BNPB: Evakuasi Korban Gempa Palu-Donggala Ditargetkan Selesai 11 Oktober

Evakuasi korban gempa Palu. (Twitter @Sutopo_PN)
Evakuasi korban gempa Palu. (Twitter @Sutopo_PN)

Sebanyak 265 orang masih dinyatakan hilang akibat gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menunjukkan 152 orang masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Tim SAR gabungan menargetkan evakuasi korban akan selesai pada Kamis (11/10/2018).

Sebab, saat itulah status tanggap darurat gempa Palu dan Donggala berakhir.

“Evakuasi ditargetkan selesai tanggal 11 Oktober 2018, diharapkan tidak ada daerah
yang terisolasi, tidak ada kekurangan bantuan dan daya dukung masyarakat normal,” ujar Kepala Pusat Data Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya, Jakarta, Minggu (7/10/2018).

“Karena proses evakuasi 14 hari korban sudah meninggal. Kalau ditemukan korban sudah tidak utuh, maka dinyatakan hilang,” lanjut dia.

Menurut dia, jika korban gempa Palu dan Donggala tidak ditemukan, akan dinyatakan sebagai korban hilang. Seperti yang diketahui gempa yang berpusat di Donggala menyebabkan kerusakan hebat.

Terlebih di Palu, gempa ini diikuti tsunami dan tanah bergerak atau likuifaksi.

Dia mengatakan, pada saat ststus tanggap darurat berakhir, tidak berarti tim SAR gabungan berpangku tangan. Mereka akan tetap mencari korban, namun dengan jumlah personel dan fasilitas yang terbatas.

Sementara itu, berdasar data BNPB, 1.763 orang meninggal akibat gempa Palu dan Donggala hingga Minggu siang.

Sebagian besar korban ditemukan meninggal di Palu, yakni sebanyak 1.519 orang. Sedangkan di Donggala 159 orang, Sigi 69 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu (Sulawesi Barat) 1 orang.

“1.755 jenazah telah dimakamkan di TPU Paboya 753 jenazah (pemakaman massal), TPU Pantoloan 35 jenazah (massal), pemakaman keluarga sebanyak 923 jenazah, di Donggala 35 jenazah, Biromaru 8 jenazah dan Pasangkayu 1 jenazah,” tutur Sutopo.

Dia menambahkan, 2.632 orang masih dirawat di rumah sakit karena mengalami luka berat. Ada 62.359 warga terdampak gempa Palu dan Donggala yang mengungsi di 147 titik.

“Jumlah rumah rusak sebanyak 66.926 unit, yaitu 66.238 unit di Sulawesi Tengah (belum diklasifikasikan RB/RS/RR) dan 688 unit di Sulawesi Barat (250 RB, 223 RS, 215 RR). Sekolah rusak 2.736 unit tersebar di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi,” kata Sutopo.

Tak hanya rumah, sejumlah fasilitas umum juga rusak parah. Antara lain fasilitas kesehatan rusak berat sebanyak 1 bangunan (RS Anutapura) dan 6 puskesmas (PKM
Talise, PKM Bulili, PKM Mamboro, PKM Lere, PKM Nosara, PKM Singgani).

Beri komentar Anda tentang artikel ini