Parkinson’s Law: Menambah Pekerjaan Bisa Kurangi Produktivitas Lho

Saat mendengar namanya, hukum atau konsep ini mengingatkan kita pada salah satu penyakit atau kelainan yang terjadi pada sistem saraf. Tapi, Parkinson’s Law bukanlah seperti yang kamu kira. Konsep ini berhubungan dengan produktivitas kerja.

Apa yang dimaksud dengan Parkinson’s Law? Hukum atau konsep ini menyebutkan, ‘pekerjaan cenderung bertambah (jumlah atau skalanya) seiring dengan waktu yang tersedia untuk menyelesaikannya’.

Berikut ini contohnya:

  • Kamu berencana untuk berlibur di akhir bulan. Tapi, karena datangnya waktu berlibur masih lama, kamu memilih dan membandingkan lebih banyak hotel, maskapai penerbangan dan destinasi wisata. Sehingga, kamu menjadi kebingungan dalam memilih hotel dan maskapai mana yang akan digunakan. Atau, kebingungan memilih tujuan yang akan dikunjungi.
  • Kamu punya waktu tujuh hari untuk membuat presentasi kerja. Namun, karena waktu yang tersedia cukup panjang, kamu membuat materi presentasi yang kompleks. Sehingga harus melakukan banyak kegiatan riset atau pencarian informasi. Akibatnya, pekerjaan yang dilakukan semakin bertambah.

Parkinson’s Law vs Penundaan Kerja

Parkinson’s Law cenderung menyebabkan karyawan melakukan hal-hal yang tidak perlu dilakukan/dikerjakan. Akibatnya, masalah akan lebih banyak muncul. Demikian juga dengan konflik dengan rekan kerja. Selain itu, melakukan hal yang tidak perlu akan menyebabkan waktu dan biaya terbuang percuma. Dengan kata lain, Parkinson’s Law mengurangi efisiensi dan efektivitas kerja.

Namun di sisi lain, jika ada banyak waktu yang tersedia untuk penyelesaian pekerjaan, karyawan cenderung melakukan penundaan. Penundaan pekerjaan juga bukan merupakan hal yang baik, karena menyebabkan produktivitas menurun.

Baca Juga: Kamu Sering Menunda Pekerjaan? Atasi dengan Cara Ini

Tips agar Efektif dan Efisien dalam Bekerja

Lalu bagaimana agar karyawan bisa bekerja secara efektif dan efisien tapi juga produktif?. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan.

Mempertegas Urgency Pekerjaan

Kalau kamu bekerja secara tim, pastikan semua anggota tim mengerti dan memahami urgency atau tingkat kepentingan dari pekerjaan yang dikerjakan. Semakin penting arti pekerjaan bagi perusahaan, umumnya setiap karyawan akan semakin mencurahkan ide, fokus dan perhatiannya.

Sebaliknya, kamu juga harus menjelaskan apa arti pentingnya pekerjaan yang dilakukan bagi tim dan setiap anggotanya.

Kedua hal di atas akan meningkatkan motivasi kerja dan rasa memiliki perusahaan.

Membagi Peran dan Tanggung Jawab

Agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan, kamu harus membagi peran dan tanggung jawab secara jelas. Pastikan siapa yang menjadi pemimpin dalam penyelesaian pekerjaan. Tentukan pula dengan cara seperti apa keputusan diambil.

Kamu juga harus memastikan komunikasi bisa berjalan dengan baik. Selain itu, pastikan setiap anggota tim bersedia memberikan dan menerima feedback. Setiap anggota tim juga harus terbuka untuk perbaikan.

Menetapkan Guideline dan Timeline

Parkinson’s Law terjadi karena adanya tambahan pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya kamu menetapkan guideline atau batasan pekerjaan. Sehingga, setiap anggota tim mengetahui hal-hal apa yang harus dikerjakan dan apa saja yang tidak perlu dikerjakan. Setiap anggota tim juga mengetahui tugasnya masing-masing sehingga kerjasama bisa dilakukan dengan mudah.

Selain itu, kamu juga harus menetapkan timeline atau batasan waktu dari penyelesaian setiap tugas atau pekerjaan. Dengan begini, setiap tugas bisa diselesaikan sebelum waktu deadline atau waktu penyelesaiannya berakhir.

Menetapkan Tingkat Toleransi

Dalam setiap pekerjaan yang dilakukan, ada baiknya kamu menetapkan apa-apa saja yang bisa ditoleransi dan seberapa jauh kamu bisa melakukan toleransi. Semisal, untuk mendapatkan produk dengan kualitas lebih baik, kamu memerlukan waktu produksi dua atau tiga hari lebih lama. Dalam hal ini waktu adalah variabel yang bisa ditoleransi.

Dengan menerapkan beberapa hal di atas, kamu bisa menghindari Parkinson’s Law. Sehingga kamu bisa menjadi lebih efektif dan efisien dalam bekerja. Tapi, hal itu juga tidak menyebabkan produktivitas kerjamu menurun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here