Asyiknya Kerja di Benesse Indonesia, Bekerja dengan Well-Being

Employer engagement Benesse Indonesia di hari Kemerdekaan RI. (FOTO: dok. Benesse Indonesia)

Mendapatkan tantangan baru meski baru bekerja setahun bukan sekadar mimpi bagi para karyawan Benesse Indonesia. Memegang filosofi yang diambil dari bahasa latin, yaitu Bene (Well) + Esse (Being) = Well-Being, Benesse Indonesia memastikan para karyawannya bekerja dengan nyaman dan sejahtera. Salah satunya, kesetaraan peluang untuk mengembangkan karier.

Kesempatan naik karier diberikan oleh perusahaan asal Jepang yang bergerak di bidang pendidikan ini untuk setiap karyawannya melalui evaluasi kinerja di akhir tahun. Benesse Indonesia menerapkan skema penilaian berorientasi hasil atau target oriented. Artinya, karyawan berprestasi yang mencapai target kerja akan mendapatkan penghargaan dari perusahaan.

Penghargaan terbaik yang berpeluang diterima karyawan adalah kenaikan karier dan gaji. Peluang pengembangan karier ini dituturkan oleh Kurnia Prasanti Rahardjo, Manager HRGA Benesse Indonesia. Ia menjelaskan perusahaan mendukung jenjang karier karyawan secara merata dan transparan sesuai dengan misi yang diemban untuk menjadi solusi kesejahteraan (well-being).

“Benesse Indonesia merupakan bagian dari Benesse Corporation yang telah berdiri di Jepang sejak tahun 1955. Benesse fokus membantu konsumen secara personal, sehingga kehidupan setiap orang semakin sejahtera. Filosofi ini juga diaplikasikan ke karyawan. Well being tidak hanya untuk konsumen, tetapi juga untuk karyawan,” jelas Nia, sapaannya.

“Jadi sebelum mengerjakan hal baru di awal tahun, manajemen akan menentukan KPI masing-masing karyawan. KPI tersebut akan dievaluasi di akhir tahun. Berapa persen KPI yang tercapai? Melalui evaluasi tersebut, manajemen akan menentukan kenaikan gaji karyawan. Kami menginginkan karyawan sejahtera dan bekerja dengan baik. Setiap tahun mereka berpeluang untuk naik gaji, sesuai dengan hasil kerjanya, bukan karena sudah berapa lama bekerja,” tuturnya. 

Kepedulian Benesse akan kesejahteraan karyawan juga diwujudkan dengan program pengembangan skill. Benesse saat ini memberikan akses bagi karyawan untuk mengikuti kursus pelatihan berbasis online dan akan ada pelatihan internal untuk mengembangkan kemampuan dasar. Program ini diharapkan akan membantu karyawan untuk memperdalam keahlian sehingga mampu bersaing dalam kecepatan teknologi dan bisnis dewasa ini.

Baca Juga: Wawancara Kerja Perusahaan Jepang Tidak Sulit Bila Sudah Tahu Triknya

Program pelatihan berbasis online juga membuka peluang karyawan untuk mengeksplorasi bakat dan passion kerjanya. Sehingga karyawan berkesempatan untuk meningkatkan jenjang karier sesuai dengan bakat dan minatnya. Bagi perusahaan sendiri, program people development ini penting untuk investasi jangka panjang. Terlebih, Benesse Indonesia mengutamakan proses internal dalam mengisi jabatan manajerial. 

“Benesse membuka kesempatan untuk karyawan mengembangkan karier. Ketika ada jabatan manajerial yang lowong, kami mengutamakan proses internal. Apakah ada karyawan yang berpotensi dan mau untuk mengisi posisi tersebut. Karyawan juga bisa mengajukan keinginan untuk pindah divisi bila ia memenuhi kriteria kemampuan dan lolos seleksi,” ujar Nia. 

“Dan untuk mendukung kesejahteraan karyawan dalam kenaikan jenjang karier tersebut, kami memberikan program pelatihan online. Karyawan bebas mengikuti program pelatihan online sebanyak-banyaknya. Namun, hanya ada dua pelatihan online yang bisa dilakukan di tengah jam kerja,” imbuhnya. 

Benesse Indonesia: Kerja Cerdas Secara PDS (plan-do-see), Challenge, dan Work-Life Balance

Kurnia Prasanti Rahardjo, Manager HRGA Benesse Indonesia. (FOTO: dok. Benesse Indonesia)

Selayaknya perusahaan asal Jepang, Benesse Indonesia yang didirikan pada tahun 2012, juga menerapkan prinsip dan etos kerja PDS dan Challenge. PDS berarti ‘pengembangan dan perbaikan yang terus menerus’. PDS menekankan pada tahap proses yang dijalankan untuk mencapai sebuah hasil yang bisa terus ditingkatkan. Prinsip ini meyakini hasil yang baik akan lahir dari proses yang baik.

Seperti yang diutarakan Nia terkait gaya kepemimpinan di Benesse Indonesia bahwa ada tiga hal penting. Yang pertama, yaitu tanggung jawab pemimpin adalah mencapai target, jadi KPI harus jelas ke member dan usaha harus dimaksimalkan untuk dapat mencapai target.

Kedua, pemimpin harus cek action plan, progress dan mengelola masing-masing anggota di timnya. Yang ketiga, dalam prosesnya pemimpin harus dapat memaksimalkan kemampuan masing-masing timnya dan menjaga agar tetap termotivasi dan bersemangat.

Benesse Indonesia menerapkan prinsip PDS ini kepada seluruh karyawannya. Meski berorientasi pada hasil akhir, manajemen menghargai proses yang dijalani para karyawannya. Hal ini sangat dirasakan oleh Fani Agustina, Manager Marketing Kodomo Challenge, sejak bergabung pada April 2020. Ia menikmati proses kerja transparan dan berimbang yang diperlihatkan manajemen.

“Ketika saya mau bergabung dengan Benesse, ada ketakutan karena imej perusahaan Jepang yang bekerja dengan sangat keras. Tapi, saya justru bersyukur. Meski perusahaan mengedepankan target oriented, manajemen menghargai proses dari kegagalan ataupun keberhasilan. Kegagalan bukan sesuatu yang buruk, tapi mengenai apa yang bisa kita pelajari,” ujar Fani.

Baca Juga: Work-Life Balance vs Work-Life Flexibility, Pilih yang Mana?

Sementara itu, prinsip Challenge mendorong karyawan untuk bekerja dengan semangat dan melakukan yang terbaik. Prinsip Challenge ini selaras dengan nilai well-being yang diangkat Benesse. Fani menjelaskan nilai ini menjadi pondasi setiap karyawan untuk memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan konsumen melalui produk pendidikan Kodomo Challenge dan Shinkenjuku.

Anak-anak customer Kodomo Challenge (kiri) dan Shinkenjuku Online (kanan). (FOTO: dok. Benesse Indonesia)

Value well-being for society tidak sekadar menjadi slogan atau jargon. Tetapi semua karyawan menerapkannya, bahkan leader yang bekerja sama dengan saya juga mengaplikasikan jargon tersebut. Setiap keputusan yang kami ambil diperuntukkan bagi customer. Selain itu, Benesse juga mengedepankan nilai work-life balance. Meski kami bekerja keras, tetapi ada porsinya untuk bekerja dan keluarga. Ini penting terlebih pada masa sekarang ketika orang harus stay sane,” tutur Fani.

Fani Agustina, Manager Marketing Kodomo Challenge. (FOTO: dok. Benesse Indonesia).

“Benar apa yang dikatakan Fani. Benesse memperhatikan work-life balance perusahaan. Ketika weekend, ya weekend, jadi tidak akan diganggu oleh pekerjaan. Kami juga memastikan pekerjaan dilakukan secara transparan, tetapi tetap menyenangkan. Saya sendiri merasakan kehidupan yang lebih baik sejak bekerja di Benesse dari tahun 2014. Saya menjadi lebih disiplin, tepat waktu, menghargai diri sendiri dan orang lain,” imbuh Nia.

Nah, bagaimana dengan kamu? Apakah kamu tertarik bekerja dengan menyenangkan, sesuai passion, dan dihargai perusahaan atas kerja kerasmu dengan peluang naik karier dan tantangan besar?

Gabung Benesse Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here