Sering Tidur Mendengkur? Kebiasaan Ini Ternyata Cukup Berbahaya

Saat tidur, tubuh tentu tidak sadar akan pergerakan di sekitarnya. Termasuk saat mendengkur. Hanya orang lain yang bisa mendengarnya dan tidak sedikit juga yang terganggu. Kebiasaan tidur mendengkur sepintas memang terlihat cukup sepele, tapi ternyata memiliki efek yang cukup buruk bagi kesehatan.

Sudah ada penelitian yang menunjukkan bahwa kebiasaan tidur mendengkur bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit yang berbahaya. Salah satunya dalah stroke. 

Bagaimana bisa kebiasaan tidur mendengkur mengantarkan tubuh pada peningkatan risiko penyakit stroke? Sebuah studi menyatakan bahwa kasus penyakit stroke terjadi ketika pasien sedang tidur mencapai hampir 40 persen. Selain itu, suara dengkuran yang pelan atau pun keras, ternyata berhubungan dengan aterosklerosis karotis.

Yaitu, penyempitan arteri pada leher yang terjadi karena kebanyakan lemak dan plak di bagian tersebut. Nah, jika semakin memburuk, hal ini bisa menyebabkan stroke. Selain kebiasaan mendengkur, orang yang sering kali mengantuk pada siang hari juga memiliki risiko stroke yang sama.

Salah satu penyebab penyakit stroke adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Nah, kebiasaan tidur mendengkur atau sering mengantuk pada siang hari jika terjadi dalam intensitas 200 hingga 400 kali dapat meningkatkan teknanan darah.

Menngorok bukan Tidur Nyenyak, Melainkan Ciri Gangguan Tidur

Sleep Apnea adalah istilah pada gangguan tidur. Salah satu ciri khasnya adalah mengeluarkan bunyi dengkuran, baik dalam intensitas rendah ataupun tinggi. Saat melihat orang tidur mendengkur, banyak yang menganggapnya sepele, memandangnya seolah-olah dia sedang tidur nyenyak dan sangat pulas.

Padahal, tidur mendengkur bisa menjadi salah satu gejala gangguan tidur sleep apnea tersebut. Kebanyakan gangguan ini terjadi pada orang dewasa dan usia lanjut, yang banyak mengantarkan pada penyakit stroke.

Baca Juga: Benarkah Tidur Mendengkur Jadi Tanda Awal Penyakit Kanker?

Tidak hanya tidur mendengkur, gangguan tidur sleep apnea juga bisa membuat orang bangun dengan tersentak kaget atau napas yang terengah-engah. Ini dikarenakan napas terhenti sejenak. Gejala ini mengurangi kadar oksigen ke otak, sehingga cukup berisko terkena penyakit stroke.

Ini Beberapa Tips untuk Mengatasinya

Selain stroke, mendengkur ternyata juga berisiko pada beberapa penyakit lainnya. Misalnya, jantung koroner, aritmia atau penyakit jantung dikarenakan ritme yang tidak normal, asam lambung, hingga sakit kepala ringan.

Nah, agar terhindar dari penyakit tersebut, sebaiknya segera atasi kebiasaan ini dengan cara-cara simpel di bawah ini:

Gunakan bantal yang lebih tebal

Posisi tidur dengan kepala yang lebih tinggi dari bantal tipis ini ternyata berperan dalam membantu mengurangi kebiasaan mendengkur. Mempermudah saluran hidung untuk menghirup oksigen lebih bebas.

Turunkan berat badan

Memiliki bobot tubuh yang melebihi normal ternyata cukup berpengaruh. Jika turun berat badan ke angka normal, dapat mengurangi tekanan pada tenggorokan sehingga udara dapat lebih lancar mengalir. Hal ini bisa membantu mengurangi kebiasaan mendengkur bagi beberapa orang.

Perbanyak minum air mineral

Atasi dengkuran dengan mencukupi kebutuhan air mineral harian. Tubuh memiliki cairan setiap harinya, yang apabila tidak tercukupi (dehidrasi) bisa menyebabkan berbagai penyakit lainnyan selain tidur mendengkur.

Hubungi dokter

Terakhir, kamu bisa langsung konsultasi dengan dokter untuk hasil yang lebih baik dan efektif. Sampaikan keluhan, serta aktivitas harian kamu, agar dokter dapat menganalisanya dengan baik dan memberikan resep terbaiknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here