Wawancara Berantakan? Bisa Jadi karena Kesalahan Pewawancara, Seperti dalam Situasi-Situasi Ini  

kesalahan pewawancara
sumber: pinterest

Ketika Anda berjalan keluar dari ruangan wawancara dimana sebelumnya Anda berhasil menjalani proses tersebut dengan lancar, rasanya hati Anda pasti melambung tinggi. Namun sebaliknya, jika Anda baru saja menjalani wawancara kerja yang kacau, Anda akan berjalan dengan lungkrah seolah sedang menanggung beban berat. Biasanya, wawancara yang lancar dan menyenangkan adalah pertanda baik. Namun kadang-kadang, sebuah wawancara yang berantakan bukan terjadi karena kesalahan Anda sebagai kandidat. Justru sebaliknya, itu bisa terjadi karena kesalahan pewawancara, akibat kurangnya profesionalisme. Apa saja tanda-tanda bahwa sebuah wawancara yang berantakan terjadi karena kesalahan pewawancara yang tidak profesional?

Kesalahan Pewawancara Bisa Terlihat Lewat Hal-Hal Berikut Ini

Percakapan yang Tidak Seimbang

Ketahui Perbedaan Tipe Teknik Wawancara Untuk Bisa Mendapatkan Pekerjaan
Sumber: Content.monstergulf

Sebuah wawancara kerja adalah kesempatan bagi perusahaan untuk belajar lebih banyak mengenai Anda sekaligus kesempatan Anda untuk belajar mengenai kesempatan kerja tersebut. Meskipun seringkali disangka sebagai sesi tanya jawab yang mirip dengan “interogasi” kandidat, sebenarnya wawancara kerja harus berjalan dua arah. Ada keseimbangan dan dinamika yang mulus dan tidak kikuk. Namun sayangnya, salah satu kesalahan pewawancara yang umum adalah dengan sengaja mengubah keseimbangan: kadang mereka bicara terlalu banyak tentang perusahaannya atau mengasumsikan hal-hal tentang pewawancara, sementara beberapa yang lain terlalu diam, mengandalkan kandidat untuk mengarahkan pembicaraan.

Kedua teknik ini kadang digunakan untuk menguji keasertifan kandidat. Namun sayangnya, justru ini adalah kesalahan pewawancara yang membuat situasi jadi kikuk. Kandidat yang harus menginterupsi pewawancara atau melakukan monolog jelas tidak akan bisa menunjukkan kemampuannya dengan maksimal. Jika Anda menghadapi pewawancara yang seperti ini, maka Anda pasti merasa tidak dihargai. Jika pengalaman tersebut masih tidak menghilangkan keinginan Anda untuk mendapat pekerjaan, segera ambil kendali situasi tersebut. Jika pewawancara bicara terlalu banyak, beri jawaban tanpa kesempatan interupsi. Jika pewawancara hanya sunyi, jawab dengan singkat dan padat dan pertahanan kontak mata.

Baca Juga : Apa yang Sebenarnya Dicari HRD di Media Sosial Anda?

Multitasking

Jalanan Macet? Begini Cara Mengatasi Masalah Terlambat Wawancara Kerja Karena Faktor Eksternal
Sumber: Ivyexec

Dunia kerja memang sibuk, tetapi tidak sesibuk itu sampai para pewawancara tidak bisa memberi Anda perhatian penuh selama 20 hingga 30 menit pada jadwal yang sudah dietapkan sebelumnya. Jadi, jika pewawancara Anda mengecek ponsel, membalas email, mengangkat telepon, mengerjakan tugas, atau makan siang sembari mewawancarai Anda, maka jika wawancara tersebut berjalan tidak lancar, ini adalah murni kesalahan pewawancara. Segala distraksi tersebut bisa merusak fokus Anda, mengalihkan jawaban Anda, dan membuat Anda merasa seolah-olah sang pewawancara tidak peduli dengan apa yang Anda katakan. Pada akhirnya, ini bisa merusak antusiasme dan kepercayaan diri Anda.

Jika Anda mendapati pewawancara yang tidak menghargai kandidatnya seperti ini, tanyakan saja dengan sopan apakah ada sesuatu yang mendesak yang perlu dilakukannya dan apakah sebaiknya wawancara tersebut dijadwalkan ulang saja. Ini akan membuat Anda nampak berprasangka baik dan memiliki fleksibilitas, serta memberi Anda kesempatan menjalani suasana wawancara yang lebih baik.

Kurang Persiapan

pertanyaan wawancara menyebalkan
Sumber : recruitmentgrapevine

Persiapan adalah sebuah area kunci dimana pewawancara dan kandidat yang diwawancarai seringkali dinilai dengan standar yang berbeda. Sebagai kandidat yang diwawancarai, Anda diharapkan mengerti hal-hal dasar tentang perusahaan yang mewawancarai Anda. Anda juga harus memiliki pertanyaan yang bagus untuk diajukan di akhir wawancara. Sedangkan, pewawancara kadang bisa melenggang begitu saja tanpa persiapan hanya karena merekalah sang pembuat keputusan.

Jika sang pewawancara ternyata bahkan belum melihat resume Anda, maka ini adalah pertanda buruk, tetapi bukan merupakan sebuah kesalahan pewawacara yang harus membuat Anda memutuskan tak jadi bekerja di sana. Jangan biarkan kurangnya persiapan ini membuat Anda jadi gagal menunjukkan kemampuan Anda. Bawa salinan resume Anda saat menghadiri wawancara. Tekankan detail-detail kunci mengenai keahlian, kualifikasi, pekerjaan-pekerjaan lama, dan prestasi Anda di masa lalu lewat jawaban-jawaban Anda.

Wawancara yang buruk karena kesalahan pewawancara akan terjadi dari waktu ke waktu. Yang perlu Anda lakukan adalah mempersiapkan respon Anda agar tidak terpengaruh dan gagal mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.