Ageism: Apakah Usia Memengaruhi Jalan Kariermu?

Diskriminasi hendaknya tidak membuat karier karyawan mentok di tengah jalan. Baik diskriminasi agama, ras maupun latar belakang. Bentuk lain dari diskriminasi yang juga harus dihindari adalah ageism.

Ageism merupakan sikap, aturan atau ketentuan yang membeda-bedakan karyawan berdasarkan usianya. Semisal, kandidat karyawan dianggap terlalu muda untuk menempati posisi tertentu. Meskipun sebenarnya, ia memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk menempati posisi tersebut.

Sebaliknya, diskriminasi usia juga bisa terjadi jika karyawan dianggap sudah berumur atau terlalu tua untuk menempati posisi/jabatan tertentu.

Jika kamu menemukan praktek ageism saat melakukan wawancara kerja, atau saat kamu meniti karier di perusahaan, beberapa hal ini bisa membantumu untuk mengatasinya.

Tips Mengatasi Ageism Saat Mencari Kerja

Hampir semua perusahaan memberikan batasan usia saat melakukan seleksi penerimaan karyawan. Jika merasa atau dianggap terlalu muda, cobalah untuk meyakinkan rekruter bahwa kamu berencana bekerja di perusahaannya selama mungkin. Kamu bisa menyampaikan: “Saya sangat menikmati bekerja, saya juga senang mempelajari hal baru dan berencana untuk bekerja di perusahaan Anda selama mungkin”.

Kamu juga harus meyakinkan rekruter bahwa meskipun berusia muda, kamu punya cukup banyak pengalaman untuk mengisi posisi yang dilamar. Rekruter harus mengetahui pula bahwa kamu memiliki leadership skill, kemampuan beradaptasi dan bekerjasama dengan rekan kerja dari berbagai latar belakang, serta keinginan untuk selalu menambah kemampuan dan mengembangkan kemampuan yang sudah ada.

Selain itu, meskipun terkesan sepele, hindari mencantumkan alamat email yang menggunakan tahun kelahiran.

Baca Juga: Kenapa Sih Harus Ada Batas Maksimal Usia Pelamar Kerja?

Diskriminasi bagi Karyawan Berumur

Tidak hanya saat mencari kerja, ageism juga bisa terjadi saat karyawan sudah bekerja. Semisal, karier karyawan mentok karena usianya dianggap sudah tua. Kalau ini terjadi padamu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Salah satunya, cobalah mempelajari teknologi dan kemampuan baru. Pasalnya, posisi dan pekerjaan sekarang umumnya sangat berhubungan dengan penggunaan teknologi. Selain itu, beberapa pekerjaan juga membutuhkan lebih dari satu jenis kemampuan untuk menyelesaikannya dengan baik.

Kalau kamu bisa menguasai teknologi dan punya banyak kemampuan, kedua hal tersebut akan memberikan nilai tambah bagi track record dan pengalaman yang sudah kamu miliki. Sehingga, usia bukan menjadi faktor penghalang bagi perkembangan kariermu.

Disamping itu, kamu juga harus proaktif. Senioritas seringkali membuat karyawan merasa jumawa dan mengabaikan hal-hal yang penting. Cobalah untuk melakukan pendekatan pada bawahan atau rekan kerja meskipun mereka berusia lebih muda.

Dengan begini, kamu bisa lebih memahami mereka. Selain itu, kamu bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah, atau menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas yang lebih baik.

Ageism tidak hanya bisa menghentikan karier seorang karyawan. Dalam bentuk lain, diskriminasi usia ini bisa menyebabkan karyawan tidak mendapatkan akses pelatihan yang dibutuhkan, adanya pembatasan benefit atau tidak mendapatkan fleksibilitas waktu.

Dengan melakukan beberapa tips di atas, diharapkan kamu bisa mengatasi adanya ageism jika hal itu terjadi di perusahaan yang kamu lamar, atau di perusahaan tempat kamu bekerja sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here