Penting Nggak Sih Body Language Saat Wawancara Kerja?

Penulisan resume yang baik tentu menjadi perhatian rekruter saat wawancara kerja dilakukan. Demikian pula dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan rekruter. Namun, body language atau bahasa tubuh jarang menjadi perhatian kandidat karyawan saat melakukan wawancara kerja.

Mengapa kamu harus memperhatikan bahasa tubuh saat wawancara kerja? Bahasa tubuh dan gesture merupakan bagian dari komunikasi non verbal. Meski tidak sepenuhnya benar, jenis komunikasi ini bisa memberikan gambaran tentang pikiran atau emosi yang dirasakan seseorang.

Oleh karenanya, rekruter juga memperhatikan bahasa tubuh karena hal tersebut memberikan gambaran yang sebenarnya tentang kandidat karyawan.

Dengan begitu, tentunya ada bahasa tubuh yang sebaiknya kamu gunakan saat wawancara kerja. Sebaliknya, ada pula bahasa tubuh yang harus kamu hindari. Berikut ini contoh-contohnya.

Gunakan Body Language Ini Saat Wawancara Kerja

Rekruter biasanya langsung memperhatikan bahasa tubuh saat kamu baru memasuki ruangan. Berikut ini beberapa bahasa tubuh yang bisa kamu gunakan.

Cara Berjalan

Berjalanlah dengan bahu tegak dan tenang. Jangan berjalan terlalu cepat, tapi jangan pula terlalu lambat. Berjalanlah ke arah rekruter dan berikan segenap perhatian kepadanya. Saat mendekatinya, berikan senyum, lakukan kontak mata lalu berikan tangan untuk bersalaman.

Kontak Mata

Kontak mata menunjukkan rasa percaya diri. Namun, terlalu sering melakukan kontak mata secara langsung bukan merupakan hal yang baik. Selama menjalani wawancara, lakukan kontak mata dengan melihat bagian mata, sambil sesekali melihat bagian hidung atau dahi rekruter.

Cara Duduk

Postur tubuh saat duduk menunjukkan ketertarikanmu. Baik pada pekerjaan maupun pada apa yang dikatakan rekruter. Duduklah dengan tegak dan bersandar pada sandaran kursi. Hal ini menunjukkan keyakinan dan percaya diri.

Saat rekruter menyampaikan sesuatu yang kamu anggap penting atau menarik, condongkan badanmu sedikit ke depan. Hal ini menunjukkan kamu memberikan perhatian. Saat duduk, luruskan kaki dan letakkan seluruh telapak kaki pada lantai.

Mengangguk

Cara lain untuk menunjukkan ketertarikan dan perhatian adalah dengan mengangguk. Lakukan ini sesekali saat kamu menjalani wawancara.

Bernafas dan Berbicara

Agar bisa tenang dan nyaman, bernafaslah dengan teratur. Selain itu berbicaralah dengan suara yang sekiranya bisa didengar. Jangan terlalu cepat saat berbicara, tapi juga jangan terlalu lambat.

Membuka Telapak Tangan

Saat berbicara dengan rekruter, tunjukkanlah telapak tangan sesekali. Hal ini menunjukkan keterlibatan dan kejujuran.

Memperhatikan Privasi Rekruter

Secara fisik, jagalah jarak dengan rekruter. Selama menjalani wawancara, sebaiknya kamu hanya menyentuh tangannya saat bersalaman. Hindari menyentuh pundak atau lengannya. Selain menunjukkan bahwa kamu menjaga privasinya, dengan melakukan hal ini kamu juga memberikan rasa nyaman pada rekruter.

Baca Juga: Anti Grogi, 7 Trik agar Bisa Rileks Saat Wawancara Kerja

Hindari Melakukan Ini Saat Interview Kerja

Saat melakukan wawancara, kamu juga harus menghindari penggunaan beberapa bahasa tubuh. Sehingga rekruter tidak memberikan penilaian negatif kepadamu.

Menempelkan Telapak Tangan Saat Bersalaman

Saat bersalaman, genggamlah tangan rekruter dengan erat. Hindari hanya menempelkan telapak saat bersalaman. Hal ini menunjukkan kamu kurang percaya diri. Tapi, menggenggam tangan terlalu erat juga bisa berarti kamu terlalu ingin mendominasi.

Terlalu Banyak Menggerakkan Tangan

Menggunakan gesture tangan saat berbicara perlu dilakukan. Karena, gesture menunjukkan keterbukaan dan kejujuran. Namun, jangan terlalu banyak menggerakkan tangan, karena hal itu bisa mengganggu konsentrasi rekruter.

Menggenggam Ibu Jari dan Meletakkan Tangan di Pinggang

Saat kamu tidak menggunakan gesture, cobalah untuk tidak menggenggam ibu jari. Hal ini menunjukkan kamu tertutup atau sedang melindungi diri. Kamu juga sebaiknya tidak melipat lengan di dada atau meletakkan telapak tangan di bagian belakang pinggang. Hal ini menunjukkan kamu sedang berbohong atau tidak terbuka.

Memainkan Jari atau Alat Tulis

Hindari memainkan jari dan alat tulis seperti pulpen atau kertas. Rekruter bisa menganggap kamu sedang gugup atau tidak percaya diri.

Body language yang kamu gunakan saat wawancara kerja berlangsung ikut menentukan apakah kamu berhak melanjutkan ke proses seleksi selanjutnya. Oleh karenanya, latihlah penggunaan body language agar kamu bisa sukses melakukan wawancara kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here