UI/UX Specialist: Serunya Jadi UI/UX, Kerjanya Nggak Monoton

Chandrawaty Reza Sagita, UI/UX Specialist Allianz Indonesia. (Foto: dok. pribadi)

UI dan UX. Pasti kamu sering banget mendengar profesi ini. Tapi, apa sih tugas UI/UX? Lalu, kemampuan seperti apa saja yang harus kamu miliki untuk menjalani profesi ini? Dengerin yuk cerita Chandrawaty Reza Sagita, seorang UI/UX Specialist.

Chacha, begitu ia disapa, baru saja bergeser profesi sebagai UI/UX Specialist di Allianz Indonesia sejak empat bulan lalu. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Business Process Architect, juga di Allianz Indonesia. 

Ketika bertandang ke kantor Allianz Indonesia, Job-Like Magazine bertemu dengan Chacha. Ia pun berbagi pengalaman barunya sebagai UI/UX Specialist. Sebagai pembuka, ia menjelaskan yang dimaksud dengan UI adalah User Interface, sementara UX adalah User Experience.

Nah, peran UI/UX dibagi menjadi tiga, yaitu user researcher, user writer, dan user designer. Apapun perannya, seorang UI/UX harus mendekatkan dirinya dengan user atau pengguna produknya.

Alasannya, sederhana. Melalui interaksi dengan user, UI/UX memahami lebih dalam mengenai kebutuhan pasar sebelum menentukan strategi produk yang akan dikembangkan.

Oleh karena itu, Chacha menegaskan seorang UI/UX juga harus piawai melakukan riset dan menganalisa data.

Skill-nya pastinya harus kuat dalam research atau data, artinya setelah kita interview orang, ketemu banyak user, pengumpulan data, kita harus bisa mengolah data. Harus interaktif juga, komunikasinya harus baik karena akan bertemu pelanggan dengan berbagai karakter.”

Sederhananya, Chacha menjelaskan proses kerja seorang UI/UX, “Pertama, kita melakukan riset, kita harus datang ke customer, riset nih apa sih kebutuhan mereka. Sampai kita punya data, kita analisis, lalu kita tulis dalam sebuah requirement kebutuhannya itu apa.”

Baca Juga: Mengintip Innovation Lab, “Dapur Produk Teknologi” Allianz Indonesia

“Setelah itu kita bisa kembangin oh produk kita pasnya seperti itu loh. Baru kita bisa mendesain produk kita, termasuk kira-kira feature apa ya yang bisa memenuhi kebutuhan user.”

Semakin Banyak Produk Digital, UI/UX Semakin Diburu

Kepada Job-Like Magazine, Chacha membeberkan pentingnya peran UI/UX dalam dunia bisnis yang berkiblat ke ranah teknologi ini. Dengan menjamurnya produk digital, profesi UI/UX pun semakin dibutuhkan untuk menemukan strategi bisnis yang sesuai dengan kebutuhan atau permintaan pasar.

Itu sebabnya, ia mengamini keputusan perusahaan yang menggesernya dari Business Process Architect menjadi UI/UX Specialist. Terlebih, ia merasakan pekerjaan sebagai UI/UX Specialist tidak monoton karena menuntut dirinya untuk berpikir kreatif. Hal ini berbeda dari pola kerja sebelumnya.

“Pekerjaan ini seru karena tidak monoton, tidak hanya menulis requirement seperti di process atau IT. Kita harus lebih kreatif dan itu nggak ada ilmu pasti. Jadi, itu tantangan tersendiri sih, harus banyak ide,” ujarnya.

“Zaman sekarang UI/UX itu penting banget, terutama ada banyak produk digital. Nyatanya, digital itu nggak bisa dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyak produk digital yang dibuat, semakin banyak perusahaan yang mengadaptasi produk digital, berarti semakin banyak UI/UX yang dibutuhkan,” tuturnya. 

Di ujung percakapan, Chacha memberikan saran bagi pekerja yang tengah dihadapkan tantangan bergeser karier. Menurutnya, riset mengenai peran baru dan peluang kariernya harus dilakukan sebelum mengambil keputusan akhir. Ia juga mengatakan pentingnya untuk berani keluar dari zona nyaman untuk membuka peluang emas.

Nah, gimana kamu tertarik jadi UI/UX Specialist?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here