Bahan Bakuchiol: Alternatif Retinol Terbaru untuk Anti Penuaan Dini

Dalam dunia kosmetik dan kecantikan kulit, bahan bakuchiol kini sedang naik daun. Kamu mungkin lebih familiar dengan nama retinol, bukan? Retinol telah mendapat persetujuan ahli kulit bahwa dari hasil penelitian. Turunan vitamin A ini dapat menstimulasi produksi kolagen dan mempercepat pembaharuan sel kulit untuk mengurangi keriput.

Lalu, apa bedanya bahan bakuchiol dan retinol ketika digunakan untuk merawat kulit?

Kosmetik untuk Kulit Sensitif dan Retinol

Penggunaan retinol memang cukup populer. Sayangnya, retinol bersifat keras pada kulit sensitif dan menyebabkan tanda-tanda iritasi seperti kulit kemerahan, terkelupas, dan gatal.

Bila kulit sensitif kamu tidak dapat menangani efak kuat dari retinol, kini saatnya untuk mempertimbangkan bakuchol. Salah satu bahan anti penuaan dini yang sedang populer dan dianggap cocok untuk pemilik kulit sensitif.

Apa Itu Bakuchiol?

Mengingat sejarah panjang dalam pengobatan Cina dan India, botani kuno bukanlah penemuan baru. Ditemukan dalam tanaman psoralea corylifolia, biji bachi kaya akan antioksidan dan memiliki sifat anti peradangan dan anti mikroba.

Hal tersebut diungkapkan oleh Mona Gohara, M.D., seorang dermatologis dan profesor klinis di Yale School of Medicine di New Haven, CT.

Baca Juga: Pilih Krim Anti Penuaan Terbaik, Kenali Beda Retinol dan Retinoid

Apa Beda antara Bakuchiol dan Retinol?

Sepintas, kedua bahan ini terlihat hampir identik. Menurut Elizabeth K. Hale, M.D., seorang demartologis bersertifikat dan profesor klinis dermatologi di New York University Langone Medical Center, bahan bakuchiol memiliki ekspresi gen yang sama dengan retinol sehingga keduanya dapat mengatur produksi kolagen dan elastin, serta membantu mengurangi penampakan garis-garis halus dan keriput.

Bila etinol dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan, kulit kering, terkelupas, dan sensitif terhadap sinar matahari, sebaliknya bakuchiol tidak.

Selain itu, bahan ini juga tidak peka terhadap cahaya, sehingga dapat digunakan siang hari. Sebaliknya, retinol yang lebih direkomendasikan hanya dipakai untuk perawatan malam hari.

Ilmu pengetahuan modern juga mendukung bahan tersebut. Baru-baru ini, British Journal of Dermatology (2019) secara klinis menilai efek penuaan dini dari bahan bakuchiol 0,5 persen yang dioleskan secara topikal dua kali sehari terhadap 0,5 persen retinol yang diaplikasikan satu kali sehari selama 12 minggu waktu studi.

Peneliti kemudian mengevaluasi keriput, pigmentasi dan memantau efek samping. Hasilnya menunjukan bahwa kedua bahan retinol dan bakuchiol secara signifikan dapat menurunkan penampakan garis-garis halus dan pigmentasi, sekaligus meningkatkan penampilan hiperpigmentasi setelah 12 minggu.

Studi juga menemukan adanya tingkat sensasi tersengat yang signifikan, sekaligus statistik yang dilaporkan oleh penguji dengan menggunakan produk retinol.

Bahan bakuchiol melakukan apa yang dilakukan retinol, namun tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Hasil ini jelas mengejutkan karena selama ini retinol dianggap super.

Siapa Saja yang Dapat Menggunakan Bakuchiol?

Hampir semua jenis kulit bisa mendapatkan manfaat dari penggunaan bakuchiol. Namun, idealnya bisa digunakan kulit yang tidak dapat mentolerir retinol, seperti pasien yang memiliki kulit sensitif atau rosacea, atau siapa saja yang mencari bahan alami yang tidak menyebabkan iritasi, dan bahan alami dengan manfaat anti penuaan dini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here