Contoh Bentuk Kebijakan Perusahaan bagi Karyawan di Tengah Pandemi

Bentuk kebijakan perusahaan sudah sewajarnya kembali disesuaikan di masa pandemi kali ini. Sebagian besar karyawan bukan hanya harus menerapkan new normal di kehidupan sehari-hari, melainkan juga dalam bekerja. Aturan-aturan baru butuh dibuat demi kenyamanan bersama, baik perusahaan maupun karyawan.

Lalu, bentuk kebijakan perusahaan apa saja yang bisa diterapkan di tengah kondisi new normal ini? Beberapa poin berikut mungkin bisa menjadi referensi.

Atur Jam Kerja Karyawan

Meski new normal sudah diberlakukan, bukan berarti keselamatan karyawan dalam perjalanan dari rumah ke kantor aman-aman saja. Buktinya, masih ada penumpukan penumpang di transportasi umum seperti KRL maupun Trans Jakarta. Perusahaan sebaiknya turut andil dalam membantu karyawan menyelesaikan masalah ini.

Salah satu alternatif bentuk kebijakan yang bisa dibuat adalah mengatur ulang jam kerja karyawan. Andai sistem shift yang dianjurkan pemerintah kurang efisien, perusahaan bisa membagi jadwal masuk karyawan. Jadi, setiap karyawan mendapat jatah masuk kerja ke kantor dan work from home (WFH) untuk mengurangi pergerakan di tengah kepadatan manusia.

Fasilitasi Kebutuhan Karyawan

Perusahaan tentu sadar bahwa karyawan juga merupakan aset penting dalam perkembangan bisnis. Perusahaan hendaknya menyediakan kelengkapan protokol kesehatan di kantor. Pastikan kantor memiliki hand sanitizer, menyediakan sabun cuci tangan, serta wajib menjaga posisi duduk karyawan dalam bekerja.

Bagi karyawan yang WFH, perusahaan dapat membantu penyediaan internet. Misalnya, tiap karyawan diberi tunjangan pulsa untuk bekerja dari rumah. Dengan begitu, beban karyawan pun sedikit berkurang dengan bantuan fasilitas pulsa dari perusahaan.

Baca Juga: PHK Akibat Covid-19 Rentan Bikin Stres, Begini Cara agar Tetap Tenang

Atur Ulang Target Perusahaan

Bentuk kebijakan perusahaan selanjutnya adalah mengevaluasi kembali target atau pencapaian kerja. Simak dulu seberapa besar dampak pandemi terhadap bisnis yang dijalankan. Rasanya sulit jika tetap berpedoman pada target yang sudah dibuat jauh-jauh hari di kondisi sekarang.

Jangan bebankan karyawan dengan target yang sebenarnya sudah tidak relevan. Sesuaikan dan buat kembali target baru yang sekiranya lebih realistis untuk dicapai. Tentu perusahaan tidak mau juga kan kalau hampir semua karyawannya rentan stres karena cemas akan pandemi dan target?

Langkah Strategis Saat Krisis Keuangan

Tidak bisa dipungkiri bahwa pasti ada perusahaan yang kondisi keuangannya mendadak anjlok. Bahkan, sebagian perusahaan juga sudah melakukan pemutusan hubungan kerja bagi karyawan. Namun, benarkah PHK menjadi satu-satunya bentuk kebijakan perusahaan yang dapat dilakukan?

Guna mengurangi PHK, perusahaan bisa memotong tunjangan sebagian karyawan. Biasanya karyawan dengan level lebih atas terkena dampak ini. Sebisa mungkin perusahaan masih sanggup membayarkan gaji pokok karyawan di tengah masa krisis seperti sekarang.

Bagaimana dengan kantor tempat kamu bekerja? Bentuk kebijakan perusahaan apa saja yang kamu rasakan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here