Holiday Paradox: Saat Liburan yang Seru Terasa Cepat Berlalu

Momen liburan yang menyenangkan memang selalu dinantikan setelah berhari-hari disibukkan pekerjaan. Sayangnya, momen liburan tersebut terasa cepat berlalu hingga akhirnya kamu harus bersiap kembali menghadapi pekerjaan. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah holiday paradox.

Ulasan tentang holiday paradox berikut ini akan menambah wawasan sekaligus membuat kamu lebih bijak menyikapi rutinitas yang padat:

Apa yang Dimaksud dengan Holiday Paradox?

Holiday paradox adalah kondisi yang membuat seseorang merasa bahwa masa liburannya berlangsung sangat singkat, jauh lebih singkat daripada rutinitas harian yang biasa dilakukan.

Hal ini sering membuat orang tidak siap untuk kembali masuk kerja usai berlibur, terutama bila masa liburannya terbilang panjang.

Baca Juga: Sebelum Memulai Karier Baru, Jobbymoon Dulu Dong!

Mengapa Hal Tersebut Terjadi?

Saat otak menikmati aktivitas yang kamu jalani, waktu memang terasa berlangsung lebih cepat. Sewaktu berlibur, kamu akan merasakan banyak pengalaman baru yang menarik. Pengalaman-pengalaman tersebut akan terekam dalam memori sehingga kamu merasa waktu berjalan cepat.

Sebaliknya, rutinitas kerja yang monoton justru rentan membuat kamu merasa waktu berjalan lambat. Ketika sedang bosan dan tidak menyukai aktivitas yang dikerjakan, otak akan merasa bahwa waktu berjalan lambat. Sedangkan momen liburan yang menyenangkan terasa cepat berlalu. Holiday paradox memang sulit dihindari jika kamu sedang menikmati liburan yang berkesan.

Bagaimana Cara Menghindari Dampak Buruknya?

Holiday paradox dapat menimbulkan beberapa dampak buruk kalau kamu membiarkan perasaan tersebut tetap terjadi ketika masuk kerja. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu melakukan beberapa cara ini untuk menghindari dampak buruk tersebut:

  • Menyiapkan jeda waktu usai liburan selama satu hingga dua hari sebelum benar-benar masuk kerja. Jeda waktu ini dapat digunakan untuk beristirahat di rumah dan membereskan hal-hal yang masih terbengkalai karena ditinggal berlibur.
  • Luangkan waktu untuk membahas pengalaman liburan dengan orang-orang terdekat. Pembahasan tentang pengalaman liburan sangat ampuh membangkitkan mood sehingga kamu bersemangat melakukan aktivitas berikutnya.
  • Melakukan hal-hal yang membuat kamu nyaman di tempat kerja. Tak ada salahnya menyiapkan jeda waktu untuk menikmati minuman favorit atau ngobrol sebentar dengan rekan kerja sehingga beban kerja tidak terasa ekstra berat.

Kesimpulannya, jangan biarkan holiday paradox mengganggu kenyamanan dan produktivitas kerja. Usai berlibur sampai puas, siapkan diri sendiri untuk kembali menghadapi pekerjaan secara profesional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here