Briefcase Technique: Trik Bernegosiasi agar Keinginan Dipenuhi

Negosiasi seringkali dipilih sebagai jalan untuk mencapai kata sepakat. Hal ini dilakukan karena pihak-pihak yang bernegosiasi memiliki keinginan dan tujuan yang berbeda. Salah satu teknik negosiasi yang bisa digunakan adalah briefcase technique.

Untuk karyawan yang mengisi posisi tertentu di perusahaan, kemampuan negosiasi sangat dibutuhkan. Pasalnya, kolaborasi dan kerjasama umumnya diawali dengan adanya kesepakatan dari kedua belah pihak.

Namun, seringkali seseorang melakukan negosiasi hanya untuk memaksakan pendapat atau keinginannya pada orang lain. Hal ini tentu saja tidak sejalan dengan tujuan dari dilakukannya negosiasi.

Jika dilakukan di sebuah wawancara kerja, negosiasi juga kerap diisi dengan tanya jawab yang tidak diperlukan. Sehingga kandidat karyawan tidak mendapatkan gaji sesuai yang diinginkannya. Pada akhirnya, perusahaan tidak bisa merekrut karyawan potensial untuk mengisi posisi yang ditawarkan.

Agar berhasil melakukan negosiasi, ada baiknya kamu mengetahui teknik-teknik melakukan negosiasi yang benar. Salah satu yang bisa kamu gunakan, yaitu briefcase technique.

Apa Itu Briefcase Technique?

Briefcase technique merupakan teknik negosiasi yang diperkenalkan oleh entrepreneur dan penasehat keuangan bernama Ramith Sethi. Teknik ini mengharuskan kamu untuk melakukan riset sebelum kamu melakukan negosiasi.

Pelajarilah kekurangan, hambatan, masalah dan harapan dari pihak yang diajak bernegosiasi. Data dan informasi yang kamu dapatkan selanjutnya bisa kamu sampaikan pada pihak yang diajak bernegosiasi pada saat negosiasi dilakukan.

Tidak berhenti di situ, kamu juga harus mengajukan cara untuk mengatasi kekurangan, hambatan dan masalah yang dimiliki oleh pihak yang diajak bernegosiasi. Selain itu paparkan rencanamu. Semisal, rencana untuk tiga bulan kedepan, atau rencana untuk beberapa tahun kedepan.

Baca Juga: Duh, Kesalahan Ini Bisa Bikin Proses Negosiasi Gaji Berantakan

Mengapa Negosiasi dengan Cara Ini Bisa Berhasil?

Briefcase technique memungkinkan keinginanmu dipenuhi oleh pihak yang diajak bernegosiasi. Pasalnya, alih-alih menuntut agar keinginan dipenuhi, kamu menawarkan solusi. Dengan begini, pihak yang diajak bernegosiasi merasa kamu berada di pihaknya. Ingat, jika hanya ada satu pihak dalam negosiasi, maka negosiasi tidak diperlukan lagi.

Kamu juga membuat pihak yang diajak bernegosiasi tertarik untuk memenuhi keinginanmu. Pasalnya, kamu sudah mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari sebelum negosiasi dilakukan. Dengan begitu kamu mengetahui kebutuhan atau keinginan pihak yang diajak bernegosiasi. Ini menunjukkan bahwa kamu tidak hanya memikirkan dirimu sendiri.

Pihak-pihak yang diajak bernegosiasi bisa merupakan rekan bisnis, klien, rekan kerja, atasan, rekruter atau HRD. Dengan kata lain, briefcase technique bisa kamu gunakan untuk menegosiasikan apa saja, dari kerjasama bisnis hingga meminta kenaikan gaji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here