Bagaimana Caranya Mengkritik Atasan tanpa Membuatnya Tersinggung?

mengkritik atasan
sumber: sheknows

Umpan balik adalah sesuatu yang kritis dalam dunia profesional. Sebuah kritik konstruktif bisa membuat kita berintrospeksi dan mengalami peningkatan performa serta melampaui semua keterbatasan-keterbatasan kita. Namun, umpan balik bukanlah jalan satu arah. Dari waktu ke waktu, adalah hal yang penting untuk memberikan atasan Anda sedikit umpan balik juga. Anda harus mengupayakan agar hubungan atasan dengan rekan kerja seperti ini, karena inilah hubungan yang sehat. Namun, mengkritik atasan bukanlah hal yang mudah. Seringkali, karyawan memilih diam karena takut bahwa ini akan berdampak buruk bagi perkembangan karir serta hubungan mereka. Karena itu, Anda harus berhati-hati ketika akan memutuskan untuk mengkritik atasan.

Langkah-Langkah Mengkritik Atasan tanpa Membahayakan Karir Anda

Pilih Momen yang Tepat

tidak setuju dengan atasan
Sumber: quickanddirtytips

Jika atasan Anda sedang berada di tengah proyek yang membuat stres atau sebuah minggu yang penuh dengan hal-hal yang menyulitkan, maka jelas ini bukan waktu yang tepat untuk mengkritik atasan Anda. Tunggulah hingga suasananya menjadi lebih tenang. Cari momen di mana temponya lebih lambat dan suasana lebih damai untuk membahas masalah tersebut. Selain itu, pastikan bahwa Anda melakukan ini secara langsung bertatap muka. Menyampaikan kritik atau umpan balik Anda lewat email atau media lain sangat rentan mengandung salah paham. Selain itu, Anda juga akan bisa memperoleh koneksi dan suasana yang cocok untuk menyampaikan umpan balik secara damai.

Minta Izin Dulu

hubungan baik dengan atasan

Terutama jika hubungan Anda dengan atasan Anda tergolong formal, atau jika Anda merasa gugup harus mengkritik atasan Anda dan tidak tahu bagaimana reaksinya natinya, maka mintalah izin dulu untuk menyampaikannya. Misalnya, Anda bisa bertanya, “Apakah saya boleh menyampaikan perspektif yang berbeda mengenai situasi ini?” Ini adalah sebuah kalimat yang sopan sekaligus menjadi awalan bahwa Anda mungkin akan menyampaikan sesuatu yang tidak sepakat dengan pendapat atasan Anda. Dengan ini, Anda tidak akan terdengar konfrontatif atau mengkritik atasan dengan cara yang tidak sopan dan tidak produktiff.

Buat Kritik Anda Tetap Ringan

kabar hamil
Sumber: synergyplasticsurgery

Ingatlah bahwa interaksi kantor apa pun akan berdampak terhadap atmosfer atau suasana setelahnya. Karena itu, jagalah agar interaksi ini tetap positif, meskipun niatan Anda adalah mengkritik atasan Anda secara serius. Jiika humor adalah cara Anda berkomunikasi sehari-hari dan biasanya selalu sukses, cobalah nada yang humoris jika pantas. Tetapi, hindari gurauan yang ofensif atau dengan kata-kata kasar. Tetaplah profesional. Nyatakan umpan balik Anda dengan cara yang seringan dan seapresiatif mungkin. Namun, hindarilah kesalahan umum yang biasa dilakukan orang-orang dengan niatan memperlembut suasana dengan mengunakan terlalu banyak “tetapi.” Misalnya: “Saya sangat senang bekerja dengan Bapak, tetapi….”

Baca Juga : Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Nasehat Karir Umum Tak Membantu Pencarian Kerja Anda

Beri Dukungan Fakta

menjawab pertanyaan atasan
Sumber: morefloods

Jangan hanya mengasumsikan bahwa ide-ide Anda sangat bagus dan pantas untuk dibagikan, apalagi lebih baik dari ide atasan Anda. Dukunglah ide-ide Anda dengan fakta yang bisa menjadikannya layak diterima, terutama tentang produksi atau produktivitas. Tentu saja, sebelum Anda memutuskan untnuk mengkritik atasan, Anda harus memastikan bahwa opini Anda memiliki dasar. Pastikan bahwa umpan balik Anda akan benar-benar membantu atasan Anda. Semakin ini bernilai, maka semakin baik pula.

Buat Ini tentang Anda

memahami keinginan atasan
Sumber : forbes

Kalimat-kalimat yang menunjuk-nunjuk “Anda” atau “kamu” selalu membuat orang-orang menjadi defensif dan keras kepala. Karena itu, bingkailah kritik Anda melalui sudut pandang Anda sebagai orang pertama. Misalnya, daripada bilang, “Anda selalu mendadak dalam …” buatlah kalimat ini menjadi, “Saya menjadi kesulitan ketika tugas-tugas yang penting diberikan di menit-menit terakhir…” atau, “Saya memperhatikan bahwa akhir-akhir ini, banyak tugas penting yang hadir begitu mendadak….” Jangan menempatkan atasan Anda dalam sorotan. Daripada menyerang atasan Anda dengan menunjukkan kesalahan-kesalahannya, coba pikirkan cara bagaimana hubungan yang lebih baik bisa Anda ciptakan agar Anda menjadi karyawan yang lebih produktif. Kemudian, jelaskan ini, poin demi poin, dengan tujuan demi kebaikan perusahaan.

Selamat menyampaikan umpan balik!