Bizhare: Berikan Pendanaan untuk Memperluas Bisnis UMKM

Bizhare: Berikan Pendanaan untuk Memperluas Bisnis UMKM
Heinrich Vincent (CEO) bersama rekan kerja di Bizhare

Mulai beroperasi pada 2017, Bizhare kian menunjukkan konsistensinya dalam memberikan dana dan kesempatan investasi, bagi para pebisnis pemula maupun kepada mitra penyedia bisnis waralaba. Dengan memiliki pengalaman sebagai investor, Heinrich Vincent tergerak untuk membantu lebih banyak pebisnis, terutama kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dorongan untuk membuat platform sebagai wadah investasi bisnis bersama dilakukan Heinrich karena sebagai investor, ia turut merasakan kepuasan batin ketika melihat bisnis yang diinvestasikannya berjalan baik dan mampu berkembang cukup pesat.

“Saya seorang investor. Saya memberikan investasi untuk bisnis waralaba, salah satunya bisnis mini market. Saya berpikir, kenapa untuk menjadi investor harus dari kalangan tertentu saja? Kenapa tidak kita coba agar seluruh masyarakat bisa berpartisipasi,” jelas Vincent saat ditemui Job-Like Magazine.

Sebagai sebuah bisnis, Bizhare memiliki motivasi yang cukup kuat untuk membantu UMKM di Indonesia melakukan pemasaran dan meningkatkan omzet penjualan, tanpa harus memikirkan sumber dananya. Selain itu, Vincent pun turut ingin mengedukasi masyarakat Indonesia perihal bebas finansial dengan memanfaatkan pasive income.

Setelah hampir dua tahun berjalan, Bizhare telah menggelontorkan dana investasi sebesar Rp13 Miliar (hingga Oktober 2018) dengan memiliki 18 outlet waralaba di seluruh Indonesia. Sedangkan, jumlah investor yang terlibat dalam platform ini mencapai 17 ribu investor dari seluruh wilayah Indonesia.

“Kami ingin membantu UMKM agar dapat memiliki kesempatan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan hari ini. Misalnya, kami membantu salah satu restoran penyedia kuliner Betawi. Idealnya kami ingin membantu UMKM di Indonesia melakukan pemasaran dan meningkatkan omzet penjualannya.”

Bizhare tak hanya menyediakan akses kepada para pebisnis untuk mendapatkan pendanaan. Bizhare juga melakukan pendampingan kepada para UMKM ataupun brand yang menjadi mitra. Di antaranya membantu untuk memberikan Point of Sales (POS) dan mendukung para pebisnis dengan pemasangan aplikasi keuangan.

Tak hanya ingin memajukan perekonomian dengan membantu pertumbuhan UMKM di Indonesia, Bizhare juga ingin menjadikan orang Indonesia menjadi masyarakat yang “bebas finansial”. Bebas finansial artinya, seseorang bisa mendapatkan penghasilan dari passive income. Salah satunya, yakni dengan memulai investasi dalam bisnis.

Baca Juga: Tiga Tahun Bertahan, Jakmall Mendulang Profit Tanpa Investor

“Kami menganggap ini seperti petualangan. Kami ingin membantu seluruh orang Indonesia bisa memiliki bisnis sendiri. Jadi, kami merasa passionate bekerja sama dengan tim yang lain. Banyak tantangan yang kami alami. Mulai dari beda pemikiran dengan para co-founder lainnya. Sempat running of cash, tetapi kami sudah melalui masa-masa itu dan akhirnya bisa berjalan sampai sekarang,” kata Vincent.

Model bisnis yang diterapkan oleh Bizhare yaitu mengambil lima persen dari total investasi, sehingga Vincent menyatakan dari awal Bizhare beroperasi bisnis yang dirintisnya sudah bisa menghasilkan profit. Adapun investor yang berjalan bersama Bizhare saat ini di antaranya Plug and Play Indonesia (berinvestasi sebesar US$50 ribu dolar Amerika) dan Young on Top (YOT).

Juni mendatang, Bizhare akan segera merilis tampilan situsnya yang terbaru sekaligus memperkenalkan aplikasi mobile apps untuk mempermudah koordinasi kepada pihak luar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here