Saatnya Anak Muda Berbagi Kebaikan Sambil Rebahan di akuberbagi.com

Generali ajak kaum milenial berbagi kebaikan melalui platform AKu Berbagi. (FOTO: dok. Generali Indonesia).

Kaum rebahan bisa kok bikin perubahan. Dengan teknologi yang ditawarkan Generali Indonesia, anak muda bisa berkontribusi positif bagi masyarakat sekaligus beribadah. Platform akuberbagi.com yang diluncurkan Generali pada akhir tahun 2019 lalu mengajak kaum milenial untuk beribadah melalui wakaf cukup dengan Rp20 ribu.

Ya, hanya dengan nominal Rp20 ribu, wakaf melalui Aku Berbagi akan dilipatgandakan sesuai dengan periode wakaf atau donasi yang dipilih, misalnya 5 tahun. Aliran wakaf atau donasi yang dituju pun bisa dipilih sesuai dengan niat masing-masing donatur. Misalnya, donasi untuk anak-anak penderita kanker, atau untuk membantu pendidikan anak-anak Indonesia, serta bagi tenaga medis COVID-19.

Selain nominal minimal wakaf yang mampu dijangkau oleh masyarakat, terutama kaum milenial, proses wakaf Aku Berbagi juga mudah berkat teknologi yang mendukungnya. Platform Aku Berbagi bisa diakses melalui gawai kapanpun dan dimanapun. Donatur juga mudah untuk memantau aliran donasinya. 

Baca Juga: Incar Pekerja Milenial, Proses Rekrutmen Generali Indonesia Banjir Benefit

Terobosan wakaf melalui Aku Berbagi ini disambut positif oleh ulama KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa AA Gym. Dalam webinar Generali “Waktu Indonesia Berwakaf – Saatnya Anak Muda Lakukan Kebaikan Sambil Rebahan”, yang dipandu CEO akuberbagi.com Agus Ismail, AA Gym menegaskan kebaikan, termasuk berwakaf, sebaiknya dilakukan setiap hari. Pasalnya, setiap manusia sudah ditunjuk oleh Tuhan sebagai perantara rezeki bagi mereka yang berkekurangan, terutama anak yatim.

“Siapapun yang ingin bahagia, berbuat kebaikanlah. Dalam Islam itu, prestasi dinilai dari hasilnya. Mari meninggal dalam kebaikan. Besar kecilnya amal itu bukan dari besar uangnya, tapi niatnya. Karena besar kecilnya amal itu tergantung dari kemampuan setiap orang. Dan niat itu adalah ikhlas. Jangan sedekah karena untuk dilihat baik oleh orang lain. Berharaplah yang dilakukan ini diterima Allah, kalau orang lain menghargai ya anggap itu bonus saja,” tutur AA Gym.

“Sedekah seharusnya dilakukan setiap hari. Sekarang teknologi sudah bisa bikin kita sedekah kapanpun. Dengan teknologi kita bisa berbuat amal, menyebar kebaikan. Kalau kita tidak memanfaatkannya, bisa rugi. Kita harus adu cepat dengan orang-orang yang memanfaatkan teknologi untuk hal tidak baik. Kita harus invest waktu, tenaga, pikiran untuk memanfaatkan teknologi untuk kebaikan,” lanjutnya.

Baca Juga: Penyandang Disabilitas Kerja di Generali Indonesia? Mungkin Banget!

Akuberbagi.com Menjadi Pipa Kebaikan bagi Sesama

Besar kecilnya donasi atau wakaf memang bukan hal utama yang menjadi poin penilaian di mata Tuhan. Melainkan keikhlasan saat berbagi atau berbuat kebaikan bagi sesama. Hal ini yang menjadi pelecut Generali untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui wakaf yang bisa dilakukan hanya dengan Rp20 ribu.

CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman, yang turut hadir dalam webinar bersama AA Gym menuturkan Aku Berbagi sebagai cara Generali untuk menjadi pipa kebaikan bagi sesama mulai dari nominal kecil. Ia berharap Aku Berbagi bisa menjadi wadah bagi kaum milenial untuk menyalurkan kebaikannya.

“Ini semua dimulai dari mimpi. Kita sadar kalau kita adalah pipa dari berkat kebaikan, seberapa banyak berkat kebaikan yang bisa kita berikan. Kalau kita bangun platform bagi semua orang untuk berbuat kebaikan, meski nilainya kecil, seperti gurun pasir yang berasal dari pasir-pasir kecil lalu melahirkan oase,” ujar Edy.

“Nah, saat rebahan pun kita bisa kasih donasi, dan nggak ada yang tahu. Kita bangun dari mimpi karena sadar banyak anak muda branding bikin kebaikan, tapi tidak punya platformnya, meski dengan rebahan,” bilangnya. 

Milenial, sudahkah kamu berbuat kebaikan? Gabung yuk dengan pipa kebaikan Aku Berbagi.

Berbagi Kebaikan Di Sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here