Fragrance Evaluator, Di Balik Kesuksesan Penjualan Produk Kecantikan

Fragrance Evaluator, Di Balik Kesuksesan Penjualan Produk Kecantikan
Ati Nurhayati, Fragrance Evaluator Wipro Unza Indonesia

Pernahkah membayangkan proses panjang dari sebotol parfum ataupun produk kecantikan lainnya yang ada di atas meja riasmu? Sebelum bertemu dengan Ati Nurhayati, Fragrance Evaluator di Wipro Unza Indonesia, saya tidak pernah membayangkan bahwa ada proses panjang di balik sebuah produk kecantikan.

Sore itu sekitar pukul 3 sore, saya bertandang ke kantor Wipro Unza Indonesia yang terletak di Daan Mogot, Jakarta Barat. Saya ingin menemui Ati Nurhayati, seorang Fragrance Evaluator yang bekerja di Wipro Unza Indonesia.

Ketertarikan saya bertemu dengan Ati karena saya baru tahu bahwa ada profesi yang tugasnya mencium beragam wewangian setiap harinya. Saya rasa, ini akan sangat menarik!

Ati sudah 10 tahun mendedikasikan waktunya di bidang fragrance. Berbekal ilmu Pendidikan Kimia Analis di Akademi Kimia Analis, Ati memulai kariernya dalam bidang kosmetik pada sebuah fragrance house sebagai Fragrance Aplikasi untuk mengaplikasikan beragam jenis wewangian ke dalam produk lotion.

Setelah itu, Ati terdorong untuk mempelajari karakter beraneka parfum itu sendiri, hingga kini menjadi seorang Fragrance Evaluator di Indonesia. Ati mengaku bangga menjadi seorang Fragrance Evaluator, karena profesi ini cenderung unik dan “langka” di Indonesia.

“Tidak semua perusahaan produk kecantikan memiliki Fragrance Evaluator sendiri. Makanya, saya sangat beruntung bisa bekerja untuk Wipro Unza Indonesia karena di sini Fragrance Evaluator benar-benar dilibatkan untuk inovasi sebuah produk,” jelas Ati.

Baca Juga : Prioritaskan Karyawan, Wipro Unza Indonesia Raih Penghargaan HR Asia Award 2019

Ati menikmati pekerjaannya sebagai Fragrance Evaluator (Foto : Kiky.Waode/Job-Like Magazine)

Fragrance Evaluator menjadi salah satu pihak yang berperan penting dalam kesuksesan penjualan produk yang diluncurkan oleh Wipro Unza Indonesia. Bekerja sama dengan tim marketing , Ati berusaha menerjemahkan konsep marketing ke dalam bentuk aroma yang diinginkan.

“Misalnya, tim marketing ingin meluncurkan sebuah produk parfum baru dengan segmentasi remaja dan ingin menampilkan kesan yang enerjik. Sebagai Fragrance Evaluator, saya berusaha mencari dan memadupadankan ragam wewangian untuk bisa mewujudkan kesan tersebut,” sambungnya.

“Kami melakukan tes berkali-kali baik secara internal (di kalangan karyawan Wipro Unza Indonesia) maupun eksternal dengan melibatkan beberapa orang. Jika, dirasa sudah cocok maka wewangian tersebut dapat diaplikasikan kepada parfum maupun produk kecantikan lainnya.”

Proses research and development untuk meluncurkan sebuah produk baru membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan.

“Bagi sebuah perusahaan kosmetik, parfum sangat menentukan kesan pertama dalam penjualan produk. Bekerja di perusahaan seperti Wipro Unza Indonesia, tantangannya kita terus berkejaran dengan waktu. Karena kebutuhan parfumnya lumayan banyak dan produksi setiap brand juga sangat aktif sehingga menyesuaikan dengan timeline tim marketing,” kata Ati.

Ati sangat menikmati pekerjaannya saat ini. Selain bangga karena profesi yang digelutinya termasuk ke dalam kategori “langka”, seorang Fragrance Evaluator juga mengerjakan hal yang berbeda setiap hari. Sehingga, rutinitas yang dilakukan tidak terasa membosankan.

“Pergerakannya sangat dinamis karena kita dituntut untuk selalu belajar dan meningkatkan pengetahuan tentang jenis parfum lainnya. Jadi, kesannya tidak monoton.”

Seorang Fragrance Evaluator Harus Memiliki …..

Jika ingin menjadi seorang Fragrance Evalutor, haruslah memiliki kemauan belajar yang tinggi selain harus memiliki pengetahuan tentang reaksi bahan kimia. Kira-kira begitulah yang disampaikan Ati, ketika saya bertanya syarat untuk menjadi Fragrance Evaluator.

Fragrance Evaluator wajib memiliki kepekaan dalam penciuman dan harus selalu upgrade tren yang sedang berkembang baik dari tim marketing maupun dari fragrance house. Maka dari itu, kami dibekali pelatihan satu tahun sekali untuk memperbarui pengetahuan tentang material parfumnya,” tuturnya.

Pencapaian terbesar bagi Ati juga Fragrance Evaluator lainnya yaitu ketika produk yang dikembangkan dan diproduksi disenangi oleh banyak orang. Pastinya, laku keras di pasaran.

“Jika bekerja dengan hati dan sesuai dengan passion, maka apapun bisa dicapai dengan baik.”

Banyak yang mengira seorang lulusan ilmu kimia, akan sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Namun pertemuan dengan Ati hari itu, membuka wawasan saya mengenai pekerjaan unik yang cukup menjanjikan. Seperti Fragrance Evaluator ini.

Meskipun bekerja di dalam laboratorium, ternyata kontribusi seorang Fragrance Evaluator sangat penting bagi berjalannya bisnis pada sebuah perusahaan.

Fragrance Evaluator, Di Balik Kesuksesan Penjualan Produk Kecantikan
Foto : Kiky.Waode/Job-Like Magazine

“Saya bangga menjadi Fragrance Evaluator di Wipro Unza Indonesia. Kerja sama tim dan koordinasinya bagus, saling mendukung dari satu divisi ke divisi lainnya. Jadi, kita saling support. Kerja sama tim yang baik membuat suasana kerja menjadi positif dan kondusif, sehingga menghasilkan kinerja yang maksimal.”
Ati Nurhayati, Fragrance Evaluator Wipro Unza Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here