Bisnis Sewa Baju Bermerek Kian Marak, Solusi Hemat Tampil Modis

Hobi belanja pakaian baru identik dilakukan oleh para wanita. Hampir semua wanita merasa senang saat hendak membeli baju, bahkan tidak sedikit yang  menjadikan aktivitas ini untuk mengatasi stres. Namun, adakalanya mereka masih merasa tidak memiliki baju yang pantas dipakai. Tak heran, mereka akan beli baju baru terus dan menimbulkan kebiasaan konsumtif. Fenomena ini melahirkan bisnis sewa baju sebagai solusi.

Bisnis sewa baju yang tengah berkembang juga bisa menjadi solusi memerbaiki lingkungan. Pasalnya, industri pakaian telah menyumbang limbah sampah kedua tertinggi di dunia. Yakni, sebanyak 80 juta ton sampah di tiap tahunnya.

Nah, jika Anda merasa bahwa fast fashion menyebabkan pemborosan dan menyebabkan kerusakan lingkungan, mungkin sudah saatnya Anda menjadi pelanggan bisnis sewa baju yang kini tengah marak.

Baca Juga: 5 Tren Pakaian Wanita yang Wajib Anda Coba di 2019

Awal Mula Bisnis Sewa Baju

Sumber: ABC

Bisa dikatakan Amerika Serikat salah satu pelopor tren penyewaan busana. Pada 2009, muncul Rent The Runway, usaha sewa baju yang didirikan oleh Jennifer Hyman dan Jennifer Fleiss. Ide usaha datang setelah Hyman melihat adiknya membeli busana karya desainer terkenal seharga ribuan dolar dan hanya dipakai satu kali. Cukup boros bukan?

Karena alasan ini, kini mereka yang tidak punya penghasilan yang cukup untuk bergaya sesuai harapan bisa hanya berlangganan dengan harga yang pastinya terjangkau.

Sementara di Indonesia, Style Theory tercatat sebagai salah satu situs penyewaan baju yang cukup populer. Perusahaan asal Singapura ini akhirnya memutuskan untuk membuka cabang di Indonesia pada akhir 2017. Dengan biaya per bulan mencapai Rp590 ribu, para pelanggannya bisa mengenakan busana karya Karl Lagerfeld, Tex Saverio, dan Ralph Lauren.

Raena Lim dan Chris Halim adalah pencetus dari kesuksesan Style Theory sekarang. Awalnya, mereka punya 900 baju yang siap disewakan. Beberapa saat setelah diluncurkan, Style Theory pun berhasil menarik 150 pelanggan.

Hebatnya, hanya dalam kurun waktu kurang dari setahun, perusahaan ini berhasil mendapat seribu pelanggan dan menyediakan 8 ribu helai busana dari 90 label fesyen. Para pelanggan bisa memilih tiga baju sekali pesan dan bisa menukar baju kapanpun bila sudah bosan.

Tumbuh Menjadi Bisnis yang Potensial dan Ramah Lingkungan

Sumber: Straits Times

Seiring waktu, bisnis sewa baju ini dipandang sebagai usaha yang potensial. Allied Market Research sempat melakukan penelitian tentang proyeksi bisnis ini hingga 2023. Penelitian tersebut melaporkan bahwa bisnis sewa baju ini menjadi salah satu opsi menarik bagi para individu pecinta mode yang belum punya cukup uang untuk membeli produk fesyen yang mereka inginkan. Termasuk busana sehari-hari seperti atasan dan celana, gaun pesta, hingga busana pernikahan.

Baca Juga: Agar Bertahan Lama, Ini Cara Merawat Fashion Item Mewah Kesayangan

Penelitian juga menyebut bahwa minat pelanggan terhadap bisnis ini semakin tinggi. Alasannya, bisnis ini dinilai memudahkan mereka dalam mengakses produk retail secara online. Terjadinya perubahan tren kepemilikan barang ini pun turut mempengaruhi keberlangsungan bisnis ini. Kebanyakan orang juga tidak lagi malu untuk tampil gaya dengan barang sewaan.

Tidak hanya itu, bisnis sewa baju juga mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Selain hemat biaya, Anda tidak perlu lagi menumpuk baju di lemari yang kemudian hanya menjadi sampah dan dan kemudian berpotensi merusak lingkungan.

Jadi, tidak ada salahnya Anda mencoba lebih hemat dan cinta lingkungan dengan mencoba menjadi pelanggan bisnis sewa baju.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here