UMKM; membaca atau tidak membaca Cover Letter dari para kandidatnya.

Ada saja rekruter di perusahaan besar yang betapa pun mendapatkan kiriman ribuan CV per hari, masih menyempatkan diri membaca Cover Letter para kandidat. Namun ada juga rekruter di perusahaan berskala tidak besar, yang tidak peduli pada Cover Letter.

Jika kondisinya demikian, maka kebijakan terbaik adalah menyertakan Cover Letter dalam setiap CV yang kita kirimkan, jika memang memungkinkan. Siapa tahu CV itu jatuh ke tangan rekruter yang memang peduli dan mau membaca Cover Letter. 

Pertanyaan 2: Apakah Cover Letter harus dalam satu halaman tersendiri, atau dapat kita pasangkan di badan e-mail?

Jawab: Tergantung bagaimana nyamannya kita sebagai pelamar. Selama isinya terstruktur dengan baik, dengan narasi yang jernih tentang jati diri dan kompetensi kita; maka hasilnya dapat kita harapkan positif juga, di mana pun redaksi Cover Letter itu kita letakkan.

Sejumlah pelamar mengambil langkah praktis. Konten CV-nya baku, namun Cover Letter yang berubah-ubah sesuai perusahaan yang dituju, diletakkan di badan email. Ini baik juga.

Pertanyaan 3: Apakah redaksi Cover Letter yang keren akan menjamin kita pasti mudah diterima kerja?

Jawab: Tidak pernah ada jaminan kemudahan atau kecepatan diterima bekerja. Tapi di tengah atmosfer persaingan pencarian kerja yang semakin kompetitif, tentunya kita harus mengusahakan apa pun demi memperbesar kemungkinan terbaik pada proses rekrutmen yang tengah kita jalani.

Kita membangun redaksi Cover Letter sebaik mungkin, terutama bukan karena ada jaminan cepat atau mudah diterima kerja, tetapi karena memang itulah identitas & jati diri kita sebagai pelamar kerja yang memahami etika komunikasi terbaik.

Pertanyaan 4: Apa saja yang seharusnya dicantumkan di Cover Letter?

Jawab:

  1. Kata pengantar dengan sopan-santun dan tata-bahasa yang baik.
  2. Penjelasan tentang kita mau melamar ke posisi apa di perusahaan itu.
  3. Penjelasan tentang Career Goal, Kompetensi Utama, dan Kompetensi Pendukung kita.
  4. Penjelasan sekilas tentang pengalaman karier terakhir kita (jika bukan FreshGrad).
  5. Alasan rasional mengapa kita layak menduduki lowongan kerja tersebut (terkait dengan Kompetensi Utama/pengalaman).
  6. Penjelasan singkat tentang apa saja nilai tambah yang akan perusahaan dapatkan, jika mempekerjakan kita di dalamnya (terkait dengan Kompetensi Pendukung, karakter positif, dan sejumlah faktor non-teknis lainnya).
  7. Bila lowongan/perusahaannya ada di luar kota domisili kita, nyatakanlah bahwa kita siap menjalani proses rekrutmen dengan biaya sendiri (jika perusahaan tidak menyediakan pembiayaan), siap merantau, dan keluarga telah mengijinkan.

Pertanyaan 5: Apakah sebaiknya Cover Letter redaksi bersifat personal, atau dapat di-batch ke banyak penerima secara universal?

Jawab: Tergantung level jabatan yang akan kita lamar. Umumnya untuk lowongan di level Supervisor atau lebih tinggi, sebaiknya menyusun Cover Letter yang bersifat personal.

Untuk nama lengkap Rekruter, HR Manager, atau User; termasuk jabatan lengkapnya; sebaiknya ditulis dengan lengkap dan akurat. Itu akan menambah kemungkinan penilaian positif rekruter terhadap kita sebagai pelamar.

Pertanyaan 6: Apakah Cover Letter efektif di Job Portal, atau terbatas di CV yang dikirimkan via email?

Jawab: Untuk CV yang diletakkan di Job Portal, sebaiknya memang menyertakan Cover Letter, namun redaksinya dapat dibuat secara umum saja, tidak perlu personal (lihat uraian Pertanyaan 5). Yang paling penting adalah Cover Letter pada CV yang diletakkan di Job Portal tersebut mengandung poin-poin yang telah diuraikan di Pertanyaan 4.

Pertanyaan 7: Apakah Cover Letter sebaiknya berbahasa Inggris atau cukup berbahasa Indonesia saja?

Jawab: Disesuaikan dengan tingkat kecakapan B. Inggris yang kita miliki. Jika kita fasih, tentu itu harus diperlihatkan di keseluruhan redaksi Cover Letter dan CV.

Namun jika kita tidak fasih berbahasa Inggris, lebih baik menggunakan B. Indonesia saja. Itu lebih baik daripada ketika kita mati-matian berusaha tampak fasih berbahasa Inggris di Cover Letter dan CV (dengan menggunakan jasa interpreter B. Inggris), namun ketika dipanggil wawancara, ternyata Rekruter mendapati bahwa kecakapan B. Inggris (conversation) kita tidak sebaik apa yang ditampilkan di Cover Letter atau CV.

Selamat memaksimalkan Cover Letter, sebagai etalase utama agar Rekruter tertarik dan bersedia melihat CV kita lebih mendetail…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here