Bocoran 5 Faktor Penting Membangun Startup dari Founder Qiscus

Delta Purna Widyangga, Founder & CEO Qiscus. (FOTO: dok. Qiscus)

Ada 5 faktor fundamental yang harus dimiliki untuk membangun startup menurut Delta Purna Widyangga, Founder & CEO Qiscus. Delta telah berkecimpung di dunia startup sejak 2013. Ia bersama rekan-rekannya membangun Qiscus yang menawarkan kemudahan berkomunikasi melalui layanan in-app chat.

Pada awalnya, Qiscus fokus memberikan solusi aplikasi chat untuk bekerja melalui platform Qiscus Messaging for Work. Tujuannya agar proses kerja dan kolaborasi saling bersinergi dan mudah dipantau oleh seluruh anggota tim. Pada 2017, Qiscus mengembangkan bisnisnya sebagai multichannel conversational platform. Platform ini memungkinkan pelaku bisnis untuk meningkatkan customer experience melalui aplikasi chat

Kepada Job-Like Magazine, Delta menjelaskan vitalnya customer experience bagi perusahaan untuk mengambil kebijakan-kebijakan bisnis. Terlebih perilaku konsumen dewasa ini sudah mengalami banyak perubahan. Alhasil, efektivitas customer experience pun bergeser menjadi lebih bersifat percakapan, simpel, cepat, dan berbasis chat

Kejelian Delta dan tim menyoroti kebutuhan pasar akan layanan chat yang simpel dan cepat untuk bekerja dan berbisnis merupakan salah satu faktor fundamental dalam membangun startup. Menurutnya, pelaku startup harus fokus pada permasalahan yang ada, lalu berinovasi untuk menciptakan sebuah solusi. 

Baca Juga: Pentingnya Strategi Pemasaran Storytelling untuk Reputasi Startup

Selain itu, ia menegaskan solusi yang disodorkan harus memiliki nilai jual jangka panjang. Untuk itu, pelaku startup pun harus jeli melihat pergerakan pasar. Seberapa besar pasar yang dituju? Lalu, apakah pasar tersebut akan terus tumbuh berkembang? 

Faktor penting kedua untuk membangun startup adalah memiliki tim yang solid, terutama saat memilih rekan bisnis atau co-founder. Jangan asal memilih co-founder. Sebaliknya, bekerjasamalah dengan rekan yang memiliki visi dan misi yang selaras. Ada baiknya lagi, setiap founders telah saling kenal cukup lama.

“Kami (founders Qiscus) punya mimpi yang sederhana, untuk mewujudkan sebuah perusahaan bertaraf global dari Indonesia. Mimpi ini juga yang menjadikan kami solid sebagai tim dan keluarga di Qiscus,” bilang Delta. 

WFH, Ini 5 Core Value Qiscus yang Fundamental

Delta juga menegaskan faktor penting menciptakan budaya kerja yang bagus. Menurutnya, penyebab kegagalan saat membangun startup bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu tim dengan skill yang kurang memadai dan tim yang tidak termotivasi. Permasalahan mengenai skill bisa diatasi melalui training skill.

Sementara, untuk meningkatkan motivasi tim, diperlukan budaya dan nilai-nilai kerja yang tepat. Sebagai Founder dan CEO Qiscus, Delta menerapkan budaya keterbukaan komunikasi dengan timnya. Terlebih ketika di masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan timnya bekerja dari rumah.

Pria lulusan Nanyang Technological University ini acap menyuntikkan motivasi melalui komunikasi personal maupun melalui goresan tulisan penyemangat yang ia bagikan kepada timnya. 

“Kami juga memiliki lima core values, yaitu growth is our mindset, usefulness is our happiness, excellence is in our blood, our words are our commitment, and our team is our key to success. Dimanapun kami berada, dan dalam model apapun kami bekerja, baik remote maupun di kantor, kami selalu berusaha mengemulasi core values ini,” tuturnya.

“Contohnya dalam kondisi remote working seperti sekarang, trust dan integrity yang tercakup dalam value ‘our words are our commitment’ menjadi penting. Jadi meskipun komunikasi menjadi lebih sulit, kami memastikan tetap menjaga integritas satu sama lain dalam tim,” jelasnya.

“Contoh lain dalam kondisi remote seperti sekarang, komunikasi efektif yang tercakup dalam “our team is our key to success’ menjadi lebih kritikal dari sebelumnya. Tim memastikan bahwa komunikasi tertulis yang jelas harus dibangun. Kami memastikan teman-teman di tim melakukan write more and read more dalam kondisi remote seperti sekarang ini.” 

Baca Juga: Apa yang Harus Diperhatikan Startup dalam Pendanaan dari Investor?

Proses kerja dari rumah (work from home atau WFH) yang menjadi budaya baru di Indonesia akibat pandemi COVID-19 menjadi studi kasus faktor fundamental keempat saat membangun startup. Yaitu, pentingnya menjaga fokus dan intensitas. Untuk itu, ada baiknya pelaku startup mengadoptasi proses kerja agile, seperti menggunakan metode scrum.

Lalu, faktor terakhir yang tak kalah penting dalam membangun startup adalah semangat yang dimiliki founder akan sebuah mimpi atau ketertarikannya mengatasi sebuah masalah sosial. Ide dari mimpi atau masalah yang ada kemudian diwujudkan dalam sebuah bisnis startup.

Dengan memegang mimpi awal yang ia hamparkan saat membangun Qiscus, Delta mengaku dirinya terbantukan saat menghadapi setiap tantangan. 

“Pasang surut dan tantangan jelas banyak dan terus ada hingga sekarang. Rasanya seperti roller coaster, khususnya di tahun-tahun awal pendirian Qiscus. Tapi saya selalu ingat terhadap mimpi, ‘why we are doing this’. Ini sangat kritikal dalam menghadapi berbagai tantangan,” ucapnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here