Apa Itu Kiwi Berries dan Kenapa Buah Ini Begitu Mengagumkan? Berikut Jawabannya

Apa Itu Kiwi Berries dan Kenapa Buah Ini Begitu Mengagumkan? Berikut Jawabannya
Sumber: Hbfberries

Beberapa waktu yang lalu, publik dihebohkan dengan kemunculan semangka berbentuk kotak yang dikembangkan di Jepang. Tidak berapa lama kemudian, muncul buah nanas yang memiliki warna pink atau disebut dengan pink pineapple. Rupanya, kejutan mengenai buah-buahan baru tidak berhenti sampai di sana karena kini Anda pun bisa mengenal kiwi berries. Kedengarannya memang sedikit membingungkan, bukan? Lalu, apa sebenarnya kiwi berries dan kenapa buah ini begitu mengagumkan?

Superfood ini bernama kiwi berry dan memiliki ukuran yang begitu kecil. Kemunculannya cukup menyita perhatian di berbagai akun Instagram dunia. Dapat dikatakan jika kiwi berries tampak seperti miniatur buah kiwi, namun minus bulu-bulu halus yang identik dengan buah kiwi. Ukurannya sendiri lebih besar dari anggur sehingga terkesan begitu mungil.

Yang mengejutkan adalah kenyataan bahwa kiwi berries memiliki manfaat kesehatan, mirip seperti rekannya yang berukuran normal. Yaitu, tinggi serat dan kaya akan vitamin A, B, C, dan E. Karena ukurannya mini dan manfaat yang terkandung didalamnya begitu mengagumkan, tak heran jika buah ini semakin banyak dicari oleh pecinta buah-buahan.

Lalu, bagaimana dengan rasanya. Ternyata, ada perbedaan mencolok dengan kiwi biasa, yaitu dari segi rasa. Menurut Delish, rasa kiwi berries ternyata lebih kompleks, ada rasa manis dan asam. Sebagian orang mengonsumsinya dengan cara yang begitu sederhana, yaitu dengan langsung melahap dan merasakan kelezatannya di mulut.

Namun, banyak juga pengguna Instagram lain yang suka memanggangnya dengan nektar kelapa dan memakannya bersama dengan es krim coconut milk. Bahkan, pecinta kiwi berries lainnya menambahkan dalam menu sereal untuk sarapan pagi. Jika mau, Anda juga bisa menambahkannya pada cocktail.

Tidak seperti pink pineapples yang pada dasarnya merupakan produk sebuah proyek sains untuk DelMonte dan Dole, kiwi berries telah ada untuk waktu yang cukup lama. Beberapa orang mengklaim buah ini telah berumur ribuan tahun, sementara buah ini pertama kali didokumentasikan pada awal tahun 1843 dan telah dipanen di Amerika Serikat sejak awal tahun 1900-an.

Kiwi berries ini telah mencapai kesuksesan komersial karena buah ini faktanya memerlukan musim yang pendek, di mana sebagian besar antara September sampai awal Oktober dan tidak bertahan lama setelah dipetik dari pohon. Ditambah lagi, menurut salah satu distributor di Eropa, mereka hanya menanam pohon yang telah tumbuh paling tidak 3 tahun. Berries ini berkembang dari bunga berwarna putih selama periode 3 – 5 bulan.

Namun, di kemudian hari mungkin Anda akan lebih banyak melihat kiwi berries. Menurut distributor di Eropa, Nergi, pada tahun 1990-an, beberapa ahli botani dari Selandia Baru mulai menggabungkan varietas silang pada kiwi berry dan menciptakan keturunan baru yang memiliki kelezatan sama dan mempunya masa simpan lebih lama.

Buah yang bisa tumbuh di iklim lebih dingin ini dapat dikembangkan di Jepang, Korea, Siberia, Cina Utara, dan beberapa negara bagian di AS, seperti Maryland, Washington, New Jersey, Pennsylvania, dan Oregon. Bila di Indonesia masih jarang ditemukan, mungkin dalam beberapa tahun ke depan, banyak supermarket yang memperkenalkan kiwi berries pada pecinta buah di Indonesia.

Biarpun buah ini masih belum begitu familiar, namun bukan berarti tidak ada peluang pangsa pasar di Indonesia. Bahkan, bisa jadi petani-petani lokal bisa ikut belajar bagaimana cara untuk mengembangkan dan menanamnya sesuai dengan kondisi tanah dan temperatur yang tepat. Nah, jika kebetulan Anda sedang berada di negara-negara tersebut, kemungkinan Anda bisa mencicipinya terlebih dulu. Tertarik untuk mencobanya?

Beri Komentar Anda

komentar