Hari Perempuan Internasional: SCB Beri Perempuan Kesempatan

Beri Perempuan Kesempatan

Perempuan memiliki banyak peran dalam hidupnya.

Ia bisa menjadi seorang anak, seorang ibu, seorang istri, bahkan seorang pemimpin. Perempuan berhak untuk menentukan pilihan hidup tanpa harus mengingkari kodratnya.

Dalam kelembutan diri seorang perempuan, tersirat kekuatan yang mampu membalikkan keadaan.

Perempuan tidak lemah, setidaknya saat kita melihat perjuangannya untuk mencapai cita.

Rade Ratu Bunga tak pernah mengeluhkan kondisinya yang sehari-hari harus dibantu kursi roda. Kecelakaan mobil yang ia dialami saat duduk di Sekolah Dasar, membuat Rade harus berbesar hati menerima keadaan. Ia tidak bisa lagi berjalan.

Namun, keterbatasan fisik yang dimiliki bukan penghalang untuk tetap aktif dan mengaktualisasikan dirinya di masyarakat. Maret 2010, melalui Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Rade diterima kerja sebagai karyawan di Standard Chartered Bank (SCB). Proses yang ia lalui sama seperti karyawan pada umumnya. Serangkaian wawancara ia lalui, sampai akhirnya resmi diterima sebagai staf call center pada waktu itu.

Rasa kecil hati sama sekali tidak terlihat di raut wajah Rade . Kinerjanya tak kalah dengan karyawan nondisabilitas. Terlebih perusahaan memfasilitasi segala keperluan yang ia butuhkan untuk beraktivitas di kantor, seperti tempat parkir khusus dan tempat istirahat untuk merebahkan diri.

“Penyandang disabilitas memiliki hak untuk bekerja di sektor formal dan informal. Apalagi sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 yang mengatur hak penyandang disabilitas untuk bekerja. Di sini, saya rasa tidak ada perbedaan antara karyawan disabilitas dengan nondisabilitas karena yang dilihat kinerjanya bukan dari segi fisik,” ungkap Rade.

Beri Perempuan Kesempatan
Rade Ratu Bunga (Waode Kiky/Job-Like Magazine)

SCB membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas jauh sebelum Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 diresmikan. Dimulai dari inisiatif mendirikan Diversity & Inclusion Department, SCB mencoba untuk memberikan kesempatan bagi para penyandang disabilitas bekerja di sektor formal.

“Saat itu kami bekerja sama dengan YPAC. Awalnya kami merekrut para tunanetra untuk menempati beberapa posisi. Untuk menunjang pekerjaan mereka, kami menyediakan aplikasi yang bisa mengubah tulisan menjadi suara. Hingga saat ini kami memiliki 10 karyawan disabilitas yang tersebar di berbagai departemen,” jelas Afriani Sinaulan, Head of HR SCB.

“Kami menyadari jika kita memberikan kesempatan kepada para penyandang disabilitas untuk berkarier maka perusahaan pun harus memikirkan dan bisa mengakomodir kebutuhan mereka di tempat kerja. Jadi, kami harus memastikan semua mendapat hak dan kesempatan yang sama di lingkungan kerja,” lanjut Afriani.

Beri Perempuan Kesempatan
Afriani Sinaulan, Head HR – Retail & ITO

Sebagai bagian dari karyawan disabilitas yang berupaya meniti karir di SCB, Rade menanggapi positif kesempatan dan upaya perusahaan untuk memenuhi kebutuhan karyawan berkebutuhan khusus. Bahkan bagi Bunga, ini merupakan motivasi untuk terus melangkah.

“Menjadi motivasi bagi saya karena melihat perusahaan ini benar-benar memberikan kesempatan dan berusaha melengkapi kebutuhan karyawan disabilitas. Jadi, bukan hanya sebatas charity,” tegas Rade.

Kesetaraan pada Segala Aspek

Beri Perempuan Kesempatan
Sumber: Pribadi

Tak hanya menciptakan suasana inklusi bagi karyawan disabilitas, kesetaraan karyawan perempuan dan laki-laki juga diutamakan dalam sistem kerja SCB. Sebanyak 54% karyawan di SCB Indonesia merupakan kaum hawa.

Di jajaran direktur, lima dari 12 direktur diduduki oleh perempuan. Ini menunjukkan siapapun berkesempatan untuk mencapai puncak dalam karir. Melalui Diversity & Inclusion Department, SCB berupaya memaksimalkan potensi karyawan perempuan dalam mengejar karir.

“Dari komposisinya bisa dilihat di sini tidak ada pembatasan dalam mengejar karir, baik perempuan maupun laki-laki. Yang terpenting kita lihat kinerjanya. Jadi, bagi saya bukan masalah bagi perempuan untuk berkompetisi dalam mengejar posisi karir yang lebih tinggi,” tegas Afriani.

Baca Juga: Women Leading Change Indonesia: Peran Perempuan dalam Perubahan

Dalam menjalani perannya sehari-hari, seorang perempuan tentu membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Keluarga dan rekan kerja merupakan rangkaian support system yang dibutuhkan oleh para pekerja perempuan, terlebih jika sudah berkeluarga. Kepercayaan diri juga dibutuhkan agar para perempuan meyakini bahwa apa yang dikerjakan akan membuahkan hasil yang baik.

“Menjadi perempuan harus percaya diri. Tidak dapat dipungkiri dalam menjalankan perannya sehari-hari kita pasti menemui kendala. Sehingga, pastikan kita memiliki support system yang baik agar semua berjalan seimbang sesuai porsinya,” ungkapnya.

Tak hanya memberdayakan karyawan perempuan di lingkup kerja, SCB juga memberdayakan para perempuan yang ada dalam masyarakat. Caranya, dengan menginisiasi program ‘Goal’ yang merupakan program pelatihan khusus bagi para pelajar perempuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here