Berminat Menjadi Pengembang Aplikasi? Dicoding Tawarkan Layanan Edukasinya

Di era-nya aplikasi seperti sekarang ini, pengembang aplikasi banyak dibutuhkan oleh perusahaan IT, startup, ataupun perusahaan lain yang berorientasi pada penggunaan teknologi. Kalau Anda berminat untuk menjadi pengembang aplikasi, Dicoding menyediakan layanan edukasinya.

Kurikulum pembelajaran Dicoding dibuat berdasarkan perkembangan dan kebutuhan yang ada saat ini. Sementara, peserta akan dibimbing oleh para expert yang berpengalaman. Sebagai informasi, Dicoding dipercaya sebagai Google Authorized Training Partner di Indonesia.

Pemula Juga Bisa Jadi Pengembang Aplikasi

Kelas belajar Dicoding terbagi dalam tiga level, yaitu pemula, menengah dan mahir. Selain itu terdapat pula pilihan platform yang diiminati, yaitu IoS, Android dan Windows.

Jika Anda adalah calon pengembang aplikasi pemula yang memilih platform Android, Anda bisa memilih kelas “Belajar Membuat Aplikasi Android untuk Pemula” atau “Belajar Membuat Game untuk Pemula”. Selain kedua kelas tersebut, tersedia banyak lagi kelas yang lainnya.

Sebagai paket pembelajaran, Dicoding menggunakan tutorial, kuis dan tugas. Selain itu, ditetapkan pula batas waktu belajar (mulai dari 30 hingga 90 hari). Peserta yang tidak mencapai batas waktu belajar akan terkena drop-out. Namun, peserta yang drop-out bisa mendaftar lagi tanpa harus mengulang dari awal. Sementara itu, bagi yang lulus akan diberikan sertifikat.

Workshop dan Tugas Membuat Aplikasi

Selain edukasi, Dicoding menggelar beberapa program lainnya, yaitu Events, Challenge, Rewards dan Jobs. Events dan Challenge digelar untuk meningkatkan kemampuan teknis melalui seminar, workshop dan tugas-tugas membuat aplikasi. Untuk itu, Dicoding bekerjasama dengan perusahaan dan instansi lain seperti Samsung, Telkom dan Bekraf.

Baca Juga: Ingin Berkarier di Bidang IT? Yuk, Intip Pekerjaan Seorang Scrum Master

Bagi pengembang aplikasi yang sudah menyelesaikan edukasi, Challenge, dan Events, ia berhak mendapatkan Rewards berupa beragam perangkat komputer atau gadget. Sementara, Jobs menyediakan informasi pekerjaan dan karier dari berbagai perusahaan.

Profesi Pengembang Aplikasi di Perusahaan IT

Dicoding sudah menggelar 39 kelas online, 160 challenge dan 737 event. Sementara, pengembang aplikasi yang bergabung jumlahnya sudah mencapai lebih dari 150 ribu orang.

Seperti dilansir Bisnis, hanya 56 persen SDM IT yang berhasil bekerja sebagai pengembang aplikasi atau engineer di perusahaan. Hal tersebut terjadi karena tidak sesuainya kebutuhan dengan kemampuan yang ada.

Dengan program-program yang dimilikinya, Dicoding berupaya untuk menyesuaikan kemampuan peserta edukasi dengan kebutuhan industri teknologi saat ini. Sampai sekarang, sudah ada 2000 alumni Dicoding yang berhasil bekerja di berbagai perusahaan teknologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here