Terapkan Strategi Omnichannel, Bhinneka Tambah Counter Offline

Terapkan Strategi Omnichannel, Bhinneka Tambah Counter Offline
Source: dailysocial

Bhinneka hadir untuk menyediakan kebutuhan gadget dan perangkat elektronik. E-commerce ini memilih strategi omnichannel untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan.

Bhinneka tumbuh menjadi e-commerce terbesar di segmen perangkat elektronik dan gadget. Awalnya perusahaan ini memilih distributor sebagai model bisnisnya namun krisis ekonomi yang menerpa Indonesia pada 1998 dan 2007 membuat Bhinneka mau tidak mau harus melayani segmen retail.

Kendati demikian, Bhinneka memilih model bisnis awalnya untuk menjadi landasan pengembangan di masa depan. Untuk itu pada 2011 lalu, Bhinneka telah mendirikan situs B2B.id untuk melayani segmen tersebut. Selain itu, perusahan ini juga telah terdaftar sebagai vendor di e-katalog LKPP milik pemerintah.

Bhinneka Menyasar B2B, B2G dan B2C

Bhinneka Menyasar B2B, B2G dan B2C
Foto: dailysocial

Selain sebagai marketplace online terbesar untuk produk perangkat elektronik dan gadget, Bhinneka juga merupakan marketplace online yang memiliki counter offline terbanyak. Sampai saat ini perusahaan ini sudah memiliki 6 counter offline yang tersebar di Jakarta dan 1 counter offline di Surabaya.

Selain itu, Bhinneka juga memiliki satu service center yang ada di Jakarta. Service center ini melayani perawatan dan perbaikan produk dari beberapa brand ternama. Diantaranya adalah HP, Lenovo, Acer, dan HTC.

Ketersediaan counter offline dan service center ini membuktikan bahwa meskipun Bhinneka berfokus di pangsa B2B, perusahaan ini tidak melupakan segmen retailnya.

Dilansir Selular, tahun ini Bhinneka berencana menambah 5 counter offline lagi di beberapa kota., yakni Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.

“Kami menggunakan strategi omnichannel di segmen retail sehingga seluruh proses transaksi mulai dari pemilihan produk, pembelian, pembayaran, pengiriman hingga layanan purna jual saling terkoneksi sehingga memberikan pengalaman berbelanja nyaman bagi konsumen,” ujar CEO Bhinneka, Hendrik Tio.

Dengan strategi omnichannel yang diterapkannya, Bhinneka mengklaim mencatatkan pertumbuhan sekitar 30% – 40% per tahunnya. Per 2015 lalu perusahaan ini telah mencatatkan nilai transaksi sebesar 1 triliun rupiah.

Baca Juga: Tawarkan Gadget Termurah, Jakmall Seleksi Merchant dan Gelar Event Diskon

Foto: majalahict

Selain menggarap pangsa B2B, B2G dan B2C lewat penyediaan perangkat elektronik dan gadget, Bhinneka juga memperluas jenis layanannya di sektor lain. Salah satunya adalah printing. Layanan ini disediakan oleh Bhinneka Digital Printing Solutions atau DPS. Bhinneka mengklaim lini bisnisnya ini berkontribusi sebesar 8% bagi perusahaan secara keseluruhan.

Sempat mencatatkan pertumbuhan 30% pada tahun 2014, DPS mengalami penurunan tingkat pertumbuhan di beberapa tahun berikutnya (5%). Kendati demikian pada 2019 ini Bhinneka menargetkan pertumbuhan 30% lewat lini bisnis DPS nya.

Sedangkan untuk meningkatkan awareness, Bhinneka melakukan kerjasama dengan perusahaan yang bergerak di sektor lain. Salah satunya adalah Loket.com. Dengan Loket.com, Bhinneka menggelar program Loket Distribution Program (LDP). Lewat LDP, pelanggan Bhinneka bisa mendapatkan tiket theme park, pertunjukan, meeting, dan conferences.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here