Indonesia Siap Memasuki New Normal, Ini Protokol Kesehatannya

Pandemi COVID-19 belum berlalu, tetapi pemerintah mewacanakan hidup new normal di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota. Ibukota DKI Jakarta direncanakan menerapkan new normal setelah berakhirnya fase Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 4 Juni mendatang. Sementara provinsi Jawa Barat akan menerapkannya lebih awal sejak 1 Juni. Nah, seperti apa hidup new normal?

New normal atau tatanan hidup baru yang digaungkan pemerintah mengajak masyarakat untuk kembali beraktivitas seperti biasa, namun menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan jelas diperlukan untuk mencegah penularan virus COVID-19 yang belum tuntas di negeri ini. Sementara anjuran untuk kembali beraktivitas diharapkan akan menyelamatkan perekonomian.

Terkait protokol kesehatan pada masa new normal, Presiden Joko Widodo menegaskan masyarakat untuk tetap menerapkan social distancing dan menjaga kebersihan melalui cuci tangan dengan air bersih atau handsanitizer. Protokol kesehatan ini diserukan Jokowi untuk disosialisasikan secara masif. Bila new normal ini efektif, pemerintah siap menerapkannya ke daerah-daerah lain.

Baca Juga: Digitalisasi Human Resource Efek “New Normal” Pandemi Covid-19

“Sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan, seperti jaga jarak, gunakan masker, cuci tangan, dilarang berkerumun. Kalau itu dilakukan, sosialisasikan secara masif. Saya yakin kurva bisa kita turunkan di beberapa provinsi. Apabila efektif, kita akan gelar perluas lagi ke provinsi yang lain,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/5). 

Penerapan Protokol Kesehatan New Normal di Area Kerja

Selain itu, pemerintah juga menerapkan protokol kesehatan new normal untuk para pelaku dan pekerja di dunia usaha, seperti yang dituang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 328/2020. Berikut poin-poin protokol kesehatan new normal yang harus diterapkan oleh pelaku usaha setelah berakhirnya fase PSBB:

  1. Selalu memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID-19 di wilayahnya.
  2. Mewajibkan semua pekerja menggunakan masker selama di tempat kerja, selama perjalanan dari dan ke tempat kerja serta setiap keluar rumah.
  3. Larangan masuk kerja bagi pekerja, tamu/pengunjung yang memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak napas.
  4. Jika pekerja harus menjalankan karantina/isolasi mandiri agar hak-haknya tetap diberikan.
  5. Menyediakan area/ruangan tersendiri untuk observasi pekerja yang ditemukan gejala saat dilakukan skrining.
  6. Pada kondisi tertentu jika diperlukan, tempat kerja yang memiliki sumber daya dapat memfasilitasi tempat karantina/isolasi mandiri.
  7. Penerapana higiene dan sanitasi lingkungan kerja.
  8. Melakukan rekayasa engineering pencegahan penularan seperti pemasangan pembatas atau tabir kaca bagi pekerja yang melayani pelanggan, dan lain lain.
  9. Satu hari sebelum masuk bekerja dilakukan Self Assessment Risiko COVID-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit COVID-19.
  10. Melakukan pengukuran suhu tubuh (skrining) di setiap titik masuk tempat kerja.
  11. Menerapkan physical distancing/jaga jarak.
  12. Jika memberlakukan shift tiga, maka diberlakukan untuk karyawan berusia kurang dari 50 tahun.

Baca Juga: Seberapa Penting Penyemprotan Desinfektan untuk Membunuh Virus?

Protokol kesehatan new normal yang harus diterapkan oleh pekerja setelah berakhirnya fase PSBB:

  1. Saat tiba di tempat kerja segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  2. Gunakan siku untuk membuka pintu dan menekan tombol lift.
  3. Tidak berkerumunan dan menjaga jarak di lift dengan posisi saling membelakangi.
  4. Bersihkan meja/area kerja dengan desinfektan.
  5. Upayakan tidak sering menyentuh fasilitas/peralatan yang dipakai bersama di ruang kerja, gunakan handsanitizer.
  6. Tetap menjaga jarak dengan rekan kerja minimal 1 meter.
  7. Usahakan aliran udara dan sinar matahari masuk ke ruang kerja.
  8. Biasakan tidak menjabat tangan.
  9. Masker tetap digunakan.
  10. Saat tiba di rumah jangan bersentuhan dengan anggota keluarga sebelum membersihkan diri.

Meski protokol new normal ini masih awam buat kita, yuk patuhi anjuran-anjuran tersebut untuk memutus penyebaran virus COVID-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here