Ahli: Daya Baterai Smartphone yang Diisi Penuh akan Cepat Rusak

Pengisian daya baterai smartphone dengan cara nirkabel (wireless/tanpa kabel) sedang marak digunakan masyarakat. Bahkan, beberapa jenis smartphone yang dirilis baru-baru ini sudah menyertakan pengisian daya nirkabel sebagai perangkat bawaan.

Meski demikian, secara sistem, baik pengisian daya secara nirkabel maupun normal (menggunakan kabel) tidak memiliki perbedaan dan dampak apapun pada smartphone.

David Green, selaku Manajer IHS Markit, yakni perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan baterai smartphone, secara tegas menepis isu yang mengatakan bahwa pengisian daya nirkabel bisa membuat baterai smartphone cepat rusak.

Menurut David, sistem pengisian daya nirkabel tidak berbeda dengan cara normal, sehingga rumor yang beredar bisa dipastikan hoax. David justru menjelaskan penyebab utama baterai smartphone menjadi tidak awet.

Mengisi Daya Baterai Smartphone sampai 100 Persen Tidak Disarankan

Seperti dikutip CNN Indonesia, David mengatakan penyebab utama baterai smartphone menjadi cepat rusak karena sering diisi daya sampai penuh atau mencapai 100 persen. Sebenarnya, lanjut David, kebiasaan ini sangatlah keliru. Bahkan, banyak beberapa artikel menyesatkan yang menyebutkan baterai yang tidak diisi daya secara penuh malah akan membuatnya cepat rusak.

David pun menjelaskannya secara ilimiah. Gel elektrolit yang memindahkan ion positif dan negatif sebagai sumber listrik utama pada smartphone akan rusak seiring berjalannya waktu dan pemakaian.

Baca Juga: Waspada, Smartphone Ternyata Bisa Menyebabkan Obesitas!

Hal ini tidak dapat dihindari, sebab sifat gel elektrolit memang akan menyusut karena terkikis oleh gesekan listrik. Namun, proses penyusutan gel elektrolit ini bisa diperlambat dengan cara tidak mengisi daya baterai sampai 100 persen.

Lebih lanjut David menjelaskan, daya baterai smartphone yang diisi penuh akan membuat gel elektrolit mengalami overcharging sehingga kandungan gel elektrolit akan lebih cepat menyusut secara permanen. Ia menyarankan agar baterai smartphone diisi ketika dayanya 40 persen. Hal ini bertujuan agar kandungan ios pada gel elektrolit tidak mengering.

Kesimpulannya, terlepas dari pengisian daya nirkabel atau normal, David menyarankan untuk mengisi daya baterai smartphone pada saat mencapai 40 persen, dan diisi sampai 90 persen saja. Dengan rutin melakukan hal ini, niscaya daya tahan baterai akan lebih awet.

Nah, jadi sudah tahu kan tips merawat baterai smartphone agar lebih awet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here