Team Toxicity: Cara Mengidentifikasi agar Karyawan Potensial Tidak Pergi

Team toxicity dapat menjadi batu sandungan ketika kamu sedang berusaha untuk menyelesaikan proyek. Bahkan, kondisi seperti ini dapat memperlemah sebuah tim yang paling tangguh sekalipun. Ketidakcocokan saat perekrutan dapat menghancurkan relasi sehat antar karyawan dan manajemen senior.

Lalu, bagaimana cara mengidentifikasi team toxicity agar karyawan potensial tidak pergi?

Team Toxicity di Tempat Kerja

Sebelum membahas bagaimana cara mengidentifikasi team toxicity di kantor, pahami kondisi ini akan berdampak pada banyak area operasi dari sebuah perusahaan. Termasuk staf, proses bisnis dan alur kerja internal, komunikasi internal dan eksternal, kualitas pekerjaan, serta hubungan antara konsumen dan vendor.

Sebuah survei di tahun 2015 pada lebih dari 60.000 karyawan oleh Harvard Busnisess School, menunjukkan karyawan resign dengan cepat dapat menghemat biaya.

Tetapi kamu bisa mengalami kerugian jangka panjang bila hanya mengandalkan karyawan yang tidak diandalkan.

Baca Juga: Toxic Leadership: Saat Atasan Mengganggu Kenyamanan Lingkungan Kerja

Cara Efektif Mengidentifikasi Team Toxicity di Tempat Kerja

Ada beberapa cara efektif yang dapat kamu lakukan sebagai seorang atasan untuk mengidentifikasi team toxicity. Identifikasi ini perlu dilakukan untuk mencegah orang-orang yang cakap keluar dari pekerjaan, Sementara orang-orang toxic justru tetap tinggal di perusahaan. Dan berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan:

Beri perhatian pada percakapan rahasia di kantor

Bergosip, berkerumun, dan mendadak hening saat memasuki ruangan menjadi indikasi ketidakpercayaan dan moral yang dipertanyakan antara anggota tim. Jika beberapa anggota tim bergosip dan saling menjelekkan kamu perlu menginvestigasi lebih lanjut.

Perhatikan bahasa tubuh dan ketegangan selama rapat

Cara lain untuk mengidentifikasi team toxicity, yaitu mengungkapkan tanda-tanda yang jelas tentang toleransi, gangguan, kebosanan, dan ironi di antara rekan satu tim.

Tindakan halus, menguap, atau memutar mata beberapa kali juga menjadi tanda munculnya masalah interpersonal yang meningkat di tempat kerja. Bahasa tubuh tidak suka terhadap orang lain bisa dengan mudah kamu kenali. Jadi, amati dengan baik kondisi dan suasana tim saat mereka sedang rapat atau berkumpul.

Cari sinyal tidak langsung selama obrolan dan komunikasi teks (termasuk email atau messenger)

Mengabaikan anggota tim saat rapat, atau penyelesaikan percakapan dengan tiba-tiba dengan alasan tidak rasional juga masuk dalam kategori team toxicity. Kamu harus segera menyadarinya bila ini terjadi agar tidak berlanjut.

Amati apakah karyawan terus-menerus mendapatkan tugas atau mempertahankan tingkat kualitas yang rendah

Kurangnya motivasi dan komitmen untuk bekerja, sertya gangguan secara terus-menerus dari toxic-friend pasti akan memengaruhi hasil bisnis. Meskipun dengan cepat meningkatkan tim atau memperkenalkan proses baru bisa menjadi penyebabnya, tetapi toxic-environment seringkali menunjukan gejala yang sama.

Nilai rate pergantian karyawan

Kamu akan terlambat mengenali tanda team toxicity bila beberapa anggota tim penting dan potensial mengundurkan diri. Peningkatan pergantian karyawan tidak diragukan lagi menunjukan bahwa perusahaan sedang bermasalah. Kultur perusahaan juga menjadi salah satu faktor yang harus diinvestigasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here