Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang Fast Moving Consumer Goods, Wipro Unza Indonesia menyadari bahwa keterlibatan tim marketing untuk merancang skema promosi dan rencana pemasaran sangat penting bagi perusahaan.

Tahukah kamu, ternyata tugas dari seorang marketer tidak hanya berfokus pada bagaimana caranya menjual produk atau jasa. Ada banyak tim yang terkait di dalamnya. Job-Like Magazine “sowan” ke dapur marketing Wipro Unza Indonesia, untuk berbincang dengan beberapa perwakilan tim marketing Wipro Unza Indonesia.

Seperti apa ya keseruan dari pekerjaan seorang marketer?

Apa saja yang mereka lakukan untuk meningkatkan brand awareness suatu produk?

Yuk, Ketemu dengan Orang-Orang di Balik Layar Tim Marketing Wipro Unza Indonesia

Siapa saja yang menjadi bagian dari tim marketing?

Orang pertama yang Job-Like Magazine temui adalah Digital Marketing (all brands) Wipro Unza Indonesia, Mohammad Andris. Ia telah bergabung sebagai marketer sejak Oktober 2015. Di zaman yang serba digital saat ini, tugas dan pekerjaan dari seorang Digital Marketing bisa dibilang cukup luas dan sangat menarik.

Pengenalan produk dan campaign untuk meningkatkan brand awareness menggunakan sarana digital, menjadi tantangan tersendiri bagi Andris. Menurutnya, membentuk awareness masyarakat terhadap sebuah produk di era digital dapat dilakukan melalui berbagai macam cara.

“Di era digital peluang untuk berkomunikasi kepada netizen semakin mudah bahkan semakin dekat. Ada banyak hal menarik yang bisa dipelajari. Contohnya, seperti saat menjalankan digital campaign dari awal kami sudah harus tahu tujuannya apa, modelnya bagaimana, hingga output-nya mau seperti apa. Kemudian, platform mana saja yang akan digunakan untuk media awareness dan lain sebagainya hingga kami lakukan review dan evaluasi untuk strategi yang lebih baik ke depannya,” jelasnya.

Ya, menjadi seorang digital marketer di Wipro Unza Indonesia harus selalu memastikan bahwa campaign yang dijalankan baik di media sosial maupun platform digital lainnya, tepat sasaran mulai dari usia, pendidikan, hobi, dan sebagainya yang memiliki latar belakang berbeda.

Semua itu untuk memastikan agar produk-produk yang dipasarkan mendapat sambutan hangat dan dapat diterima oleh masyarakat.

Berbeda dengan Andris, Diana Susiany sudah menjadi bagian dari tim marketing Wipro Unza Indonesia lebih dari 15 tahun. Saat ini, ia dipercaya menjadi Marketing Manager untuk produk skin care (Safi & Bio-Essence).

Menurutnya, menjadi seorang Marketing Manager sangat menyenangkan. Pengandaian seorang Marketing manager menurut Susi seperti ibu, yang melahirkan, mengurus, dan memastikan sebuah produk bertahan di pasaran.

“Siklus marketing itu full cycle. Mulai dari membuat konsep produk, berkoordinasi dengan tim research and development, memikirkan bentuk komunikasi pemasarannya seperti apa, sampai produk tersebut launching. Brand management berupaya untuk terus mendukung keberadaan produk tersebut sampai produk tersebut tidak ada lagi life cycle-nya dan discontinue,” tutur Susi.

Meski sudah bekerja selama lebih dari 10 tahun, namun ia hampir tak pernah menemui kata bosan. Menurutnya, banyak hal-hal menarik yang dapat dikembangkan dengan menjadi tim marketing Wipro Unza Indonesia.

“Setiap tahun pasti ada saja tren baru yang bisa kita pelajari dari waktu ke waktu. Mungkin secara teori kita sudah tahu, tetapi di lapangan tidak ada yang 100% mengikuti teori. Contohnya, penggunaan Key Opinion Leader (KOL) dalam promosi produk. Saat ini, kita bisa belajar bahwa KOL itu bisa menjadi suatu medium sendiri yang cukup efektif untuk mengomunikasikan produk. Jadi keseruannya menjadi tim marketing, kita tetap terus belajar untuk menyesuaikan diri seiring dengan tren yang sedang berjalan.”

Brand Manager produk Izzi, Febriana Bustan memiliki pendapat yang serupa. Ia sudah bekerja di Wipro Unza Indonesia selama empat tahun. Menurutnya, menjadi Brand Manager sebuah produk fragrance untuk remaja, membuat tim harus bergerak cepat agar dapat mengimbangi tren yang sedang berlangsung di kalangan remaja.

Mengembangkan sebuah produk baru hingga sukses diterima oleh masyarakat dan pasar, merupakan kebanggaan tersendiri bagi Febriana beserta tim.

“Yang paling memacu adrenaline mungkin saat kami membuat produk baru, membuat materi kreatif untuk iklan di televisi, atau bagaimana caranya kami membuat konten digital agar pasar tertarik dengan produk kami. Itu sih yang paling menyenangkan sekaligus menantang. Tetapi, setelah itu ketika campaign yang kami lakukan berhasil rasanya puas banget,” ujarnya.

Baca Juga : Wipro Unza Indonesia: Menjaga Aset Perusahaan yang Paling Berharga

Tertarik Berkarier menjadi Seorang Marketer ?

Photo by : Kiky Waode/Job-Like Magazine

“Jika mau berkarir di dunia marketing yang penting punya passion. Mau belajar banyak hal. Tidak terbatas latar belakang pendidikannya apa, semua sama-sama belajar. Yang terpenting suka bertemu orang, suka berkreativitas, dan jangan membatasi diri”

Febriana Bustan – Brand Manager Izzi

 

“Jadi marketer di Wipro Unza Indonesia, harus bisa saling menghargai perbedaan pendapat. Saling percaya dan mengisi kekurangan satu sama lain. Semua itu untuk mencapai tujuan bersama”

Mohammad Andris – Digital Marketing Wipro Unza Indonesia

 

“Kalau aku dan tim mengutamakan sharing. Meski di kantor jenjang itu pasti ada tetapi aku tidak mau itu membatasi. Wipro is a great place to belong. Value perusahaan sangat menjunjung tinggi karyawan, mereka tahu karyawan itu adalah aset perusahaan jadi mereka tahu bagaimana cara me-maintain karyawan”

Diana Susiany – Marketing Manager Produk Skin Care (Safi & Bio-Essence)

Beri komentar Anda tentang artikel ini