Di Balik Keunikan Baju Koko Batik Garutan Ala Fatih Indonesia

PT Maha Fatih Indonesia (Fatih Indonesia) merupakan satu-satunya moslem clothing line yang memprioritaskan produknya untuk busana muslim pria. Berdiri sejak tahun 2015, Fatih Indonesia memproduksi aneka model busana muslim yang memadukan antara baju koko dengan motif batik garutan. Ide ini hadir ketika sang pendiri, Fahmi Hendrawan melihat begitu banyak potensi yang dapat dikembangkan dari kampung halamannya, Garut. Salah satunya motif batik garutan. Jika kebanyakan moslem clothing line mengutamakan busana muslim untuk wanita, Fahmi memiliki keyakinan berbeda. Ia justru ingin mengembangkan potensi busana muslim untuk pria. Dari segi potensi dan pasar di Indonesia, Indonesia diprediksi akan menjadi pusat fashion muslim dunia tahun 2020. Ini merupakan peluang untuk berbisnis busana muslim, terlebih mulai banyak designer busana muslim yang ikut terlibat. Meski awalnya tak memiliki modal dasar untuk menjadi designer sekaligus entrepreneur, namun Fahmi berani memutuskan untuk menyelami dunia fashionpreneur. 

“Kendalanya karena waktu itu saya tidak punya latar belakang fashion sama sekali. Awal memulai bisnis, saya magang di tukang jahit untuk belajar produksinya seperti apa dan cara menjual fashion itu seperti apa. Semuanya learning by doing, jadi dinikmati saja prosesnya,” tuturnya saat ditemui tim liputan Job-Like Magazine di workshop Fatih Indonesia, Pancoran, Jakarta Selatan.

Fatih Indonesia
Fahmi bersama tim di Fatih Indonesia

Jika rata-rata baju koko minim akan motif dan cenderung polos, maka Fatih Indonesia berusaha untuk menghadirkan design baju koko yang lebih trendy dan kasual dengan motif batik garutan. Sehingga, baju koko batik ini tak hanya dapat digunakan untuk ibadah namun juga bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari seperti ke kantor atau ke acara semiformal. Warna yang dihadirkan juga berbeda dengan baju koko pada umumnya yang identik dengan warna putih polos. Fahmi mencoba memadukan warna yang tidak biasa, berani, namun tetap maskulin diantaranya warna hitam, navy, dan merah tua.

Baca Juga: Kisah Adidharma dan Applecoast, Sukses Setelah Bisnis Orang Tua Bangkrut

Tahun 2016, brand Fatih Indonesia sebagai moslem clothing line mulai dikenal lewat Indonesia Fashion Week 2016. Meski demikian, Fatih Indonesia masih menekankan penjualan online melalui website resmi Fatih Indonesia dan media sosial. Dalam waktu kurang lebih 3 tahun, Fatih Indonesia telah memiliki sekitar 10.000 pelanggan di seluruh Indonesia serta mengekspor ke negara tetangga, Malaysia dan Singapura.

“Menurut saya, saat awal-awal memulai bisnis kita harus memiliki rencana untuk membuat business plan. Membuat usaha kan tidak hanya untuk beberapa tahun ke depan, tetapi bagaimana caranya bisa sustainable. Rencana-rencana itu meliputi product knowledge, bagaimana proses produksinya, berapa harganya, siapa pasarnya, mau dijual kemana, dan sebagainya. Visi misi bisnis yang kita bangun juga harus jelas,” lanjutnya.  

Baca Juga: Bisnis Fashion yang Dimulai dari Pemberdayaan Penjahit Rumahan

Masa Depan untuk Fatih Indonesia

Fatih Indonesia
Fatih Indonesia mengikuti Culture Market Festival di Bank Indonesia (24/01/2019)

Dalam waktu 5 tahun, Fahmi memiliki cita-cita untuk dapat membuka toko sendiri selain mengandalkan kekuatan media sosial. Untuk memulai langkahnya, saat ini Fatih Indonesia mulai melakukan kolaborasi dengan Hijup. Fahmi juga ingin mendesain produk bagi lelaki muslim lainnya, tak hanya terbatas pada baju koko batik, seperti ingin menghadirkan peci, sajadah, sarung, dan perangkat lainnya yang berhubungan dengan kebutuhan ibadah.

“Saya pribadi ingin sekali mengembangkan channel marketing, bikin toko sendiri, membuat sistem reseller baik online maupun offline. Tetapi yang saat ini harus ditingkatkan yaitu kapasitas produksi baju koko batiknya dulu, karena untuk membuat batiknya saja sudah membutuhkan waktu yang cukup lama.”

Ingin menjadi brand baju koko nomor 1 di Indonesia merupakan visi Fatih Indonesia. Namun, bisnis yang dijalankan oleh Fahmi tidak ingin hanya sekedar bisnis. Ia ingin bisnis yang dijalaninya ini mengemban misi sosial yang dapat menginspirasi banyak orang di kemudian hari.

Kalau dari misinya, Fatih Indonesia tidak hanya berorientasi profit tetapi juga kita punya hal-hal yang bersifat sosial yang bisa dikembangkan bersama. Seperti kita mengembangkan batik garutan, mengembangkan pengrajin, maupun penjahit batik garutan. Kami juga ingin memberdayakan anak-anak yatim piatu untuk membantu proses pengemasan produk-produk Fatih Indonesia. Misi Fatih Indonesia jelas, tidak hanya menjadi 1 brand baju saja, tetapi juga menjadi satu media penghubung untuk menyuarakan movement kami agar bisa bergerak lebih baik bagi banyak orang,” tutupnya.

Beri komentar Anda tentang artikel ini