Apa yang ada di bayangan kamu dengan lingkungan kerja di perusahaan berbasis teknologi informasi? Mungkin sebagian dari kamu akan menjawab “kantor yang serius”, “jam kerja panjang”, atau “suasana yang monoton”. Nyatanya, perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri teknologi informasi tidak lagi harus dicap dengan image tersebut. Buktinya adalah berkembangnya era startup teknologi yang bisa dibilang sedang menguasai pasar kerja di Indonesia.

Lantas, kenapa fenomena tersebut bisa terjadi? Salah satu penyebab utamanya terletak pada anggapan bahwa kriteria kantor impian ada pada kebanyakan unicorn startup sekarang, yang seluruhnya mengandalkan teknologi informasi sebagai fondasi utama bisnisnya. Definisi kantor impian yang menawarkan berbagai kenyamanan dan fasilitas untuk para karyawannya sudah memiliki standarnya tersendiri di mata pencari kerja.

Perusahaan Teknologi Informasi yang Mengusung Tema Keterbukaan di Lingkungan Kerja

Untuk melihatnya secara langsung, Job-Like Magazine berkesempatan mengunjungi salah satu perusahaan teknologi informasi yang juga mengusung visi dan budaya yang sama di daerah Sudirman, Jakarta Selatan, bernama Cartenz Group.

Berdiri sejak 2014, Cartenz Group merupakan perusahaan teknologi informasi dan komunikasi yang memiliki visi meningkatkan transparansi dan efisiensi sistem pengelolaan di pemerintahan, khususnya instansi pemerintah daerah, melalui solusi teknologi yang inovatif. Perusahaan yang didirikan oleh Gito Wahyudi ini terdiri atas 3 subsidiaries, yakni Cartenz Technology, ZEEPOS, dan Sosial Bisnis Indonesia, yang masing-masing memiliki produk bisnis dan fokus yang berbeda-beda.

Area depan/lobby kantor Cartenz Group yang berlokasi di Gedung AIA Central, Sudirman.

Cartenz Technology yang merupakan core business, berperan untuk memajukan sistem administrasi perpajakan, organisasi, maupun sumber daya manusia pada masing-masing pemerintah daerah lewat inovasi teknologi dan perangkat lunak. Dalam pelaksanaannya, Cartenz terbukti telah berhasil membantu memajukan efisiensi kelola dan pendapatan di sejumlah badan pengelola pajak daerah dan terus menunjukkan impresinya yang kuat di antaranya pada Kabupaten Badung, Bali dan Kota Balikpapan, Kalimantan Selatan.

ZEEPOS merupakan produk mesin kasir atau Point-Of-Sales (POS) system yang dibuat untuk membantu para pelaku bisnis retail, bisnis usaha kecil menengah (UKM), dan industri food and beverage dalam mengatur alur bisnis dari segi efisiensi pengeluaran dan kemudahan manajemen melalui penggunaan aplikasi berfitur lengkap. Sedangkan, Sosial Bisnis Indonesia atau dikenal sebagai SOBI, memberikan solusi teknologi pada pemeliharaan lingkungan berupa sistem yang membantu pendataan inventaris hutan dan penjualan kayu-kayu yang sudah disertifikasi dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Rissia Priyahita, Communications Lead di Cartenz Group, menyatakan bahwa core business perusahaan memang sebagian besar berhubungan langsung dengan pemerintah daerah sebagai kliennya. Sehubungan dengan itu, Rissia tidak mengherankan kalau masih cukup banyak yang menganggap bahwa budaya dan lingkungan kerja di kantornya, yang berada di gedung AIA Central ini, memiliki suasana kerja atau lingkungan yang kaku dan sangat formal.

Rissia Priyahita, Communications Lead di Cartenz Group, menceritakan lingkungan kerja yang santai namun tetap profesional, memungkinkan para karyawan untuk bekerja secara lebih total dan nyaman.

“Kalau yang baru pertama kali datang ke kantor, pasti kaget liat suasananya. Meskipun konsep open space seperti di Cartenz sudah diterapkan di sejumlah perusahaan lainnya, ternyata orang tidak menyangka kalau jenis perusahaan seperti kami ini, yang geraknya di bidang IT dan banyak kerjasama sama instansi pemerintah, punya kantor yang ternyata relaxed banget,” kata Rissia.

“Lingkungan kantor yang open space memungkinkan setiap orang bisa bekerja dengan koleganya tanpa dibatasi ruangan, jadi lebih terkesan terbuka dan santai. Bahkan, CEO kami juga kalau kerja bisa di area manapun, tidak pakai ruangan khusus,” tambah Rissia.

Konsep kantor yang open space sengaja dibuat di Cartenz Group agar setiap Cartenz Family, sebutan untuk para pegawainya, bisa bekerja secara transparan dan memiliki jalur komunikasi yang mudah. Tidak hanya itu, working space yang seperti ini juga ditujukan untuk menghilangkan kesan senioritas ataupun adanya kesenjangan antar jabatan.

Salah satu spot di kantor yang asyik untuk dijadikan tempat bekerja sekaligus bersantai.

Moehammad Radif, Co-Founder Cartenz Group sekaligus Research & Development Supervisor, menjelaskan kepada Job-Like Magazine bahwa teamwork adalah nilai utama yang membawa Cartenz untuk dapat terus bertumbuh dari awal hingga sekarang. Pertumbuhan perusahaan yang mencapai 300% hanya dalam kurun waktu 2 tahun menunjukkan bukti dari kualitas kerja yang tercipta dari seluruh tim. Hubungan antar orang di perusahaan dilihat sebagai sesuatu yang sama pentingnya dengan bisnis perusahaan sendiri.

Salah satu Co-Founder Cartenz Group, Radif Moehammad, menekankan pentingnya teamwork dan komunikasi bagi seluruh Cartenz Family sedari awal berdirinya perusahaan.

“Kalau dulu semua job-desc bisa saya lakukan, dari jualan, implementasi ke klien, presentasi dan pitching juga, semuanya diambil. Dulu jadi seperti Superman, bisa terbang dari tempat A ke B ke C dalam satu hari. Kalau sekarang perusahaan sudah lebih terstruktur, setiap orang sudah lebih terarah pada kerjanya masing-masing. Kuncinya pada teamwork, hingga akhirnya perusahaan bisa jadi seperti sekarang.”

“Untuk mencapai itu, tentu suasana kerja juga sangat berpengaruh. Yang penting tidak dibikin tegang dan tidak nge-bossy. Saya sendiri tidak nyaman dengan sikap atasan yang seperti itu,” ungkap Radif.

Radif menambahkan bahwa seiring perkembangan zaman, tentu budaya bekerja di perusahaan juga ikut berubah. Perusahaan zaman sekarang harus bisa menerapkan hal itu guna menciptakan work-life balance yang dibutuhkan oleh mayoritas pekerja saat ini.

“Kalau sistem kerja sekarang dibikin dengan konsep yang corporate, dengan jam-jamnya yang strict dan lingkungan kerja yang terlalu kaku, saya rasa millennials jaman sekarang sudah tidak betah dengan suasana seperti itu. Kecuali orang yang seperti robot mungkin masih ya,” jelas Radif.

“Selain itu, di sini kerjanya karena sudah terstruktur jadi tidak perlu takut beban kerja jadi kebanyakan. Sesuai dengan kemampuan juga. Untuk yang baru lulus, pas masuk dunia kerja jadi tidak terlalu kaget karena di sini suasananya masih santai, bisa disesuaikan, serta mudah untuk bergaul,” lanjutnya.

Baca Juga: PT Cartenz Technology Indonesia Sedang Buka Lowongan Kerja IT! Cek Kualifikasinya di Sini

Lingkungan kerja yang menyenangkan ikut didukung dengan adanya berbagai fasilitas menarik untuk menunjang kenyamanan dan kebutuhan karyawan. Hal ini bisa terlihat dari adanya fasilitas tempat gym, meja ping pong, nursery room, musholla, ruang musik dan menonton, hingga relaxing spots yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh karyawan.

Area kerja divisi R&D yang bertanggung jawab terhadap pengembangan produk perangkat lunak.

Selain itu, Cartenz juga rutin mengadakan kegiatan bersama yang fun di luar jam kerja, seperti movie night, ping pong tournament, cooking class, zumba, yoga, futsal, dan aktivitas seru lainnya pada hari besar, seperti saat 17-an.

Bincang-Bincang dengan Karyawan Cartenz Group

Job-Like Magazine turut menyempatkan untuk mengobrol bersama beberapa karyawan Cartenz Group. Pada kesempatan tersebut, Tommy Putra, Senior Front-End Developer dan Nova Mufida, Senior Recruitment & Employer Branding dari Cartenz bersedia membagikan pengalamannya selama bekerja di Cartenz.

Tommy Putra, Senior Front-End Developer

Halo Tommy, boleh tahu apa saja keseharian kerja kamu di Cartenz?

Saya memegang peranan sebagai Senior Front-End Developer untuk Cartenz Technology Indonesia. Untuk kesehariannya sekarang, saya sedang sibuk mengembangkan produk yang namanya SmartGov Revenue di fitur biaya perolehan. Jadi, SmartGov sendiri merupakan semacam sistem administrasi perpajakan daerah. Untuk produk ini, ada versi web app dan mobile app.

Tommy Putra, Senior Front-End Developer, yang saat ini sedang sibuk dengan pengembangan perangkat lunak, SmartGov versi 2.0.

Kalau dari sisi supervisi, peran seperti apa yang paling membantu untuk perihal pekerjaan?

Dalam hal ini Mas Radif sebagai atasan saya, yang saya rasa sangat menguasai scope project-nya. Jadi kalaupun saya lagi ada kendala di pekerjaan, saya bisa langsung tanya solusinya ke dia. Dan kalau misalnya sama-sama tidak tahu, akan diajak diskusi bersama-sama. Jadi tidak dibiarkan bekerja sendiri, melainkan tetap didukung.

Sudah berapa lama bekerja di Cartenz? Dan pengalaman apa saja yang sudah didapatkan sejauh ini?

Saya sudah sekitar 11 bulan di sini. Kalau di Cartenz, saya dapat efisiensinya. Di sini segalanya tinggal pakai, jadi meminimalisasi penggunaan kode-kode yang berulang, lebih efisien dan efektif saja. Dengan pola kerjanya yang mendukung seperti itu, ada juga bagian-bagian yang membantu membuat library-library khusus untuk pekerjaan saya. Jadi, saya tidak harus lagi buat sendiri, yang hasilnya tentu membuat pekerjaan jadi lebih cepat.

Jadi sudah sekitar 11 bulan di Cartenz, lantas apa yang membuat kamu betah bekerja?

Yang buat saya betah di sini adalah lingkungan kerjanya yang santai. Di sini saya merasa atasan dengan bawahan bisa lebih setingkat dan bisa bekerja seperti layaknya teman, jadi lebih terbuka untuk ngobrol, misalkan ada masalah di development. Jadi tidak ada senioritas, cuma jabatan saja.

Selain itu, di sini komunikasinya juga keren. Setiap bulan ada saja kegiatan yang non-pekerjaan, seperti nonton bareng, zumba, atau futsal. Jadi tidak kerja melulu, semua bisa lebih seimbang. Dapat work-life balance-nya.

Nova Mufida, Senior Recruitment & Employer Branding

Nova Mufida, Senior Recruitment & Employer Branding Cartenz Group, menceritakan keterbukaan lingkungan kerja di Cartenz.

Halo Nova, boleh tahu apa role pekerjaan kamu di Cartenz dan sudah berapa lama bergabung di sini?

Saya memegang posisi sebagai Senior Recruitment & Employer Branding. Di sini saya bertanggung jawab untuk kebutuhan rekrutmen Cartenz Technology dan ZEEPOS, sekaligus strategi branding perusahaan yang sedang direncanakan. Kebetulan saya baru 1 bulan di sini, namun sejauh ini saya sudah merasa nyaman.

Dalam rentang waktu kerja yang masih singkat tersebut, bagaimana kesan kamu sejauh ini untuk Cartenz?

Sejauh ini baik, ya. Orang-orangnya welcome. Karena perusahaan saya yang sebelumnya bergerak di bidang headhunting, dan lebih banyak staf wanitanya, terus masuk ke sini yang lebih banyak staf prianya. Apalagi pekerja-pekerja di bidang IT biasanya dikenal dengan tipe yang sulit untuk berkomunikasi, ternyata tidak di sini. Orang-orangnya justru bisa diajak ngobrol santai dan enak untuk diajak diskusi.

Saya sendiri kemungkinan besar akan lama di sini, karena masih banyak hal yang bisa dilakukan dan dipelajari. Saya sendiri berasal dari established company sebelumnya, di mana semua sudah jadi. Nah, di sini saya bisa menyalurkan banyak ide untuk diimplementasikan, banyak hal yang bisa dicoba, dan sangat excited untuk dilakukan. Selain itu, di sini sangat mendukung work-life balance karyawannya, karena saya pribadi bisa mengatur beban kerja sendiri, sampai mengatur jam pulang sendiri.

Seperti apa on-board awal di perusahaan dilakukan untuk kamu?

Kalau saya dari HR, awalnya diberikan penjelasan tentang Cartenz, dari bidangnya seperti apa, bisnisnya seperti apa, terus komposisi timnya siapa saja, dan juga objektif perusahaan ke depan. Sehari-hari, saya juga masih tandem dengan rekruter yang lain, dijelaskan flow recruitment di sini seperti apa. Serta treatment user-nya masing-masing kan juga berbeda, itu juga diberitahukan.

Karena Nova merupakan bagian dari rekruter perusahaan, adakah yang mau disampaikan kepada para pencari kerja?

Untuk orang-orang yang ingin banyak belajar, namun juga mencari work-life balance, saya rasa Cartenz adalah tempat yang tepat. Juga untuk mereka yang punya prinsip nasionalisme tinggi, karena di sini kita menjunjung tinggi visi #AdvancingIndonesia, yaitu memajukan Indonesia melalui teknologi dan inovasi yang kami berikan. Dalam pekerjaannya nanti pun akan sangat banyak bersinggungan dengan pemerintah daerah, jadi bisa tahu kerja dengan pemerintah sekarang seperti apa. Selain itu, perusahaan teknologi memang sedang berkembang pesat 3 tahun belakangan, jadi mudah-mudahan ke depannya bisnis perusahaan akan terus berlanjut, ditambah lagi core business kami bermitra dengan pemerintah, jadi sudah pasti akan sustainable.

Untuk info lowongan kerja di Cartenz Group, silakan klik tombol apply di bawah ini.

APPLY

Beri komentar Anda tentang artikel ini